Nama JNE sebagai salah satu perusahaan jasa ekspedisi pastinya sudah nggak asing lagi. Memulai bisnisnya sejak tahun 90-an, JNE berkembang menjadi perusahaan yang dipercaya oleh ribuan bahkan jutaan masyarakat Indonesia dalam hal pengiriman barang.


Sampai saat ini JNE memiliki lebih dari 5 ribu kantor cabang yang tersebar di seluruh Indonesia dengan 16 ribu orang karyawan. Di Jawa Tengah sendiri JNE memiliki 9 kantor cabang, 14 cabang mitra, dan 478 agen konter. Kebayang kan gimana mudahnya menemukan agen kurir JNE di sekitar kita?


Kopdar My JNE Semarang



Kopdar My JNE Semarang


Dalam rangka lebih mendekatkan diri ke masyarakat, Sabtu 20 Agustus 2016 lalu JNE mengundang teman-teman dari media cetak dan online, termasuk teman-teman blogger Semarang dan sekitarnya. Acara yang bertempat di Louis Kienne A Yani Semarang ini berlangsung dalam suasana hangat dan akrab.


Di acara ini hadir tim dari JNE pusat dan daerah. Di antaranya Pak Melan dari Jakarta dan Ibu Tari, perwakilan dari JNE cabang Semarang. Saat sesi pemaparan company profile & company services Pak Melan menjelaskan tentang berbagai layanan dari JNE dan berbagai prestasi dari perusahaan tersebut.




lebih dari 80% pengguna e-commerce di Indonesia memercayakan jasa ekspedisinya pada JNE



Dari penjelasan beliau saya jadi tahu kalau lebih dari 80% pengguna e-commerce di Indonesia memercayakan jasa ekspedisinya pada JNE. Bahkan pada momen lebaran tahun ini saja tercatat lebih dari 14 juta kiriman yang dilakukan dari dan ke seluruh Indonesia. Sebuah angka yang luar biasa mengingat JNE bukan satu-satunya pemain di bisnis ini. Tapi dengan komitmen dan servis yang sudah mendapatkan penghargaan ISO 9001 di tahun 2008 JNE percaya bahwa pertumbuhan bisnis mereka menunjukkan sentimen yang positif.


Untuk cabang Semarang saja JNE mencatat angka pertumbuhan penjualan yang meningkat antara 25-30% untuk periode Januari hingga Juli 2016. Sebuah angka yang tidak kecil bukan? Tentu saja semuanya kembali pada komitmen kepada konsumen yang memercayakan jasa ekpedisinya pada JNE.


Ngomong-ngomong , JNE termasuk perusahaan yang cukup dinamis dan selalu melakukan inovasi. Nggak heran kalau jenis produknya cukup banyak. Selain yang selama ini akrab dengan kita yaitu YES (Yakin Esok Sampai) & REGULER dengan tarif yang lebih ekonomis, JNE juga mulai mengenalkan berbagai jenis produk lainnya. Barangkali beberapa di antaranya masih tergolong baru namun sudah mulai mendapatkan tempat di hati konsumen.




PESONA atau Pesanan Oleh-oleh Nusantara. Ini adalah salah satu yang dikhususkan untuk pesan antar oleh-oleh



Sebut saja PESONA atau Pesanan Oleh-oleh Nusantara. Ini adalah salah satu yang dikhususkan untuk pesan antar oleh-oleh. Dengan desain servis yang mengandalkan kecepatan dalam pengantaran, PESONA dipercaya oleh konsumen yang ingin membeli oleh-oleh tertentu dari kota lain. Di Semarang, JNE sudah bekerja sama dengan lebih dari 15 vendor yang tersebar di wilayah Semarang. Dan menurut catatan JNE, jenis oleh-oleh yang paling banyak dipesan oleh konsumen adalah tahu bakso, bandeng duri lunak, dan lunpia.


Selain PESONA, JNE juga mulai mengenalkan produk JTR atau JNE Trucking. Ini adalah jenis produk jasa yang cocok digunakan untuk pengiriman barang besar seperti kendaraan roda 2. Dengan tawaran muat lebih banyak harga lebih murah, JTR melayani pengiriman barang ke seluruh Indonesia dengan minimum berat 10kg. Saat ini JNE Trucking beroperasi di wilayah Jawa, Bali, Medan, Pekanbaru, Palembang dan Lampung. Solusi yang cukup jitu untuk pengiriman paket berukuran besar yang sering terkendala dengan aturan penerbangan.


Ke depannya JNE akan semakin berinovasi dengan services yang mereka berikan. Seperti kerjasama dengan West Bike, sebuah perusahaan ekspedisi dalam kota yang menggunakan sepeda sebagai alat transportasinya. West Bike sendiri adalah perusahaan peraih penghargaan yang diharapkan mampu memberikan jasa lebih cepat dengan konsep yang lebih ramah lingkungan.


Selain itu JNE juga memiliki rencana untuk semakin mengembangkan teknologi PopBox. Dengan PopBox, konsumen tinggal datang ke spot-spot di mana PopBox berada untuk mengambil barang kirimannya. Konsumen akan mendapatkan petunjuk tentang letak PopBox dan password yang digunakan untuk membuka kotak canggih ini. Password ini bersifat personal dan rahasia, sehingga hanya yang menerima informasi lah yang bisa membuka kotaknya. Saat ini layanan PopBox sedang diujicobakan di Bandung dan berharap Smart Box semacam ini juga akan dioperasikan di berbagai kota besar di Indonesia.




Dengan PopBox, konsumen tinggal datang ke spot-spot di mana PopBox berada untuk mengambil barang kirimannya.



Yang tidak banyak orang tahu juga dan sempat membuat saya amazed adalah servis SS atau Super Speed. Servis super cepat ini ternyata sering dimanfaatkan konsumen untuk hal-hal yang bersifat urgent. Pak Melan berbagi kisah tentang konsumen yang menggunakan Super Speed untuk mengantarkan kantong darah ke pasien yang membutuhkan. Tentunya sudah melalui proses standar pengiriman barang seperti kantong darah yang harus disimpan dalam suhu tertentu dan harus sampai dalam beberapa jam saja.


Ngomong-ngomong, JNE tidak hanya berorientasi pada pengembangan bisnis semata. Tapi JNE juga  tergerak untuk memajukan Usaha Kecil Menengah atau UKM yang sekarang banyak berkembang di Indonesia. Semakin menjamurnya Usaha Kecil Menengah yang juga meningkatkan taraf ekonomi masyarakat direspon JNE dengan memberikan kemudahan seperti pemberian diskon serta menjadi rekan ekpeksidi yang bisa dipercaya oleh para pelaku UKM. JNE ingin produk dalam negeri juga bisa menembus pasar internasional dan JNE siap untuk mendukung penuh melalui berbagai servis yang dimilikinya.


Dalam kesempatan bincang-bincang ini teman-teman blogger yang kebetulan juga pelaku UMKM mengajukan beberapa pertanyaan yang juga diselingi dengan sesi curhat. Ada Mbak Vita yang mengusulkan tentang ekspedisi untuk bahan baku obat yang sampai sekarang masih terkendala dengan aturan penerbangan terutama untuk bahan baku cair. Kemudian Mbak Agustina yang punya usaha pembuatan nugget juga sempat curhat mengenai informasi yang mengatakan kalau JNE tidak menerima makanan basah dalam ekpedisinya.


Pak Melan memberikan keterangan jika ada konsumen yang merasa kebingungan dengan informasi yang beredar seputar produk JNE, mereka diharapkan menghubungi Customer Service Pusat di 021-2927-8888 atau melalui mention twitter di @JNE_ID atau @JNECare supaya mendapatkan kejelasan.


Ada juga yang malam itu curhat soal ketidakpuasan konsumen terhadap servis JNE. Dari mulai barang rusak, tidak sampai ke tangan penerima yang bersangkutan, atau bahkan sampai hilang. JNE yang diwakili oleh Pak Melan menerima kritik ini dengan menjelaskan bahwa JNE memiliki standar operasional yang berlaku di seluruh kantor cabang maupun agen di seluruh Indonesia. Dan apabila ada cacat servis yang menyebabkan ketidakpuasan, bisa dipastikan bahwa ini adalah ulah oknum petugas yang tidak mewakili “wajah perusahaan” secara keseluruhan. Dan diharapkan konsumen bisa melakukan komplain ke saluran-saluran yang sudah disediakan untuk mendapatkan tanggapan.


Oh iya, ada kabar gembira juga dari Bu Tari selaku Manajer Operasional JNE cabang Semarang bahwa kantor JNE yang semula ada di Jalan Kyai Saleh Semarang akan pindah ke Jalan Kumudasmoro Tengah nomor 5 Semarang. Kepindahan ini juga sebagai upaya untuk memaksimalkan layanan yang selama ini juga sering dikeluhkan oleh konsumen. Ada yang bilang tempat parkirnya terlalu kecil lah, atau antrian konter yang terlalu lama dan panjang. Nantinya gedung yang jauh lebih besar ini akan memiliki 14 cash counter yang tentu saja mampu melayani konsumen lebih banyak dan lebih cepat. Dan tentunya tempat parkirnya juga lebih luas dong ya. Jadi penasaran nih sama kantor barunya JNE!


Kopdar My JNE Semarang


Yak itu dia sedikit cerita soal #KopdarMyJNE bersama dengan teman media dan blogger di Louis Kienne. Terima kasih juga untuk JNE yang sudah kasih saya hadiah karena (lagi-lagi) menang LIVE TWEET. Lumayan bisa belanja gratis pake voucher Sodexo. :D


Terima kasih juga sudah mampir baca reportase saya ya? Sampai jumpa lagi di tulisan berikutnya.

6 Comments

  1. Aku cukup puas sich ama pelayanan JNE selama ini. Dan cukup penasaran ama PESONA, Kalau mesan makanan basah gitu keburu basi nga yach?

    ReplyDelete
  2. Menurut ku. JNE tarifnya terlalu mahal di banding dengan perusahaan sejenis. Tapi memang pelayanannya sebanding dengan harga nya

    ReplyDelete

Punya uneg-uneg? Jangan disimpan. Tulis di sini.