Permisi, numpang bersih-bersih blog berdebu ya Saudara. Sudah lama tidak berkunjung dan rumah ini jadi agak "suwung". Hihihi. Enggak tahu nih, habis lebaran bukannya malah tambah rajin malah malas berkepanjangan. Sampai sekarang saja saya masih belum terlalu "on" bekerja. Nggarap kerjaan aja masih seadanya. Nggak apa-apa ya? :D


Oh iya, kalau ada yang heran sama blog saya ini, tolong jangan. Bukan apa-apa, namanya juga blog gado-gado, pastinya bakal nemu random things yang bisa jadi bikin kamu geleng-geleng kepala. Tapi bukan berarti isinya enggak jelas lho? Subyek tulisannya saja yang memang bervariasi.


Sebenarnya di blog ini juga ada beberapa postingan soal kegiatan saya di dapur. Memang enggak banyak, dan tidak dikhususkan sebagai blog resep masakan. Jadi ya, tulisan soal masak-memasak lebih ke dokumentasi pribadi yang semoga saja juga berguna bagi orang lain. Ya kali-kali aja ada yang nyangkut ke blog ini.



Sejarah singkat megono


[caption id="attachment_4370" align="aligncenter" width="500"]Resep megono Resep megono[/caption]

Saya tidak akan menuliskan tentang sejarah megono panjang lebar. Kamu bisa mencari cerita sejarah mengenai megono di blog lain. Buanyak! Yang bisa sedikit saya bagikan adalah mengenai asal usul sebenarnya dari megono. Meskipun populer di wilayah pantura terutama di kota Batang, Pekalongan, Comal, hingga Pemalang, megono sendiri sebenarnya berasal dari Purworejo. Percaya?


Konon makanan ini adalah salah satu makanan yang sudah ada sejak jaman perjuangan. Banyak pejuang di jaman Jenderal Sudirman yang menjadikan nasi megono sebagai sumber tenaga utama, di samping makanan lain tentunya. Megono dikabarkan berasal dari kata mergo dan ono yang artinya "karena ada".


Mergo onone ngene atau karena adanya begini. Bahan dasar megono adalah nangka muda cacah yang dicampur dengan kelapa berbumbu. Mungkin karena 2 bahan sederhana ini dianggap sebagai bahan makanan kelas bawah, dan tercipta dari sebuah "keterpaksaan" karena tidak tersedianya bahan lain yang lebih mewah, maka saat itu pula megono ditemukan.


Well, wallahualam. Tidak ada yang tahu kebenaran dari kisah sejarah di atas. Asal-usul megono sempat menjadi polemik di dunia maya. Ada klaim mengenai megono yang asli Batang. Ada juga yang menyebut megono asli Pekalongan. Saya rasa klaim semacam ini pastilah terkait dengan kebanggaan daerah asal dari makanan yang cukup populer ini. Tapi sudah seharusnya tidak perlu dipanjang kali lebarkan mengingat kita masih dalam wilayah yang sama yaitu Indonesia, jadi sebaiknya kita sama-sama bangga. Setuju tidak? Hehehe.



Perkembangan Megono


Resep Megono

Dari beberapa sumber yang saya baca, nasi megono di jaman yang telah lampau, juga menjadi salah satu hidangan yang dijadikan sesajen. Agak berbau mistis ya? Tapi dalam perkembangannya megono menjadi masakan yang cukup populer di kalangan pecinta kuliner.


Meskipun banyak yang masih memandang aneh pada gagasan mengolah nangka muda yang dicacah dengan campuran kelapa berbumbu, tapi megono menjadi makanan nikmat yang bisa membuat lidah ketagihan.


Saya boleh bilang bahwa megono mungkin tidak enak, tapi sudah pasti sedap. Saya punya teori bahwa makanan enak kebanyakan hanya sampai lidah, tak bisa merasuk dalam hati. Tapi kalau sudah sedap dan nikmat, akan timbul kepuasan tersendiri.


Sensasi sedap dan nikmat ini tercipta dari cara makan dan ubo rampe lauk pauk yang dinikmati bersama dengan nasi megono. Cara makan yang biasa ditemui di warung-warung penjual nasi megono adalah dengan duduk lesehan, makan menggunakan tangan tanpa sendok, dan nasi megono disajikan dengan dibungkus daun pisang.


Lauk pauk yang banyak macamnya, ditambah dengan sambal tomat atau sambal terasi, semakin menambah sensasi nikmat makan nasi megono. Tidak heran jika mereka yang menikmati nasi ini sering lupa diri. Tidak terasa sudah habis 3 bungkus nasi dengan sekian banyak lauk.



Bahan Megono


Pada kesempatan pulang kampung yang kemarin, saya sempat terlibat dalam pembuatan megono. Kebetulan ibu saya sedang dapat tugas untuk membuat nasi bungkus untuk acara pengajian. Tentu saja yang terpikir pertama kali adalah membuat nasi megono dengan berbagai pilihan lauk.


Megono sendiri identik dengan nangka muda cacah sebagai bahan dasarnya. Tapi mendapatkan nangka muda cacah di beberapa wilayah di Indonesia bukan perkara gampang. Nangka mudanya sih ada, tapi yang sudah dicacah? well, tidak semua pasar menyediakan. Kalaupun sudah kepepet, pasti harus mencacah sendiri. Repot!


Itulah kenapa kita bisa memodifikasi bahan dasar ini dengan bahan yang lain. Ibu saya pernah membuat megono berbahan dasar kacang panjang yang dipotong kecil-kecil. Saya juga pernah menemukan varian lain yang menggunakan rebung atau pokok bambu muda. Bahkan menurut ibu saya, ada juga yang menambahkan kecombrang sebagai bahan tambahan.



Resep Megono


Resep Megono

Berikut ini adalah resep yang bisa dipraktikkan :




  1. 250 gram (1/4 kilogram) nangka muda cacah - atau bahan lain. Cuci bersih, sisihkan.

  2. 1/4 bagian kelapa yang masih muda, parut - sisihkan.


Bumbu-bumbu halus :

  1. 3 cm lengkuas, parut

  2. 5 scm kencur, parut

  3. 1/2 sdt parutan kulit jeruk purut

  4. 2 buah cabe merah yang diuleg (boleh skip jika ga suka pedas- tapi pasti kurang sedap lah kalau nggak dipake)

  5. 1/2 sdt terasi (boleh skip jika ga suka baunya - tapi pasti kurang sedap lah kalau nggak dipake)


Bumbu tambahan :

  1. 1 batang sereh, geprek

  2. 1 lembar daun salam

  3. 2 lembar daun jeruk

  4. garam & gula secukupnya


Cara membuat :

  • Campur bumbu halus dan kelapa parut, kukus kurang lebih 15 menit supaya megono agak tahan lama

  • Tempatkan nangka muda dalam kukusan

  • Tumpuk dengan campuran kelapa berbumbu

  • Beri sereh, daun salam, dan daun jeruk

  • Kukus kurang lebih 30 menit atau hingga nangka muda empuk

  • Angkat, dan campurkan kedua bahan tadi di wadah tersendiri

  • Beri garam & gula, cicipi

  • Sajikan dengan nasi hangat dan sambal tomat


Tips Supaya Megono Gak Gampang Basi



  • Jangan mengaduk-aduk megono dengan tangan. Pakailah alat seperti centong nasi dari kayu atau plastik. Kalau sudah kena tangan biasanya megono akan cepat basi.

  • Buatlah megono sesuai porsi

  • Megono boleh dihangatkan, tapi mengingat makanan ini mengandung kelapa, sebaiknya tidak sering-sering dihangatkan. Karena alasan kesehatan tentunya.


That's it! Cerita singkat tentang megono, resep dan cara membuatnya. Tidak sulit bukan? Selamat mencoba ya? Bagikan ceritamu tentang megono di kolom komen di bawah ini.

 

13 Comments

  1. baru tau ini soal menggono :) terlihat enak

    ReplyDelete
  2. Seneng bacanya. Gak langsung resep tapi ada ceritanya. Hehehe

    Mohon maaf lahir batin ya Kak Nunoo :)

    ReplyDelete
  3. Makasih kakaaak...Taqobbalallahu minna wa minkum Kakak Lia.. Mohon maaf lahir dan bathin...

    ReplyDelete
  4. Mari dicoba megononya, Nyonya..Hehe

    ReplyDelete
  5. Sebagai cah asli Purworejo aku percaya kalo makanan ini asli dari sono. Jadi ingat kalo pas pulang, pasti beli nasi megono di pasar pagi. Tapi lauknya kurang tuh, biasanya ada gereh atau peyek ikan asin :D

    ReplyDelete
  6. Belum pernah nyobain dech yang namanya nasi megono. Foto makanan di IG mu keren-keren dech.

    ReplyDelete
  7. Saya termasuk sering beli nasi megono karena di samping rasanya cocok, juga harganya yang tidak mahal :)

    ReplyDelete
  8. Nah! itu dia Mbak. Pas ke pasar kemarin lupa beli. Biasanya sih makannya sama gimbal udang. Mau bikin juga nanggung, butuhnya cuma dikit. Hihihi. akhirnya skip deh.

    BTW, thanks legitimasinya, langsung dari Cah Purworejo! Hahaha.

    ReplyDelete
  9. Megono memang bikin yang sudah kenyang jadi laper, yang laper tambah laper. Haha

    ReplyDelete
  10. Makasih Mbak Adel!

    Yuk, jalan2 ke Pekalongan. Menikmati megono di warung kaki lima. Ngemper malem-malem. Sedap!

    ReplyDelete
  11. Betul! Makanan rakyat ya Mas.

    Terima kasih sudah mampir.

    ReplyDelete
  12. makanan wajib buat sarapan nasi megono pekalongan,tapi sekarang sudah berkembang ke angkringan nasi megono yg dijual malam hari, makannya di temani dgn tempe mendoan,dan pepes ikan pindang atau ikan cue... nikmatnya luar biasa

    ReplyDelete

Punya uneg-uneg? Jangan disimpan. Tulis di sini.