Siapa yang belum pernah main ke area Kota Lama di Semarang? Wah, berati kamu nggak kekinian. *dikeplak*. Bukan apa-apa, belakangan kawasan Kota Lama kan memang lagi happening banget ceritanya. Keberadaannya sih sudah lama, tapi Kota Lama makin terkenal karena alih fungsinya menjadi salah satu tujuan wisata sejarah kota Semarang.


Kalau dulu paling cuma kenal Gereja Blenduk, Jembatan Mberok, atau gedung Marabunta, tapi sekarang ada banyak yang bisa dikunjungi dan dinikmati. Beberapa tempat makan akan menawarkan pengalaman wisata kuliner tak terlupakan. Kita juga bisa menikmati suasana santai dan sejuk di Taman Srigunting yang berada tepat di samping Gereja Blenduk. Sementara Pasar Klithikan Padangrani menjadi tujuan wisata baru bagi para pecinta barang antik. Belum lagi mulai ada banyak event yang digelar di Kota Lama. Jadi kurang meriah apa coba Kota Lama Semarang?


baca juga Pasar Klithikan Kota Lama Semarang



Old City 3D Trick Art Museum Semarang


Salah satu yang paling baru di Kota Lama adalah 3D Trick Art Museum Old City Semarang. Terletak di Jalan Letjend Suprapto no. 26 Semarang, museum tipuan mata 3 dimensi ini menjadi tempat seru yang perlu dikunjungi, terutama untuk pecinta eksistensi. Lhoh kok begitu? Iya, soalnya museum ini menawarkan pengalaman berfoto seru yang instagram-able banget untuk pecinta narsis. :D


Terhitung baru di Semarang, tapi museum serupa sebenarnya sudah terlebih dulu ada di beberapa kota besar di Indonesia. Konsep museum tipuan mata ini sudah terkenal di Jogja dan Surabaya. Dan kali ini warga Semarang nggak perlu jauh-jauh ke Jogja atau Surabaya untuk bisa ikut narsis dengan warga sosmed yang lain. Cukup datang ke Kota Lama Semarang dan kita bisa berpose di banyak latar belakang foto lalu unggah ke akun sosmed kita. Whoala! Kita sudah resmi jadi warga kekinian!



Berapa sih harga tiket masuknya?




[caption id="attachment_4393" align="aligncenter" width="700"]Old City 3D Trick Art Museum Semarang Ticket Box[/caption]

Ketika Sabtu kemarin saya jalan-jalan ke Old City 3D Trick Art Museum Semarang bareng sama Wulan dan anaknya Vinyl, tiket masuknya dipatok 40 ribu rupiah per kepala. Nah, waktu si Mbak tiketnya nanya ke Wulan "Ini anaknya usia berapa Ibu?" saya spontan nyamber "2 tahun!". Tujuannya sih siapa tahu bisa gratis atau paling enggak setengah harga. Eh, si Wulan malah jawab 3 tahun. Hahahaha. Jadilah si Vinyl membayar penuh karena aturannya anak usia 3 tahun dikenakan tarif. Akhirnya kami membeli 3 tiket masuk.


Sebenarnya ada ruang tunggu di depan loket yang bisa digunakan untuk duduk-duduk bagi siapa saja yang enggak ikut masuk ke dalam museum. Jadi misalkan 5 orang datang ke museum, terus ternyata duitnya kurang. Ya udah deh, terpaksa 1 atau 2 orang harus nunggu di depan. Nggak apa-apa juga sih, karena ruang tunggunya adem kok. Jadi yang lain foto-foto di dalam, yang nggak ikut masuk bisa manyun di depan. *kasihan* :(


Kalau sudah beli tiket, nanti kita bisa masuk melalui pintu yang ada di samping kanan. Ada petugas yang akan mengecek tiket kita sekaligus memberikan stempel di bagian tangan sebagai tanda kalau kita sudah membeli tiket masuk.



Ada apa aja sih di dalam museum?


Ya tentu saja ada gambar-gambar yang bisa dijadikan latar belakang foto dong ya? Kalau saya hitung-hitung, ada sekitar lebih dari 25 latar belakang dengan beragam gambar yang bisa kita manfaatkan untuk mendapat gambar yang menarik.


Seperti beberapa foto ini nih yang saya ambil di museum 3d Old City




[caption id="attachment_4386" align="aligncenter" width="500"]Old City 3D Trick Art Museum Semarang Main ke Lawang Sewu ketemu walikota Semarang Pak Hendi, ajakin selpih aja![/caption]

[caption id="attachment_4387" align="aligncenter" width="500"]Old City 3D Trick Art Museum Semarang Biar gembrot yang penting lincah![/caption]

[caption id="attachment_4388" align="aligncenter" width="500"]Old City 3D Trick Art Museum Semarang Tenang aja, udah ijin sama Papahnya Vinyl kok..[/caption]

[caption id="attachment_4389" align="aligncenter" width="500"]Old City 3D Trick Art Museum Semarang Maaf tuan shaolin, mumpung bisa mukul begini. Di kehidupan nyata aku pasti yang bonyok.[/caption]

[caption id="attachment_4390" align="aligncenter" width="500"]Old City 3D Trick Art Museum Semarang Vinyl! Kita terperangkap bersama Olaf![/caption]

[caption id="attachment_4391" align="aligncenter" width="500"]Old City 3D Trick Art Museum Semarang Menyeberang Jembatan Kayu di Vienna[/caption]

[caption id="attachment_4392" align="aligncenter" width="500"]Alhamdulillah, Barbie nggak melulu kurus kering. Yang perutnya buncit juga ada! Alhamdulillah, Barbie nggak melulu kurus kering. Yang perutnya buncit juga ada![/caption]

Tips dan trik mendapatkan foto bagus di Old City 3D Trick Art Museum Semarang


Sebenarnya sih enggak ada trik khusus untuk bisa menghidupkan gambar foto yang kita ambil. Kita hanya perlu belajar mengambil gambar dengan sudut yang pas sehingga hasil gambarnya terkesan hidup. Kebetulan di masing-masing latar belakang ada contoh gambar yang bisa jadi rujukan kita. Jadi foto ini semacam panduan "Ooh, jadi begini ya...". Jadi kalau bisa sih jangan ngasal. Coba lihat contohnya dulu, baru ambil gambarnya.


Dalam musem disediakan semacam tangga berbentuk kursi yang bisa kita manfaatkan untuk mengambil gambar dengan ketinggian tertentu sehingga hasil fotonya terlihat nyata. Seperti foto saya di jembatan Vienna, gambar diambil dari posisi yang agak tinggi dan jauh, sehingga latar belakang istana, jembatan, dan air terjun di bawahnya bisa kelihatan. Sementara gambar saya bertarung dengan biksu Shaolin, diambil dari depan saya dengan sudut yang agak miring.


Kalau kamu ngerasa frustasi karena enggak bisa ngambil gambar bagus yang sesuai dengan keinginanmu, kamu bisa minta tolong sama staff yang berkeliaran di dalam museum - yang tujuannya emang membantu pengunjung untuk mengambil gambar. Karena mereka sudah berpengalaman, mereka jadi tahu dari sudut mana gambar diambil. Hasilnya juga lebih bagus dibanding saya ngambil sendiri. Hahaha.




[caption id="attachment_4394" align="aligncenter" width="500"]Old City 3D Trick Art Museum Semarang Woii! Gue bukan bapaknya![/caption]

Ada kejadian lucu pas foto di bagian ini. Ketika si mbak staff udah ngambil beberapa pose di latar belakang yang ini, si Mbak bilang "Sekarang anaknya dicium ya Pak...Bu..." Terus Saya sama Wulan ketawa ngakak. Woooi, saya bukan bapaknya Vinyl! Saya cuma Omnya! Hahaha. Yakaleeee mentang-mentang saya sama Wulan sama-sama berbody gede terus dikira suami istri. Bisa digecek sama mas Sidiq nanti saya! Hahaha.



Kesimpulannya...


Tempat ini sih lumayan bisa jadi salah satu wisata foto-foto yang seru bagi warga Semarang. Dengan 40 ribu rupiah kita bisa puas-puasin ambil foto buat stok postingan di sosmed. Nggak ada durasi maksimal untuk 1 kali kunjungan sih, jadi terserah mau ngabisin berapa lama di sana. Cuma ya kalau sudah ke sana, mungkin saya sendiri nggak akan ke sana lagi karena sudah pernah ambil foto. Kecuali diajak sama yang belum pernah, nah itu lain cerita.


Kekurangan dari tempat ini adalah ketersediaan lahan parkir yang lebih luas. Ada 1 kantong parkir untuk kendaraan roda 2 di dekat jalan utama, tapi untuk mobil masih diparkir di jalan sepanjang depan museum. Jadi untuk yang mau main ke museum 3D ini, bisa parkir juga di dekat taman Srigunting dan berjalan kaki sekitar 100 meter ke museum.


Oh iya, ada 1 gerai teh Tong Tji yang ada di samping gedung museum. Jadi kalau kebetulan lapar habis foto-foto, boleh kok mampir makan di sana. Atau mau makan di tempat lain di sekitaran situ? Jangan kawatir, banyak pilihan tempat makan yang bisa didatangi.


Yuk jalan-jalan ke Old City 3D Trick Art Museum Semarang!

1 Comments

Punya uneg-uneg? Jangan disimpan. Tulis di sini.