Eh, sudah lama nggak update blog! Maklum, orderan blog post lagi seret. *oops! Hahaha. Nggak lah, emang lagi “kehilangan tenaga” buat ngetik aja. Efek puasa kali ya? *dikeplak*. Nah, mumpung saya punya cerita nih, saya mau bagi-bagi ya? Cerita saya kali ini adalah tentang kegiatan mendongeng bareng Listeno yang saya lakukan tanggal 9 Juni lalu.


Mendongeng Bareng Listeno


Mendongeng Bareng Listeno


Jadi, tanggal 9 Juni kemarin saya jalan-jalan ke Jogja memenuhi undangan Listeno. Kebetulan hari itu ada kegiatan singkat di Jogokariyan. Kalau ada yang penasaran dengan Jogokariyan, mungkin kamu perlu googling area ini. Pasti kamu bakal nemu info tentang sebuah jalan yang terkenal dengan kegiatan kampung Ramadhannya. Di wilayah ini banyak sekali orang jualan takjil dan makanan berbuka puasa. Dan salah satu kegiatan yang sering masuk liputan media adalah bagi-bagi makanan untuk takjil gratis yang diselenggarakan oleh Masjid Besar Jogokariyan.


Setiap hari selama bulan puasa, ibu-ibu di sekitar wilayah tersebut bekerja sama untuk mempersiapkan makanan berbuka bagi siapa saja yang mau datang ke Masjid Besar Jogokariyan. Jumlahnya buanyak! Konon kabarnya angkanya mencapai seribu porsi per hari. Menunya pun berganti-ganti setiap hari.


Selain bagi-bagi makanan untuk takjil, selama bulan Ramadhan, ada juga aktivitas yang ditujukan untuk anak-anak. Kebetulan selama ramadhan tahun ini disediakan space untuk mendongeng yang dilakukan oleh salah satu komunitas mendongeng di Jogjakarta (info ini saya dapat dari salah satu panitia). Nah, tanggal 9 Juni 2016 lalu Listeno diberi slot untuk promosi sekaligus memperkenalkan salah satu produk audio booknya yaitu buku dongeng.


Di sinilah peran saya sebagai salah satu voice over Listeno khusus untuk buku-buku dongeng. Saya diserahi tugas oleh Listeno untuk mendongeng singkat sekaligus memperkenalkan apa itu Listeno dan apa saja isinya.



Mendongeng Bareng Listeno


Mendongeng Bareng Listeno


Mulai jam 5 sore acaranya dimulai. Di depan audience yang sebagian besar anak-anak saya mulai mendongeng singkat tentang kisah Nabi Sulaiman A.S dan pasukan semut di depan mereka. Duh! Saya bingung dan deg-degan! Karena kisah tersebut memang tidak terlalu panjang, hanya tentang bagaimana Nabi Sulaiman A.S yang mengerti tentang bahasa semut sehingga pasukannya dipaksa berhenti sampai para semut menyelamatkan diri ketika nabi Sulaiman dan pasukannya lewat di sebuah hutan.


Tapi ya untungnya, mendongeng ala-ala ini cukup lancar (kalau nggak bisa dibilang sukses). Hehehe. Beberapa yang hadir tertarik dengan Listeno dan mencoba untuk mengunduh. Semoga makin banyak yang mengunduh Listeno ya?




[caption id="attachment_4305" align="aligncenter" width="700"]Mendongeng Bareng Listeno Jeci, salah satu tim Listeno sedang menjelaskan tentang Listeno[/caption]

Selain mendongeng, Listeno juga bagi-bagi hadiah lewat games yang digelar. Hadiahnya sih nggak fancy kok. Cuma T-Shirt special edition dan beberapa voucher untuk membeli produk audio book yang berbayar di Listeno. Oh iya, sekedar info aja, kalau beberapa buku yang ada di Listeno memang ada beberapa yang berbayar dan kita bisa membelinya dengan harga terjangkau. Tapi jangan kawatir, banyak juga yang gratis kok!



Mendongeng itu ternyata asyik!


Mendongeng bareng Listeno tempo hari jadi mengingatkan saya pada memori jaman saya masih SD. Saya punya temen namanya Nila. Beberapa kali saya disuruh main ke rumahnya cuma buat mendongeng di depan banyak anak-anak tetangga yang lebih kecil dari saya. Saya duduk di kursi, sedangkan mereka duduk di bawah sambil ngumpul. Dongengnya? Random! Sekenanya dan seingat saya! Hahaha. Tapi mereka senang lho.


Ya, hanya sejauh itu yang bisa saya ingat tentang kegiatan mendongeng. Dan sejak mengisi suara di audio book dongeng Listeno, saya jadi tertarik dengan mendongeng untuk anak-anak. Beberapa kali saya lakukan untuk keponakan di Salatiga. Dan memang, ternyata mendongeng itu menyenangkan!


Walaupun masih amatiran, tapi saya pikir saya punya modal untuk belajar mendongeng dengan lebih baik lagi. Saya senang mendongeng dengan suara yang berbeda-beda untuk menggambarkan karakter yang ada dalam dongeng yang saya bacakan. Saya bisa meniru suara kakek dan nenek, anak-anak, bahkan suara nenek sihir yang jahat! Tapi ya itu, ternyata mendongeng itu memang ada ilmunya. Enggak asal juga sih. Tujuannya supaya dongeng jadi lebih menarik dan anak-anak jadi lebih memperhatikan. Itu yang masih belum saya punya. Dan dari pengalaman tempo hari, saya merasa masih perlu banyak belajar supaya lebih oke lagi saat mendongeng.



Manfaat mendongeng


Sejauh yang saya tahu, mendongeng itu memberikan banyak manfaat untuk anak-anak, bahkan untuk orang tua yang mendongeng bagi putra-putri mereka. Saya tahu bagaimana sibuknya orang tua jaman sekarang, yang bahkan nggak punya waktu untuk sekedar menemani anak-anak mereka saat menjelang tidur. Padahal dongeng dan kegiatan mendongeng memberikan manfaat yang bisa dirasakan dalam jangka panjang.


Beberapa di antaranya adalah :




  • Mampu meningkatkan kemampuan berbicara dan berbahasa mereka. Dongeng bisa mengenalkan banyak kosakata baru bagi anak-anak yang baru mulai belajar berbicara. Dan memperdengarkan dongeng bagi mereka bisa menjadi salah satu cara yang cukup efektif untuk belajar

  • Mengenalkan dongeng, terutama melalui buku-buku dongeng, juga bisa meningkatkan minat baca anak-anak. Buku dongeng bergambar bisa menjadi sarana bagi orang tua untuk mengenalkan buku dan bahan bacaan supaya anak-anak tertarik untuk membaca.

  • Mengembangkan kemampuan berpikir dan menemukan solusi. Saat mendongeng, orang tua bisa berinteraksi dengan anak-anak ketika ada sebuah dongeng yang menggambarkan tokoh utamanya yang sedang tertimpa masalah. Saat ini lah bisa digunakan untuk merangsang kemampuan berpikir anak-anak dan diharapkan mereka bisa belajar problem solving melalui dongeng.

  • Dongeng bisa merangsang krativitas dan imajinasi. Itulah kenapa orang tua juga perlu untuk belajar mendongeng dengan cara yang menarik, supaya anak-anak mampu membayangkan karakter-karakter dan apa yang mereka lakukan dalam dongeng.

  • Selain mampu mengenalkan ide-ide baru, dongeng juga bisa digunakan sebagai sarana untuk belajar tentang nilai-nilai moral melalui cerita-cerita yang ada dalam buku.

  • Dan yang paling penting, melalui kegiatan mendongeng, ikatan emosional antara orang tua dan anak bisa terjalin dengan baik.


Nah, kalau sudah tahu banyak manfaat dari mendongeng, kenapa masih nggak mau meluangkan waktu sejenak untuk mendongeng bersama anak-anak? Cobain deh, pasti bikin ketagihan! Wong saya aja ketagihan pengen mendongeng lagi di depan anak-anak lho? Saya ingin belajar mendongeng dengan lebih baik lagi. Kebetulan karena saya juga punya modal public speaking lewat pengalaman 15 tahun jadi penyiar, kenapa enggak dimanfaatkan?


Kalau misal masih belum PeDe juga, boleh kok download Listeno di smart phone kamu. Terus bisa belajar dengerin dongeng dulu lewat audio book dongeng Listeno. Nanti bisa diceritakan ulang ke anak atau adik di rumah. Seru kan?




[caption id="attachment_4306" align="aligncenter" width="700"]Mendongeng Bareng Listeno Numpang Nampang di depan Mabes Listeno - Maliome[/caption]

Ngomong-ngomong, ada yang punya info soal komunitas mendongeng di sekitaran Semarang nggak ya?


Dan kamu, tertarik mendongeng juga nggak?

2 Comments

  1. jogokariyan yg fenomenal itu yah.. kereen.

    ReplyDelete
  2. Sepertinya one and only Jogokariyan yang itu Kak...

    ReplyDelete

Punya uneg-uneg? Jangan disimpan. Tulis di sini.