[caption id="" align="alignnone" width="960"]manfaat dari kesendirian solitude from pixabay.com[/caption]

Kita hidup dalam dunia yang menuntut kita untuk terus menerus melakukan kontak dengan orang lain. Dan dunia semacam ini pelan-pelan mengikis kemampuan kita untuk melihat banyak hal saat sedang sendiri. Banyak kantor yang senang mendesain meja-meja kerja mereka menjadi kotak-kotak kecil dibandingkan meja-meja kerja satuan dengan alasan supaya orang bisa mudah berkomunikasi dan berbagi urusan pekerjaan mereka dalam sebuah ruang kerja yang terbuka. Bahkan anak-anak sekolah pun dikelompokkan dalam sebuah grup besar.


Dan hal semacam ini menimbulkan kontak yang seakan tak pernah berakhir antar masing-masing orang. Bisa dibayangkan bahwa kegiatan seperti ini menimbulkan kegaduhan, dengan banyaknya informasi yang kita berikan dan terima, baik melalui percakapan langsung maupun melalui teks yang kita kirimkan via media sosial. Bahkan untuk hal-hal sederhana saja seseorang dituntut untuk selalu membaginya melalui instagram atau twitter.


Salah satu hasil dari hubungan sosial yang tak pernah berhenti menyebabkan kita hampir tak pernah punya waktu untuk diri sendiri. Sementara kita diberitahu bahwa bersosialisasi itu adalah sesuatu yang baik, dan berada dengan orang-orang di sekitar kita adalah hal yang bisa melengkapi hidup. Tapi satu yang pasti bahwa sesuatu yang berlebihan pastinya juga kurang bermanfaat.


Seorang filsuf dan penulis asal Prancis yang bernama Jean de la Bruyere pernah mengatakan “Kemalangan manusia muncul saat dirinya menyadari bahwa mereka takut untuk sendirian”.  Padahal sejenak menyendiri bisa memberikan manfaat yang baik bagi mental dan emosional seseorang. Dan untuk bisa menikmati kesendirian, seseorang harus benar-benar belajar menikmati waktunya saat sendiri. Itulah kenapa kegiatan menyendiri dibutuhkan seseorang yang profesional untuk menjalaninya.



manfaat dari kesendirian


Berikut ini 7 manfaat dari menikmati kesendirian





  1. Sebagai sarana pemulihan diri dan sesi “isi ulang”




Hampir sebagian besar dari kita – bahkan ekstrovert sekalipun - butuh untuk memulihkan diri dan mengisi ulang energinya. Tidak ada cara lain yang lebih baik dibandingkan meluangkan waktu untuk menyendiri. Pengalaman saat merasakan kedamaian, ketenangan, dan keheningan jiwa, adalah sesuatu yang penting dalam memulihkan diri dari tekanan-tekanan hidup sehari-hari.





  1. Bisa melakukan apapun yang kita inginkan




Semenyenangkannya menghabiskan waktu bersama dengan orang lain, suatu saat kita tetap dituntut untuk berkompromi dengan mereka. Secara tidak sadar kita diharuskan untuk melakukan banyak hal yang membuat orang lain senang. Kita berusaha memenuhi kebutuhan dan keinginan mereka, bahkan terpaksa setuju dengan pendapat mereka. Dengan menyisihkan waktu untuk sendiri, kita dibebaskan untuk melakukan apapun yang kita ingin lakukan, kapanpun kita ingin melakukannya. Kita boleh memakai baju yang ingin kita pakai, memakan apapun yang kita ingin makan, dan mengerjakan sesuatu yang sangat berarti buat kita, walaupun kebanyakan orang tidak akan menyukainya.





  1. Belajar mempercayai diri sendiri




Kebebasan adalah sesuatu yang lebih dari sekedar bisa melakukan apa yang ingin dilakukan, tapi kemampuan untuk mempercayai naluri kita sendiri dan berpikir jernih tanpa tekanan dan pengaruh dari pihak luar. Menyendiri membantu kita untuk mengenali dan memahami siapa diri kita, apa saja yang sudah kita pelajari, dan hal-hal apa yang tepat untuk kita. Menyendiri mengajarkan kita untuk percaya pada diri sendiri. Ketika bersama orang lain, secara tidak sadar kita selalu mengamati reaksi orang lain untuk mengukur apakah tindakan yang kita lakukan sudah benar atau belum menurut ukuran mereka. Saat kita sendiri, semuanya tentang kita. Kita bisa mengembangkan ide dan opini kita sendiri tanpa harus dicemari oleh pendapat orang lain. Sekali kita belajar untuk menikmati kesendirian, kita akan menemukan kemampuan dari diri kita yang sebenarnya, tanpa harus peduli dengan omongan orang.





  1. Meningkatkan kecerdasan emosional




Kecerdasan emosional adalah kemampuan untuk mengenali dan memahami emosi diri sendiri dan orang lain, dengan tujuan untuk mengatur sikap kita saat menjalin hubungan dengan orang lain. Studi terhadap sejuta orang menemukan bahwa 90 persen orang sukses memiliki tingkat kecerdasan emosi yang tinggi. Kesadaran diri adalah dasar dari kecerdasan emosional dan kita tidak bisa meningkatkan kecerdasan emosional tanpa kesadaran diri tersebut. Kesadaran diri membutuhkan pemahaman pada emosi pribadi dan bagaimana bereaksi pada situasi dan orang-orang di sekitar kita. Caranya? Dengan meningkatkan kemampuan melihat refleksi diri sendiri, dan ini hanya bisa dilakukan ketika kita sendiri.





  1. Meningkatkan kepercayaan diri




Menikmati waktu sendiri adalah sebuah cara untuk meningkatkan kepercayaan diri. Kalau kita sudah mulai bosan dan resah dengan diri kita, mudah untuk menyimpulkan kalau kita sedang bosan dan butuh orang lain untuk membuat kita senang. Padahal belajar menikmati kesendirian adalah cara yang baik untuk meningkatkan kepercayaan diri sekaligus konfirmasi bahwa sesekali tanpa orang lain pun semuanya akan baik-baik saja.





  1. Mampu menghargai orang lain




Ketidakhadiran kita di tengah keramaian membuat hati kita semakin dekat dengan diri sendiri. Dengan menikmati waktu sendiri kita bisa melihat orang lain dari sudut pandang yang berbeda, dan hal ini mampu membantu memperbarui pendapat kita akan kehadiran orang lain dalam kehidupan kita. Hal ini juga membantu kita untuk lebih mensyukuri kehadiran mereka dan apa yang mereka lakukan.





  1. Bekerja dengan lebih baik




Orang bilang, “banyak tangan membuat pekerjaan menjadi lebih ringan”. Dalam beberapa hal memang benar, tapi untuk jenis pekerjaan tertentu justru sebaliknya. Terkadang bekerja dengan banyak orang justru kurang efektif, karena kebanyakan orang merasa ide mereka terhambat dan mereka tidak bisa menampilkan hasil kerja yang memuaskan. Dengan menghabiskan waktu sendiri kita bisa belajar untuk mengurangi faktor pengalih perhatian dan memastikan bahwa pekerjaan bisa selesai tepat waktu karena tidak banyak orang yang ikut campur tangan.


Demikianlah, di tengah-tengah kehidupan yang berjalan sangat cepat, dengan banyak orang di sekitar kita, ketenangan adalah sesuatu yang kita butuhkan. Menikmati waktu sendiri adalah cara yang baik untuk berhenti sejenak dan memberi waktu bagi diri sendiri untuk melihat lebih dalam ke dalam diri kita dengan sudut pandang yang berbeda.


Ternyata sendiri tidak seburuk itu bukan?


Sudah siap untuk menikmati “ME TIME”?


Diterjemahkan secara bebas oleh Nuno Orange dari artikel yang ditampilkan dalam situs www.huffingtonpost.com. Silakan baca artikel aslinya di sini.

10 Comments

  1. yang paling ngefek itu belajar percaya pada diri sendiri soalnya nyambi mengasah kemandirian kita juga

    ReplyDelete
  2. iyaa me time itu perlu banget sih kalau menurut aku..dan biasanya sebelum tidur itu me time yang menurut aku paling pas....

    ReplyDelete
  3. I feel like I need me time, right now :(

    ReplyDelete
  4. Take ur time Kak...pleaseeee...take ur time...

    ReplyDelete
  5. lhah apakabar kesendirianku selama 12 tahun ini?? hohohoho
    Sendiri tapi tak sepi

    uhuk

    ReplyDelete
  6. emang kadang perlu buat sendiri merenungi... biar fresh
    saya sih biasanya ke pantai atau gunung triak sekeras-kerasnya biar bisa plong

    ReplyDelete
  7. jika kita telah tau betapa menyenangkannya kesendirian itu, kita akan ketagihan. aku suka bgt menghabiskan waktu sendirian kalau sendang penat dengan kehidupan hehe

    ReplyDelete
  8. Noted. Pas makan aku juga suka sendirian kecuali pas ditraktir, hahah

    ReplyDelete

Punya uneg-uneg? Jangan disimpan. Tulis di sini.