Sebelum ngobrol lebih jauh tentang reksa dana Manulife, saya sedikit mau ngomongin keuangan pribadi dulu ya. Nah, kalau sudah ngomongin soal keuangan, saya bisa jadi sangat tertarik sekaligus sedih dan khawatir. Betapa tidak, saya merasa seperti ditampar karena selama ini sering sekali melakukan banyak kesalahan dalam mengatur keuangan pribadi. Dan parahnya, kesalahan ini saya lakukan tanpa sama sekali saya sadari. Tahu-tahu saya tidak menemukan sepeserpun (kecuali jumlah nominal) di dalam rekening tabungan saya. Dan saat itu saya merasa cemas.


Sebenarnya saya sendiri bisa bilang bahwa awareness mengenai kemapanan finansial itu penting. Eh, terlalu muluk-muluk ya kalau saya sebut kemapanan? Bagaimana kalau, keamanan finansial saja? Ya, karena untuk menuju taraf mapan buat saya mungkin masih jauh. Tapi yang paling penting saat ini adalah bicara soal keamanan finasial. Dan menatap saldo kosong dalam tabungan sama buruknya dengan tidak mempunyai tabungan sama sekali. Dan menurut saya kondisi seperti itu tidak aman sama sekali.


Untuk bujangan seperti saya, godaan menghabiskan uang gaji untuk bersenang-senang sangat besar. Keinginan (bukan keperluan) membeli barang-barang konsumtif sering muncul tanpa memedulikan kondisi keuangan saat itu. Bahkan kalau perlu, saya bisa kredit. Entah melalui kartu kredit (untung saya tidak punya) atau melalui tawaran kredit bunga lunak di koperasi kantor.


Padahal bacaan bertema keuangan yang pertama kali saya baca adalah buku populer karya Robert T Kiyosaki yang berjudul Rich Dad Poor Dad. Saya masih ingat bahwa buku itu membahas mengenai beberapa kesalahan persepsi banyak orang mengenai investasi. Saya bahkan pernah berdiskusi dengan ibu saya tentang bagaimana mengatur keuangan dan pentingnya berinvestasi. Meskipun pada akhirnya tidak menghasilkan keputusan apa-apa. Tapi sampai sekarang hal-hal seperti itu masih membuat saya tertarik.


Reksa dana Manulife


Itulah kenapa saya mengiyakan untuk datang ketika diundang oleh komunitas blogger Gandjel Rel pada hari Minggu tanggal 6 Maret lalu. Selain karena disana ada syukuran ulang tahun pertama komunitas blogger perempuan asli Semarang, ada juga bincang-bincang mengenai reksa dana dari Manulife Asset Management Indonesia.


Sejak beberapa tahun belakangan ini saya cukup tertarik dengan produk reksa dana. Sempat mencari informasi mengenai produk reksa dana di beberapa bank, tapi masih belum tahu bagaimana memulainya. Investasi saya selama ini masih sebatas menabung dan membuka tabungan rencana. Itupun masih sering gagal di tengah jalan karena tabungan rencananya sering saya tutup sebelum jatuh tempo. Bukan investasi yang baik dong ya kalau begitu?



Reksa Dana Manulife


Nah, di acara syukuran Gandjel Rel yang juga bertema Bincang Investasi : Cicil Masa Depanmu Dari Sekarang dijelaskan tentang perilaku boros kebanyakan orang dan pilihan investasi yang masih dianggap kurang tepat. Dalam kesempatan itu Mas Surya dari Manulife Reksadana menjelaskan tentang Tiga Langkah Sadar Investasi dari Reksa Dana Manulife yaitu 3i.




[caption id="attachment_3959" align="aligncenter" width="543"]Reksa dana Manulife 3i[/caption]

Apa itu 3i? 3i adalah Insyaf, Irit, dan Invest. Kurang lebih sih tentang bagaimana kita musti sadar dan insyaf dengan perilaku kita yang selama ini “membahayakan” finansial. Dalam bahasan ini saya jadi agak merasa disindir, karena malam sebelumnya saya baru saja membeli parfum berharga ratusan ribu (nggak pamer lho ini). Begitu dengar tentang bahasan konsumtif seperti yang dituturkan oleh Mas Surya, saya jadi pengen balikin parfum itu ke tokonya kalau boleh. :D


Insyaf keuangan ini berarti menyadari kalau selama ini saya membelajakan uang dengan tidak bijak. Walaupun terkadang sadar, tapi saya akui saya memang belum insyaf sepenuhnya. Dan begitu mendengar penjelasan dari Manulife, saya jadi mulai tergerak untuk mulai insyaf dan melakukan langkah berikutnya yaitu IRIT.


Sebenarnya sih saya ini bisa irit lho? Beneran! Cuma ya itu, kadang-kadang aja sih iritnya. Hehehe. Oh iya, Mas Surya juga menjelaskan tentang perbedaan IRIT dan PELIT. Nggak perlu saya jelaskan ya apa itu IRIT dan apa itu PELIT? Yang pasti, dengan IRIT kita masih bisa menikmati hidup, tapi dengan cara yang cerdas. Intinya, yang namanya IRIT itu adalah membelanjakan uang yang kita punya dalam jumlah yang lebih kecil daripada penghasilan kita. Kalau selama ini kita kenal peribahasa BESAR PASAK DARIPADA TIANG, itulah perilaku yang sama sekali tidak IRIT. Apalagi kalau sampai harus gali lubang tutup lubang.


Pertanyaannya adalah : Apakah saya sudah berhasil IRIT? Kadang-kadang. Tapi saya akan berusaha ke depannya lebih baik dalam mengatur keuangan. Janji deh. Supaya apa? Supaya saya juga punya dana buat INVEST.


Ini adalah I yang ketiga. Kalau sudah INSYAF dan IRIT, jangan sampai duitnya nggak diINVEST. Selama ini banyak di antara kita yang lebih suka menabung di bank dan menganggap kegiatan itu sebagai investasi masa depan. Nggak ada yang salah sih dengan kegiatan menabung di bank. Tapi bisa dibilang ini bukan investasi lho? Apalagi kalau sudah ngomongin soal pengaruh inflasi dan potongan biaya administrasi. Terlebih kalau jumlah uang yang ditabung nggak seberapa. Bukannya malah nambah, kebanyakan duit yang kita simpan di tabungan malah makin berkurang. Sering kan nemuin kejadian kayak gini?


Reksa dana Manulife


Jenis investasi saat ini memang banyak. Ada asuransi, tabungan berjangka, deposito, investasi logam mulia, pasar saham, dan masih banyak lagi. Salah satunya adalah REKSA DANA. Nah, ini nih yang kemarin sempat diobrolin sama Manulife Asset Management Indonesia. INVESTASI REKSA DANA MANULIFE.


Apaan sih ini? Jadi, reksa dana Manulife adalah salah satu produk dari Manulife Indonesia dimana kita bisa mengalokasikan dana yang kita punya untuk diatur oleh Manajer Investasi di berbagai instrument dan kelas asset. Ya macam nabung gitu deh. Serunya lagi, kita bisa mulai berinvestasi di Reksadana Manulife mulai dengan 100 ribu sebulan. Terjangkau bukan?


Kenapa Reksa dana? Karena reksa dana merupakan bentuk investasi yang terdiversifikasi. Artinya dana yang kita tempatkan akan dikelola ke dalam beragam instrumen dan kelas asset yang berbeda sehingga resikonya lebih terkendali. Selain itu Reksadana ini relatif lebih mudah dikelola oleh investor karena dana yang ada sudah diatur dan dikelola oleh manajer investasi professional dan berpengalaman. Administrasinya pun dilakukan oleh Bank Kustodian di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan.


Apa itu Bank Kustodian? Menurut Pakdhe Wiki, bank kustodian adalah lembaga yang bertanggung jawab mengamankan aset keuangan dari suatu perusahaan atau perorangan. Bank ini lah yang akan bertindak sebagai tempat penitipan kolektif dari aset seperti saham atau obligasi. Kalau bank kustodian yang bekerjasama dengan Manulife adalah Deutsche Bank.


Apakah investasi reksa dana itu repot? Kata Mas Surya dari Manulife sih enggak. Karena kita hanya menyediakan dana investasi (yang bisa kita atur sendiri jumlahnya), dan nantinya akan dikelola oleh manajer keuangan profesional. Mereka juga akan memberikan laporan dari nilai investasi kita tanpa kita perlu repot-repot memantau dan mengelola investasi kita sendiri.


Nggak takut terjebak dalam investasi bodong? Nggak takut rugi terus dana investasinya tiba-tiba hilang? Hmm..reksadana ini relatif lebih aman kok. Lagipula, bukankah sudah ada Otoritas Jasa keuangan yang menjamin dana kita? *wink-wink


Setelah mendengarkan penjelasan singkat dari Mas Surya saya jadi tertarik untuk mulai menyisihkan uang gajian saya. Oh, nggak cuma saya, Sovi – rekan kerja saya yang hadir dalam acara tersebut, juga mulai tertarik untuk membuka reksa dana. Kebetulan banget nih, dalam acara tersebut saya berhasil menang LIVE TWEET! Hadiahnya? Dana sebesar 300 ribu sebagai starter pack investasi reksa dana saya di Manulife. Sedangkan Sovi dapat 100 ribu dalam bentuk dana yang sama karena menang games. Lumayan nggak sih? Lumayan banget lah.


Dan siang itu pun kami berdua langsung mengurus aplikasi untuk membuka akun reksa dana di Manulife. Saya pikir, kalau nggak sekarang, mungkin saya nggak akan mulai. Meskipun sering saya berpikir “Saya hidup untuk hari ini, dan nggak perlu khawatir dengan masa depan”, tapi jujur saja kadang saya masih agak takut jika suatu saat nanti saya nggak punya tabungan sebagai jaminan sekuritas keuangan saya. Yaaa..jadi orang jangan saklek-saklek banget lah ya?



Tips Berinvestasi


Berikut ini adalah tips dari Manulife Assets Management tentang bagaimana mengatur keuangan pribadi dan keluarga :




  1. Pay Yourself First


Bikin prioritas. Amankan dana untuk investasi, baru gunakan lainnya untuk senang-senang. Sudah tahu pengaturannya kan? Berapa persen untuk ditabung, berapa persen untuk kebutuhan? Nah, kalau selama ini saya mikirnya belanja dulu baru investasi, sekarang harus dibalik. Sisihkan dulu buat investasi dan bayar ini-itu, sisanya baru deh buat kebutuhan dan kepentingan. Kalau emang mentok di kebutuhan, ya keinginannya musti ditunda dulu.




  1. Investasi Reguler


Mulai sekarang musti mikir investasi bulanan dan menjadikan ini sebagai investasi reguler. Karena menurut Manulife, investasi seperti ini akan menyebabkan kita berinvestasi pada harga yang berbeda setiap bulannya, baik harga tinggi maupun rendah. Dengan begitu, portofolio investasi kita tidak terlalu terekspos pada naik-turunnya pergerakan harga di pasaran. Investasi reguler relatif lebih baik untuk mengembangkan nilai investasi jangka panjang lho.




  1. Act Now


Jangan menunda untuk berinvestasi! Begitu kata Manulife. #DuhDek, saya sudah lama menunda! Makanya sekarang saya mulai membuka reksa dana. Karena menunda itu mahal harganya. Makin menunda untuk berinvestasi makin banyak yang harus kita sisihkan dari pendapatan kita setiap bulan untuk mencapai tujuan kita. Ya yang namanya investasi itu kadang berpotensi untung, kadang juga rugi. Tapi, JELAS RUGI KALAU NGGAK INVESTASI!




  1. Disiplin


Nah, bagaimana disiplin dalam berinvestasi? Gampang! Jaman sekarang kita bisa memanfaatkan fasilitas auto debet di bank kok. Jadi setiap tanggal tertentu, dana tabungan kita akan terdebet otomatis. Sehingga buat yang gampang lupa, dana untuk investasi sudah disisihkan secara otomatis. Membantu sekali bukan?


Jadi begitulah tips yang dibagi oleh Manulife Assets Management Indonesia seputar investasi keuangan. Saya jadi mantap untuk memulai investasi reksa dana di Manulife Reksadana. Kenapa? Karena selain TERJANGKAU dan AMAN, dana yang dikelola oleh Manulife Reksadana bersifat FLUID alias BISA DICAIRKAN KAPAN SAJA dengan cara yang enggak ribet!


Terima kasih Gandjel Rel, sudaha mengundang saya di acara syukuran ultah yang pertama. Saya jadi bisa seru-seruan, dapat hadiah, dan tambahan ilmu tentang keuangan. Semoga ke depannya Gandjel Rel makin maju ya? Walau saya nggak bisa gabung (karena ini khusus buat emak-emak), tapi saya pasti akan mendukung eksistensi komunitas ini. Tetap aktif ngeblog ya!



BIAR NGGAK NGGANDJEL!

14 Comments

  1. Selamat atas investasi perdananya Mas Nuno! Aku udah mau dua tahun punya reksadana, tapi belom ngerti-ngerti banget. Hehehe. Percayakan aja ke bank dan MI-nya.

    Semoga kita nanti tua bisa nikmatin hasilnya ya

    ReplyDelete
  2. 2 Tahun!?!?!?!? Yaaaaa aku ketinggalaaaaaan!!! Shoot!

    ReplyDelete
  3. Wih mas nuno keren! Aku jg punya investasi di manulife reksadana (itu tuh yg obligasi bukan ya?) tp masih bingung ampe skrg maksudnya gmn..
    Lg tertarik sama investasi yg bentuknya kyk asuransi nih, ada ide gak mas?

    ReplyDelete
  4. Kalo reksadana manulife sih katanya dipecah2 ke berbagai instrumen investasi. Kalo asuransi aku udah pernah ikut di Mandiri, asuransinya sekaligus investasi. Sekian persen ke asuransi sekian persen ke investasi. Begitu...

    ReplyDelete
  5. Aseek Nuno jagonya livetwit niih. Aku udah 6bulanan ini punya reksa dana Manulife. MUdah2an berkah bisa buat investasi beberapa tahun mendatang, aamiin :)

    ReplyDelete
  6. Aku udah nyicil yang asuransi+investasi. Sudah jalan dua tahunan sepertinya.
    Skrg mau coba yg pure investasi biar cpt mapan & suami makin tampan. #lho

    ReplyDelete
  7. Hahha...hasyem...suami makin tampan owk yaa...btw, Aku udah pernah asuransi dan investasi mbak..jalan 2 tahun juga dan karena B.U lalu tak tutup...hihihi...

    ReplyDelete
  8. Aku ndak mau kalah ah...masak iya kalah perhitungan sama Mak Irit...pokoknya investasi yg ini harus jalan..hahaha

    ReplyDelete
  9. Sini, sy siap menerima parfumnya, nanti biar pak suami yg pakai, hihihi. Makasih ya sudah datang :)

    ReplyDelete
  10. halo mas..salam kenal..
    Tips investasinya oke nih, cukup ringan dan mengena. Setuju banget bahwa kalo pas investasi kita ga boleh saklek. Karena itu bisa menjadi boomerang buat kita..

    Salam

    ReplyDelete
  11. Halo Mas, salam kenal. Terima kasih sudah berkunjung. Semoga program investasi saya berhasil ya? Hehehe

    ReplyDelete
  12. Mas nuno, mau tanya dong untuk buka ini syaratnya apa aja dan daftarnya dimana ya? terima kasih. lagi minat banget mau buka reksadana.. hehhee

    ReplyDelete
  13. Silakan bisa hubungi nomer hotlinenya Manulife, nanti bisa tanya2 di sana. Syaratnya sih paling foto kopi KTP, terus nanti ada data2 yang kudu diisi, dan kamu harus punya tabungan di salah satu bank yang bekerjasama dengan Manulife. Simpel kok.

    Selamat berinfestasi ya. Kalo udah kaya, jangan lupa traktir2 lho. Hehehe.

    ReplyDelete
  14. Kebetulan kuliah ambil bisnis. Di matakuliah emg dijelasin klo reksadana salah satu bentuk investasi. Tpi blm perna nyoba. Klo emg modal dikit gt berarti buat mahasiswa bisa dong ya. Emang reksadana di manulife selalu dominan untung ya kak? Coment dong yg udah join. Thank you

    ReplyDelete

Punya uneg-uneg? Jangan disimpan. Tulis di sini.