Bagi penggemar novel roman klasik nama Jane Austen sudah tidak asing lagi. Meski karyanya tidak terlalu banyak, namun buku karangan Jane Austen menjadi sebuah karya sastra yang mendapat tempat di antara pecinta literasi. Beberapa diantaranya bahkan sudah diangkat ke layar lebar. Mungkin kamu masih ingat dengan Sense and Sensibility yang dibintangi oleh Emma Thompson? Atau salah satu judul novel karya Austen yang paling populer, Pride and Prejudice dimana filmnya pernah dibuat dalam beberapa versi?


Sekilas mengenai Jane Austen, novelis kelahiran Inggris 16 Desember 1775 ini telah menghasilkan beberapa novel yang hampir semuanya bercerita tentang kondisi perempuan Inggris pada jamannya. Dibesarkan oleh keluarga yang mementingkan pendidikan, Jane mendapatkan asuhan dari Ayah dan saudara-saudara lelakinya yang saat itu memberikan kebebasan bagi Austen muda untuk berkarya, salah satunya di bidang penulisan. Maka lahirlah novel-novel yang sangat populer seperti Sense and Sensibility, Pride and Prejudice, Mansfield Park, dan Emma. Kebanyakan dari novelnya bercerita tentang sosok perempuan dalam kehidupan sosial masyarakat Inggris pada waktu itu. Austen sering menyoroti kondisi perempuan Inggris yang merasa bahwa pernikahan adalah sesuatu yang penting demi posisi sosial dan status ekonomi. Beberapa tokoh utama dalam novel Austen digambarkan sedikit rebel dan cukup menentang pandangan seperti itu. (sumber : wikipedia)




[caption id="attachment_3919" align="aligncenter" width="750"]Pride And Prejudice And Zombies Pride And Prejudice And Zombies - Source http://shsthepapercut.com[/caption]

Lalu bagaimana jika karya Austen ditulis ulang dengan gaya parodi? Maka terbitlah Pride And Prejudice And Zombies ditahun 2009. Seorang novelis yang juga penulis naskah film bernama Seth Grahame-Smith menulis sebuah mash up dari karya Jane Austen. Seth yang juga merilis Abraham Lincoln – Vampire Hunter (juga sudah difilmkan), memadukan kisah keluarga Bennet dengan Zombies yang menyerang dataran Inggris. Do you believe it?



Pride And Prejudice And Zombies


Pride And Prejudice And Zombies berkisah tentang gadis-gadis dari keluarga Bennet. Elizabeth, Jane, Kitty, Lidya, dan Mary adalah 5 bersaudara anak dari keluarga Bennet yang tidak hanya cantik, tapi juga mematikan. Oleh ayahnya mereka dikirim ke Tiongkok untuk belajar bela diri kungfu. Tujuannya adalah supaya mereka bisa melindungi diri sendiri dari serangan Zombie yang saat itu sedang mewabah di seluruh daratan Inggris.


Zombies pun dilokalisir di sebuah tempat bernama In Between, dimana sebuah area dibangun dengan tembok besar sebagai salah satu tempat untuk mengendalikan para zombie. Mayat hidup ini diberi makan otak babi sehingga keinginan mereka untuk memangsa manusia juga berkurang.


Sementara itu seorang pria bernama Darcy yang berpangkat kolonel juga menjadi pemburu Zombie dan mencegah wabah ini menyebar. Suatu malam kelima gadis keluarga Bennet menghadiri undangan pesta dari seorang pemuda pewaris harta keluarga bernama Mr. Bingley. Dan disanalah Elizabeth bertemu dengan Kolonel Darcy. Meski keduanya merasa jatuh hati pada pandangan pertama, tapi baik Elizabeth maupun Darcy terlalu angkuh untuk mengakui bahwa mereka saling tertarik. Terlebih lagi ketika malam itu zombie menyerang kediaman Bingley dan merusak pesta dansa tersebut.


Kisah pun berkembang dengan fokus pada Elizabeth dan Darcy yang saling tarik ulur dengan perasaan mereka. Apalagi Darcy kemudian meminta Bingley untuk pergi menjauh dari Jane karena takut kalau keluarga Bennet sengaja mengumpankan Jane untuk mendapat kekayaan dari keluarga Bingley. Padahal saat itu Jane dan Bingley sudah saling jatuh cinta. Elizabeth makin membenci Darcy karena dianggap turut campur dalam hubungan asmara adiknya dengan Mr Bingley.


Saat itu datanglah Mr Wickham dalam kehidupan Elizabeth. Sepertinya Elizabeth juga tertarik dengan Mr Wickham, tapi kemudian menyadari bahwa Mr Wickham tidak sebaik kelihatannya. Ternyata Wickham menyimpan niat jahat terhadap keluarga Bennet dan Darcy. Bagaimana kisah cinta Elizabeth Bennet dan Mr Darcy di tengah-tengah serangan Zombie yang semakin ganas? Kamu sebaiknya nonton sendiri film ini.



What I Said


Pride and Prejudice and Zombies adalah salah satu film parodi serius (parodi kok serius?) setelah Abraham Lincoln Vampire Hunter yang juga ditulis oleh Seth Grahame-Smith. Keduanya mengambil latar belakang tokoh populer yang dipelintir plotnya sedemikian rupa. Kalau di Abraham Lincoln Vampire Hunter kita akan melihat sepak terjang salah satu Presiden Amerika paling populer, yang ternyata punya kehidupan lain dan tak banyak orang tahu, yaitu sebagai pembasmi manusia penghisap darah, di PAPAZ kita tidak akan melihat gadis-gadis dari keluarga Bennet dalam gambaran yang manis. Kelima anak perempuan Bennet menjadi sosok Femme Fatale yang lebih akrab dengan senjata tajam dibandingkan sendok dan garpu. Tidak hanya anggun dalam jamuan makan malam dan pandai berdansa, namun mereka juga cekatan dan ganas ketika berhadapan dengan mayat hidup.


Meskipun agak membuyarkan bayangan tokoh wanita aristokrat dalam karya asli Jane Austen, tapi Seth Grahame-Smith membawa sosok wanita dalam novel Pride And Prejudice setingkat lebih tinggi. Tidak hanya tajam dalam pemikiran, tapi juga tangguh secara fisik. Entah apakah ini akan dianggap sebagai penghargaan bagi tokoh dalam novel karya Jane Austen atau justru melihatnya sebagai olok-olok? Saya sih malah cenderung melihatnya sebagai sebuah apresiasi karena bagaimanapun kondisi wanita jaman modern juga digambarkan secara pas oleh Grahame-Smith. Saya yakin Jane Austen pasti tidak akan keberatan. :D


Walaupun menggunakan embel-embel Zombies, film ini tidak melulu menyuguhkan adegan aksi pembasmian zombie, tapi drama percintaan antara Elizabeth dan Darcy juga mendapat porsi yang cukup. Karena tentu saja kita tidak bisa bicara soal Pride And Prejudice tanpa menyinggung soal kisah asmara antara mereka berdua.



Behind The Scene


PAPAZ sudah mulai didengungkan pada tahun 2009 dan rencananya Natalie Portman akan menjadi pemain utama dalam film ini. Tidak hanya berperan sebagai Elizabeth, tapi Portman juga dikabarkan akan menjadi produser dengan Lionsgate sebagai distributor. David O Russel didapuk sebagai sutradara tapi kemudian mengundurkan diri karena alasan jadwal yang bentrok. Natalie Portman pun mengundurkan diri dari peran utama meskipun masih akan menjadi produsernya. Akhirnya penulis naskah sekaligus Sutradara Burr Steer (17 again) setuju untuk menggarap film ini dengan mengubah naskahnya menjadi lebih bernafas Pride And Prejudice.


Kemudian muncullah nama Lily James (Cinderella) sebagai Elizabeth Bennet. Sementara peran Darcy jatuh pada Sam Riley yang sebelumnya kita lihat di banyak film salah satunya sebagai Dieval (manusia jelmaan gagak) di film Maleficent.


Syutingnya sendiri dimulai pada September 2014 di Buckinghamshire dan Hertfordshire, Inggris.


https://www.youtube.com/watch?v=foGraEVNI0s

Buat saya sendiri PAPAZ cukup menarik, meskipun diluar ekspektasi dari trailer yang saya tonton. Sebagai film hiburan, boleh juga. Tidak terlalu mengecewakan.



Alert : Meskipun sebagian besar drama dengan bumbu humor, tapi film ini juga mengandung adegan-adegan yang tidak cocok untuk anak-anak. Terdapat adegan menggunakan senjata tajam dan api yang cukup mengagetkan dan mungkin agak mengganggu bagi sebagian penonton.

5 Comments

  1. saya sudah baca pride and prejudice juga, pernah nonton filmnya juga yg versi asli :)

    ReplyDelete
  2. Dasarnya memang Pride And Prejudice yang orisinal memang ada sedikit humornya ya Mbak. Saya malah nonton yang versi India (tapi berbahasa inggris). Lucu juga..Salam kenal Mbak.

    ReplyDelete
  3. Pas nonton film ini aku lebih banyak senyum-senyum, buatku film ini humor banget, karena tahu aslinya Pride and Prejudice adalah kisah drama dan tiba-tiba jadi seperti ini. Setuju banget sih, kalau film ini gak cocok untuk anak-anak, terutama kalau melihat gaya becanda dan latihan gadis-gadis keluarga Bennet. Sadis, mukulnya beneran! hahaha *ya iyalah mukul mah beneran*

    ReplyDelete
  4. Konon kabarnya malah film ini bakal full action, tapi skripnya diubah sama sang sutradara dan tetep masukin unsur pride and Prejudice orisinil..

    ReplyDelete
  5. sy sangat suka film ini tp belum terbit ya bukunya di indo. Dan ingin bertanya krn bnyk gambar Darcy dan Elizabeth menari berdua, tp sy tak melihat itu dlm adengan mana pun. Knp bgitu ya?

    ReplyDelete

Punya uneg-uneg? Jangan disimpan. Tulis di sini.