Kota Semarang - sama seperti kota bersejarah lainnya di Indonesia, menyimpan banyak spot nostalgic yang layak dikunjungi. Sekedar ingin melihat-lihat, belajar tentang sejarah, atau hanya sekedar merasakan nuansa nostalgia penuh kenangan lama dari masa lalu. Tempat-tempat ini tidak melulu hanya berhubungan dengan kejadian luar biasa yang pernah menjadi bagian dari masa lalu kota Semarang seperti di wilayah Kota Lama misalnya, atau Tugu Muda dan Lawang Sewu-nya yang begitu ternama, tapi Semarang juga menyimpan sesuatu yang bernilai di beberapa aspek, salah satunya adalah tentang kuliner.


Toko Oen SemarangToko Oen adalah salah satu dari beberapa hal yang istimewa dari Kota Semarang. Rasanya agak susah untuk memisahkan Toko Oen dengan Semarang karena tempat makan yang satu ini bisa dibilang sudah menjadi sesuatu yang iconic. Meskipun awalnya tidak didirikan di Semarang, tetapi untuk warga lokal Semarang dan pendatang, menjadikan Toko Oen sebagai salah satu tempat jajan yang wajib dikunjungi.



Toko Oen Semarang


Menurut beberapa literatur yang saya baca, Toko Oen dibuka pertama kali di Jogja pada tahun 1910 oleh seorang wanita bernama Liem Gien Nio. Berlokasi di Jalan Tugu Kidul, toko yang diberinama berdasarkan nama dari suami Nyonya Liem yaitu Oen Tjok Hok adalah sebuah toko kecil yang berkembang cukup pesat dijamannya. Dan 16 tahun kemudian cabang Toko Oen dibuka di Semarang, tepatnya pada 16 April 1936. Letaknya di Jalan Pemuda no 52 yang dulu dikenal dengan nama wilayah Weg Bodjoeng. Sampai sekarang lokasi Toko Oen masih belum bergeser, meskipun pengelolanya sudah diserahkan kepada cucu dari Nyonya Liem.


Beberapa cabang sempat dibuka di berbagai kota seperti Jakarta dan Malang. Namun sayang, cabang-cabang tersebut ada yang tutup, ada pula yang dialih kelolakan ke pihak lain diluar dari Keluarga besar Nyonya Liem dan Tuan Oen. Bisa dibilang hanya cabang di Semarang yang masih menjadi milik keluarga besar Oen.


Toko Oen SemarangYang unik dari Toko Oen adalah keautentikannya yang begitu dijaga dengan baik. Gedung yang ada di Jalan Pemuda pun sepertinya masih terawat dengan baik. Eksterior dan Interiornya begitu kuno dan homy. Begitu kaki menjejak masuk ke dalam, kita akan bertemu dengan display makanan berupa toples-toples kaca berisikan banyak camilan berupa kue kering bikinan rumah dan sajian khas eropa yang menggoda lidah.


Suasananya begitu temaram dimalam hari, dengan nuansa rumah kolonial yang beratap tinggi dan lapang. Kita akan merasakan kelegaan yang luar biasa dari interior gedung ini. Beberapa kursinya pun begitu klasik. Saya rasa banyak dari kita yang sudah jarang bertemu dengan barang-barang seperti itu. Lantainya memang ada yang sudah direnovasi dengan keramik modern, tapi masih ada beberapa bagian yang asli lantai tegel marmer. Adem banget lah pokoknya.


Toko Oen SemarangBeberapa pelayan yang cukup cekatan akan menawarkan kita buku menu dengan banyak pilihan menu. Mulai dari menu lokal sampai eropa. Mulai dari gado-gado sampai steak dan spaghetti semuanya ada. Tapi memang, berdasarkan namanya Toko Oen Restaurant, Ice Cream Palace, & Pattisserie, Toko Oen lebih menonjolkan sajian desert atau makanan penutup sebagai signature dish mereka.


Toko Oen SemarangMeskipun begitu saya tetap memesan masakan chinese food. Saya sendiri sempat heran, jauh-jauh datang ke Toko Oen kenapa memesan Kwetiau Goreng Spesial? :D Tak habis pikir dan tak berhenti tertawa, tapi memang saya ingin mencoba masakan oriental dari Toko Oen, meskipun tetap memesan beberapa menu lainnya yang sesuai dengan budget tentunya. :D


Beberapa menu yang semalam saya pesan bersama dengan teman-teman adalah Nasi Goreng Spesial, Spaghetti Aglio Olio Pepperocino, Es Krim Oen Symphony, Fried Cassava dan Poffertjes khas Toko Oen. Nah, bagaimana kesan-kesan saya pada hidangan-hidangan tersebut?


Toko Oen SemarangSecara singkat mungkin saya bisa mengatakan bahwa untuk sajian main course-nya tidak ada yang terlalu istimewa dari segi rasa. Kwetiau Goreng Spesial yang saya pesan porsinya memang cukup banyak. Tekstur kwetiaunya juga tidak terlalu kenyal, tapi juga tidak getas seperti kebanyakan kwetiau yang biasa kita temui di warung-warung penjual bakmi Surabaya. Digoreng dengan tambahan telur orak arik, ayam, dan kekean. Untuk ukuran saya, bumbu dalam kwetiau goreng spesial ini terasa kurang legit. Saya adalah pecinta saus pedas dan kecap. Takaran kecap dan sausnya agak kurang buat saya. Itulah kenapa ketika saya tambahkan ke dalamnya, Kwetiaunya lebih bisa dinikmati sampai habis.


Toko Oen SemarangSementara teman saya yang memesan Spaghetti Aglio Oglio Pepperocino juga mengatakan kalau tastenya agak hambar, meskipun untuk ukuran lidahnya, bawang putihnya terlalu kuat. Padahal menurut saya malah kurang. Bisa jadi ini masalah selera ya? Tapi mungkin saya bisa bilang kalau ini bukan hidangan favorit saya.


Toko Oen SemarangTapi satu hal yang bisa dibilang wajib dipesan disini adalah Poffertjes khas Toko Oen. Ini adalah makanan yang menjadi hot item di tempat ini. Bahkan ketika ada festival kuliner dan Toko Oen ikut ada di dalamnya, Poffertjes selalu tersaji dengan pembeli yang mengantri cukup lama. Semalam saya pesan Poffertjes campur. Yaitu campur cokelat dan keju dengan taburan gula halus. Enak, lembut, manis. Tentu saja pesan satu porsi rasanya kebanyakan, karena ini makanan berbahan dasar tepung, jadi perut rasanya sudah tak kuat menghabiskan Poffertjes selusin setelah sepiring besar Kwetiau Goreng.


Toko Oen SemarangOh iya, hampir lupa. Untuk Anda yang ingin merasakan nostalgia Semarang seutuhnya, jangan lupa untuk memesan roti Ganjel Rel. Roti klasik dari jaman Belanda ini juga punya nama lain yaitu Roti Gambang. Diberi nama Ganjel Rel karena bentuknya yang padat seperti bantalan rel kereta api. Warnanya cokelat, dengan taburan wijen putih di atasnya. Tekstur Ganjel Rel sendiri tidak bisa dibilang empuk, tapi juga tak boleh disebut keras. Rasanya manis gula aren dengan taste kayu manis dan rempah-rempah. Mungkin ada sedikit pala di dalamnya. Yang pasti roti asli Semarang ini cukup susah ditemui, apalagi yang menggunakan resep asli. Anda harus berburu di pasar-pasar tradisional seperti pasar Johar misalnya untuk ketemu roti Ganjel Rel yang 100% klasik. Karena beberapa toko roti ternama di Semarang pun menjual Ganjel Rel dengan penampilan yang lebih modern.


Toko Oen SemarangUntuk es krimnya, Anda bisa coba berbagai macam varian es krim yang dibuat khusus secara mandiri dan bukan buatan pabrik. Yang paling laris adalah 5 macam jenis es krim yang berada dalam satu gelas dan diberi nama Oen Ice Cream Symphony. Dengan lelehan sirup stroberi dan garnish 2 lidah kucing, siap membuat lidah Anda bergoyang dengan manisnya es krim dan renyahnya kukis lidah kucing.


Bagaimanapun rasa makanannya, saya sangat menyukai suasana Toko Oen ini. Begitu homy dan tenang. Apalagi di malam hari. Cocok untuk ngobrol berdua atau bersama beberapa teman dengan suasana yang cukup intim. Untuk generasi tua, Toko Oen menjadi salah satu tempat yang pas untuk menyalurkan rasa kangen pada suasana dan cita rasa klasik, sementara untuk generasi mudanya, tempat ini menjadi sarana wisata dan belajar bahwa sesuatu yang kuno dan klasik pun akan terasa sangat menyenangkan dan tidak ketinggalan jaman.


Dan tentu saja, saya pasti akan kembali ke Toko Oen lagi dan duduk disini berlama-lama.


Untuk Anda yang belum pernah ke Toko Oen, silakan kunjungi di Jalan Pemuda 52 Semarang. Telp 024-3541683 Fax di 024 3548339. Kunjungi juga situsnya di www.tokooen.com


Toko Oen sudah menyediakan Wifi untuk Anda yang ingin memanfaatkan jaringan internet. Harga berkisar antara 5000-100.000 rupiah tergantung dari jenis sajian yang Anda pesan.

0 Comments