Sabtu pekan lalu saya menghadiri undangan gathering dari Blogger Gandjel Rel & Blue Bird Semarang. Acaranya adalah ngumpul media dan blogger dalam rangka menyosialisasikan aplikasi terbaru dari Blue Bird yaitu My Blue Bird. Acara yang dilaksanakan di pool Blue Bird yang ada di Pedurungan ini dimulai jam 10 pagi dengan penampilan dari band paling membingungkan sedunia. Ya gimana nggak membingungkan? Sebentar mengaku sebagai NOAH cabang Mranggen Demak, lalu sebentar kemudian jadi XXX and Friends. Ujung-ujungnya jadi The Blue Bird Band. :D (tapi bandnya keren lho!).



Pertama kali datang saya diminta untuk berfoto di depan booth yang khusus disediakan untuk tamu undangan. Dan setelah menikmati sajian musik dari The Blue Bird Band dan coffee break, acara pun dimulai dengan sambutan dan penjelasan dari Bp. Wijaya, manajer Blue Bird area Semarang.


Beliau menjelaskan sejarah singkat mengenai perusahaan otomotif yang terkenal dengan lambang burung birunya itu. PT Blue Bird berawal dari cita-cita seorang wanita bernama Mutiara Djokosoetono di tahun 1972. Setelah suaminya meninggal, Ibu Djoko – begitu beliau dipanggil, berpikir tentang bagaimana meningkatkan taraf hidup keluarganya. Beliau memiliki 2 orang anak yang kemudian membantunya untuk merintis usaha taxi. Dimulai dari usaha kecil-kecilan dengan menggunakan mobil pribadi, Ibu Djoko membuka jasa layanan taxi untuk warga sekitar Jakarta. Usaha ini berkembang dengan cukup baik sampai akhirnya Ibu Djoko mengajukan izin untuk mendirikan perusahaan Taxi. Tapi usahanya itu mengalami hambatan karena pihak berwenang waktu itu menganggap bahwa beliau minim pengalaman dan alasan yang lebih menyakitkan lagi adalah karena beliau adalah seorang wanita.


Tapi Ibu Djoko pantang menyerah. Izin pun akhirnya diberikan dan usaha taxi yang semula berskala kecil pun menjadi berkembang.


Nama Blue Bird pun kemudian dipilih sebagai nama dagang usaha taxinya. Kenapa? Karena Blue Bird atau burung biru adalah binatang mitos dalam dongeng anak masyarakat Eropa yang bertugas mengabulkan mimpi bagi anak-anak perempuan yang baik hati dan percaya pada mimpi-mimpinya.


My Blue Bird


Dan sekarang nama Blue Bird berkembang tidak hanya terbatas pada usaha taxi saja, tapi juga meliputi beberapa usaha dan beberapa diantaranya bergerak di bidang properti, jasa ekspedisi, dan penyewaan alat berat. Semuanya berawal dari sebuah cita-cita mulia dari Ibu Djoko yang selain ingin menyejahterakan keluarganya, juga ingin mengangkat derajat masyarakat yang ada di sekitarnya.


Hingga saat ini Blue Bird sudah memiliki 31 ribu armada dengan 40 ribu karyawan yang tersebar di seluruh Indonesia. Tercatat ada 480 outlet Taxi Blue Bird dan 67 pool aktif yang ada di Indonesia. Pool ini juga terintegrasi dengan bengkel mobil untuk perbaikan dan perawatan armada.


Dengan mengadopsi nilai ANDAL atau Aman, Nyaman, Mudah & Personalized, Blue Bird Taxi memerhatikan 3 hal utama yaitu Product, Process, dan People. Menjaga kualitas layanan dengan proses yang terstruktur, dan melibatkan orang-orang berkualitas dipercaya akan membuat Blue Bird Taxi tetap menjadi perusahaan jasa yang tetap akan dipercaya oleh konsumennya. Bahkan Blue Bird Taxi memegang rekor MURI sebagai Armada Taxi Dengan Tingkat Pengembalian Barang Tertinggal Di Armada Tertinggi di Indonesia.


Tidak heran jika Blue Bird terus menjaga kualitas layanannya. Diawali dari personel yang dalam hal ini adalah para supir taxi Blue Bird yang harus melewati serangkaian tes tertentu sampai dinyatakan lolos untuk menjadi supir armada. Bahkan beberapa aturan pun diterapkan untuk tetap menjaga citra perusahaan agar tetap baik. Manajemen bahkan tidak segan-segan segera memecat supir yang ketahuan curang dan merugikan konsumen lho?


My Blue Bird


Dan peningkatan layanan taxi Blue Bird ini ditandai dengan dirilisnya aplikasi terbaru dari Blue Bird yang dinamakan My Blue Bird. Aplikasi ini adalah penyempurnaan dari aplikasi sebelumnya yang bernama Taxi Mobile Application. App yang bisa diunduh di melalui Google Play ini akan memberikan kemudahan bagi konsumen yang ingin memesan armada Taxi Blue Bird dengan langkah yang lebih mudah. Tidak perlu telepon call center, semuanya bisa dilakukan hanya melalui beberapa langkah saja.


Walaupun sudah muncul aplikasi terbaru, namun pengguna Blue Bird yang sudah menginstal aplikasi Taxi Mobile Application masih bisa menggunakan layanan tersebut, karena My Blue Bird sementara tersedia hanya di Google Play. Jadi untuk pengguna Windows Phone atau IPhone belum bisa mengunduh aplikasi My Blue Bird ini. Tapi menurut keterangan dari pihak Blue Bird tempo hari, aplikasi ini akan hadir dikedua OS tersebut.


My Blue Bird



Apa sih enaknya pake aplikasi My Blue Bird ini?


Iya, apa sih enaknya dibandingkan telpon ke operator? Mungkin itu pertanyaan yang diajukan oleh orang-orang. Karena masih banyak yang belum percaya dengan kemampuan app-nya, atau kawatir jika sambungan internet bermasalah, mereka justru bakal lama dapet armada. Saya sendiri sudah mencobanya beberapa waktu lalu, ketika akan berangkat menghadiri gathering. Dan menurut saya My Blue Bird ini sangat memudahkan pengguna. Saya serasa punya supir pribadi yang begitu responsif ketika dibutuhkan. Kenapa bisa begitu?


Ketika seseorang memesan armada taksi, app akan mencarikan armada yang tersedia. Dengan teknologi GPS yang dipasang di tiap armada, memungkinkan pesanan dikirim langsung pada supir yang posisinya paling dekat dengan si pemesan. Dan sistem pemesanan ini juga akan memastikan bahwa tidak ada pesanan dobel, atau respon ganda dari pengemudi. Sehingga hanya 1 pesanan yang diterima oleh 1 supir terdekat.


Jadi sifatnya personal kan? Dan enaknya lagi, taksi akan lebih cepat datang karena armada yang merespon adalah yang terdekat menurut perhitungan GPS, sehingga kita tidak menunggu terlalu lama. Rantai order bisa sedikit diperpendek jika menggunakan layanan app My Blue Bird. Tinggal pencet-pencet sebentar, pesanan diterima dan kita sudah mendapat taksi.



Beberapa keuntungan menggunakan My Blue Bird app :



  1. Pesanan bisa cepat dilakukan jika sudah menginstal dan mendaftar. Tinggal tekan ORDER, lalu memastikan lokasi penjemputan, taksi akan segera datang.

  2. Kita bisa mendapatkan data supir lengkap dengan nomer armada taksi dan foto dari pengemudi. Hal ini tentu saja memberikan rasa aman karena supir yang bertugas sudah terdata dengan baik, sehingga jika ada sesuatu yang tidak memuaskan, kita bisa memberikan komplain lengkap dengan data supirnya.

  3. Kita akan tahu estimasi biaya dari perjalanan kita. Di dalam app My Blue Bird juga tersedia kolom perkiraan biaya yang akan dikeluarkan sebelum kita benar-benar klik OK untuk approval order kita. Estimasi ini akan muncul jika kita mengisi tempat penjemputan dan tempat tujuan.

  4. Tidak perlu pulsa telpon untuk memesan taksi. Hanya butuh pulsa internet saja, dan kita tidak harus menunggu lama untuk telpon ke operator kemudian menunggu taksi dicarikan. Semuanya ada dalam genggaman kita dan order akan langsung ditujukan ke pengemudi, sehingga kita merasa seperti punya supir pribadi.

  5. Kita bisa melakukan pemesanan untuk penjemputan beberapa hari kemudian. My Blue Bird app bisa digunakan untuk memesan taksi dalam 3 kali kesempatan sekaligus. Untuk saat ini, dan 2 waktu lainnya yang akan datang. Misalkan untuk keperluan besok, atau 2 hari ke depan, bisa dilakukan melalui app, sehingga kita sudah terjamin akan mendapatkan armada karena sudah melakukan early booking.


Dan kemudahan juga dirasakan oleh para peserta gathering yang langsung mempraktikkan cara penggunaan My Blue Bird ketika hendak menuju ke tempat makan siang di Strada Coffee yang ada di sekitar jalan Sultan Agung Semarang. Dan di tempat inilah peserta melakukan sesi makan siang dan bagi-bagi hadiah.


20160213_140548


Nah, itu dia sedikit cerita tentang Media & Blogger Gathering bareng Blue Bird beberapa hari lalu. Di posting berikutnya saya akan menjelaskan tentang bagaimana mengunduh dan menggunakan aplikasi My Blue Bird dari smartphone.

7 Comments

  1. Baru tau kalo pendirinya seorang wanita. Keren banget.

    Blue bird memang sudah terkenal akan layanannya yang baik. Walaupun sedikit lebih mahal tarifnya, tapi nyaman dan terpercaya.

    Jauh sebelum transportasi ojek online marak seperti sekarang, saya sudah puas banget sama aplikasi pemesanan taksi blue bird. Bahkan pernah tulis pengalamannya di blog.

    Maju terus Blue Bird!

    ReplyDelete
  2. Dan tau ga Kak, aku sebenernya baru nyoba app nya sesaat sebelum event lho. Dan emang beneran lebih cpt drpd kalo telpon ke operator.. :D

    ReplyDelete
  3. aplikasi blue bird sebenarnya lebih dulu daripada layanan yang lain, hanya tidak terlalu familiar saja. aku pernah lihat atasanku mesan blue bird lewat layanan online dan ketika supirnya ngambil jalan kelewatan dengan aplikasi tersebut kita bisa kirim pesan "pak, bapak kelewatan loh" hehehe.. karena kelihatan di map nya gitu.

    ReplyDelete
  4. […] saya sebelumnya [ baca : Blue Bird Blogger & Media Gathering ] saya sudah sedikit cerita tentang pengalaman hadir dalam acara yang diselenggarakan oleh Blue […]

    ReplyDelete
  5. padahal kemarin ini habis bentrokan yang di jakarta ya mas

    ReplyDelete
  6. Iya Mas..itu supir yg di Jakarta. Sementara yg di Semarang sih aman2 saja. Sayang sekali kalau citra Blue Bird harus tercoreng karena ulah anarkis sebagian supirnya. Yg di kota lain jadi kena imbasnya. Too bad.

    ReplyDelete

Punya uneg-uneg? Jangan disimpan. Tulis di sini.