Akhirnya salah satu film horor yang saya tunggu-tunggu main juga. The Boy, salah satu dari deretan film horor yang layak tonton ditahun 2016 (setidaknya begitu Yahoo! Movies bilang). Bersanding dengan Conjuring 2, The Boy sepertinya mampu membangkitkan ekspektasi (halah!) saya akan sebuah film horor yang bagus. Meskipun agak kecewa dengan Vision tempo hari, tapi untuk film yang satu ini saya bisa bilang “lumayanlah”.



PLOT THE BOY


#theBoyThe Boy bercerita tentang seorang wanita bernama Greta (Lauren Cohan) yang menjawab sebuah iklan lowongan pekerjaan sebagai babysitter di sebuah keluarga kaya di Inggris. Greta yang kabur dari pacar yang abusive bernama Cole mau saja menerima tawaran dari keluarga Heellshire (Jim Norton & Diana Hardcastle) untuk merawat anak semata wayang mereka, Brahms.


Keanehan mulai dirasakan Greta ketika pasangan Heelshire mengenalkan anak mereka yang ternyata adalah sebuah boneka anak laki-laki yang terbuat dari porselen. Sempat menganggap ini sebagai lelucon, tapi pasangan Heelshire tampak serius dengan apa yang mereka lakukan. Bahkan Greta menerima daftar “do & don’t” ketika merawat Brahms. Diantaranya adalah jangan pernah meninggalkannya sendiri, tidak boleh menutupi wajah Brahms, dan Brahms yang suka sekali dibacakan puisi serta mendengar musik klasik.


Ketika pasangan Heelshire pergi meninggalkan Greta sendiri untuk berlibur, Greta mulai mengalami hal-hal aneh di rumah keluarga Heelshire. Mulai dari kehilangan baju dan sepatu hingga kalungnya.


Awalnya dia menyangka dirinya gila, tapi ketika mendengar penjelasan tentang Brahms dari Malcolm, seorang karyawan toko kelontong yang diperangkan oleh Rupert Evans, Greta akhirnya percaya bahwa Brahms adalah boneka yang tidak biasa.


Salah satu kejadian yang membuat Greta akhirnya percaya dengan keberadaan arwah adalah ketika dia menemukan bahwa Brahms bisa berpindah tempat ketika ditinggal sendirian. Bahkan Brahms bisa membuat sandwich kesukaan Greta! Diapun berusaha membuat Malcom percaya bahwa Brahms memang sesosok boneka bocah yang hidup.


Lama kelamaan Greta memahami Brahms dengan baik bahkan sudah merasa sangat akrab dengan tingkah laku Brahms. Meskipun begitu Malcom meminta Greta untuk segera meninggalkan Brahms sendiri demi keselamatannya, namun Greta menolak karena merasa sudah terlanjur sayang dengan anak asuhannya. Apalagi ternyata Brahms menyukai Greta.


Belakangan Greta kembali merasa ngeri begitu mengetahui fakta tentang Brahms. Ternyata di usia 8 tahun dirinya pernah menjadi tersangka pembunuhan seorang gadis seusianya. Namun sebelum dimintai keterangan oleh polisi, dia keburu tewas karena kebakaran hebat yang melanda di rumahnya. Terungkap, Brahms memiliki sifat pemarah yang mampu membuatnya mampu melakukan tindak kekerasan terhadap orang lain.


Tak diduga, Cole si mantan pacar yang abusive menemukan keberadaan Greta di Inggris dan mengajaknya pulang ke Amerika. Cole bahkan mengancam Greta untuk menuruti kemauannya. Didesak rasa takut Greta memiliki ide untuk mengusir Cole dari rumah keluarga Heelshire. Niatnya diketahui oleh Brahms dan ketika Cole tidur sendirian di ruang billyard Brahms meneror Cole. Dengan marah Cole merebut Brahms dari tangan Greta dan membanting Brahms hingga pecah berantakan. Dan misteri boneka Brahms pun terungkap. Apakah arwahnya terlepas dari boneka? Dan siapakah Brahms sebenarnya?



Fun Fact Tentang The Boy


Film yang disyut di British Columbia ini disutradari oleh William Brent Bell yang pernah mengarahkan fim The Devil’s Inside dan film tentang manusia serigala, WER. Naskahnya sendiri ditulis oleh Stacey Menear. Awalnya sih film ini diberi judul The Inhabitant, tapi kemudian diubah judulnya menjadi The Boy. Budget pembuatannya sih enggak begitu gede, hanya 10 juta dollar dengan jajaran pemain yang tidak terlalu rame. Ada Lauren Cohan yang kita lihat aktingnya di Vampire Diaries dan The Walking Dead. Dia berperan sebagai Greta, wanita korban kekerasan dalam rumah tangga yang kabur demi memulai hidup baru di Inggris. Karakternya easy going, sedikit penakut, tapi cukup keras kepala. Sementara Malcolm diperankan oleh Rupert Evans. Salah satu perannya yang cukup populer adalah ketika bergabung dalam jajaran cast Hellboy sebagai agen John Myers. Selebihnya saya nggak terlalu familiar.




[caption id="" align="alignnone" width="1500"]#TheBoy Craigdaroch Castle[/caption]

Rumah yang digunakan untuk syuting The Boy adalah sebuah bangunan yang bernama Craigdarroch Castle yang terletak di British Columbia Kanada. Kastil ini luasnya 2,300 meter persegi dengan 39 kamar tidur. Kastil ini termasuk bangunan bersejarah di Kanada. Sebagai setting tempat, Craigdarroch Castle cukup memberikan nuansa seram yang ingin dibangun oleh sang sutradara.


#TheBoyPace film The Boy cukup cepat, dengan durasi sekitar 90 menit kita akan disuguhi banyak adegan yang cukup mengagetkan. Sosok boneka Brahms sendiri cukup menyeramkan tapi sekaligus sangat imut. Beda dengan Chucky atau Annabelle yang tampangnya menyebalkan, Brahms berwajah sangat imut tapi berjiwa kejam dan pemarah. Menurut keterangan dari Lauren Cohan ketika diwawancarai oleh Ellen Degeneres, boneka Brahms ini hanya dibuat 1 saja dan digunakan sepanjang syuting.


Menonton The Boy mengingatkan saya pada sebuah film dalam negeri yang berjudul DEBIL. Tayang dulu sekali di TVRI jaman saya masih SD. Masih inget aja ya saya? Hehehe. DEBIL bukan film layar lebar, jadi hanya seperti film televisi yang berdurasi lebih dari 1 jam dan bercerita tentang sepasang suami istri pengelola penginapan yang menyimpan misteri di sebuah kamar. Satu persatu penghuni penginapan menghilang sampai kemudian terungkap apa yang tersimpan di kamar misterius yang tak pernah disewakan oleh si suami istri.


Secara keseluruhan ide ceritanya sih mungkin cukup fresh untuk ukuran film horor masa kini, tapi rotten tomatoes memberi rating The Boy 25% dengan rating 4/10. Mungkin bisa jadi karena ide tentang rumah dan boneka hantu sudah sangat biasa untuk ukuran sebuah film horror. Apalagi baru-baru ini kita disuguhi kisah Annabelle yang sama sekali tidak menakutkan.


Lalu bagaimana kesimpulan saya? Well, saya cukup menikmati awal-awal alur film ini, tapi begitu terungkap siapakah sosok Brahms yang sebenarnya, semuanya berubah jadi biasa-biasa saja. Bukan jenis film yang memuaskan dan membuat saya bahagia begitu keluar dari cinema walau tidak terlalu mengecewakan seperti Vision tempo hari.


Setelah membaca review ini, apakah kamu tertarik menonton? Boleh tonton trailernya dulu deh...baru putuskan apakah kamu berani menonton The Boy atau tidak.


https://www.youtube.com/watch?v=X1U21VBSbSs

25 Comments

  1. gakberani nontooon. paling takut sama boneka2an gitu. :D
    meski cukup lemot juga kalo nonton film horor.

    "mana hantunya emang?"

    "ituuu yg di jendela."

    ahaha... titin gak ngeuh aja kalo hantunya udh keluar, pdhl yg lainnya udh tutup mata.

    ReplyDelete
  2. Mungkin hantunya yg takut sama kamu kak!? :))

    ReplyDelete
  3. Sudah lama nggak pernah nonton film horor. Padahal jaman sekolah dulu suka lho liat film Friday The 13 th. Ya walaupun, nontonnya sambil tutup mata.

    ReplyDelete
  4. Wah, lha kok generasi 90an? Nontonnya friday th 13th :))

    ReplyDelete
  5. Itu satu-satunya film horor yang melekat jeee. hahaha..sekarang nggak pernah lagi nonton film horor.

    ReplyDelete
  6. Suka nih sama film-film horor. Suka penasaran pake banget. Tapi ujung-ujungnya gak berani tidur sendiri :D

    ReplyDelete
  7. Awas! Atas lemari dan kolong tempat tidur selalu jadi spot favorit para demit...dudurududu..

    ReplyDelete
  8. Agak di luar kebiasaan juga ya, boneka berhantu nya imut dan tanpa ekspresi mencurigakan sama sekali. Jadi penasaran, sebenarnya apa sih misteri di balik patung ini :-)

    ReplyDelete
  9. Iya kak, jaman sekarang itu yg tampang imut2 itu yg justru berbahaya...#lhoh

    ReplyDelete
  10. #eeaaa dan yang tampang garang justru sebaliknya ya? Kaya Iguana doong, tampang garang makannya sayuran :-D

    ReplyDelete
  11. ((( tampang garang makannya sayuran ))) asal ga ikut tetangga sebelah main barbie dan lempar bola bekel aja gapapa sih Kak...

    ReplyDelete
  12. ngilihat trailer nya malah tambah nga berani nontonnya. bisa-bisa sepanjang film gue teriak2 sendiri lagi hehehe..

    ReplyDelete
  13. Bahahhaa...ayolaaaaaaah...nonton! Nonton! Nonton! :))

    ReplyDelete
  14. Nunggu kalo sudah keluar gratisan aja saya Mas. Hihihi...

    ReplyDelete
  15. :)) sssssttt...ini juga gratisaaan

    ReplyDelete
  16. Laaah kok sudah bisa dapet yang gratisan? Ihiirrr ditraktir ya Mas?

    ReplyDelete
  17. Hahah..dapet sisaan free pass dari suponsoor

    ReplyDelete
  18. Ish mau dong maseee kalo ada hratisan. :D

    ReplyDelete
  19. Masih tanda tanya ih hahaha, udah di kasih clue sebenarnya ama si bapaknya pas greta ajak ke perangkap tikus "anaknya bisa hidup di mana saja". Tapi dibikin penasaran sama certia keluarganya si Bhram gak diceritakan secara detail.

    ReplyDelete
  20. rabiatul adawiyahAugust 8, 2016 at 7:49 PM

    cerita the boy brams sebenarnya masih hidup, brams dia memantau orang" melalui balik dinding

    ReplyDelete
  21. Gw sih udh pernah nonton nih film, filmnya bagus sekali, lumayan seram tp filmnya lebih sering menganggetkan

    ReplyDelete

Punya uneg-uneg? Jangan disimpan. Tulis di sini.