Kemarin siang saya dan seorang teman melipir jalan-jalan nyari buku ke Toga Mas Majapahit. Dapet buku barunya John Grisham Sycamore Row. Eh, ini baru kan ya? Ya setidaknya begitulah, karena bukunya ada di rak buku-buku baru. Ntar deh ya direview, kalau nggak males bacanya. Hihihi.


By the way, habis belanja buku kami mampir makan siang ke sebuah tempat makan yang tidak jauh dari Toga Mas tepatnya di Jl Majapahit no 97.


20151202_135029


Namanya Waroeng'e Madjapahit. Walapun tempatnya agak nyempil, tapi mudah ditemukan kok. Tempatnya agak masuk ke dalam, tempat parkirnya cukup luas sih, dan bisa menampung beberapa mobil. Buat yang nggak punya mobil, tenang, ada parkir motornya juga. Untuk tarif parkirnya 1000 untuk motor dan 2000 untuk mobil.


20151202_134950


Begitu ngelongok ke dalam saya pikir tempatnya lumayan. Bentuknya seperti pendopo luas dengan banyak tempat duduk. Adem nih...pikir saya. Tapi nanti deh saya tulis lebih lanjut tentang kesan saya pada tempat makan ini.




[caption id="attachment_2890" align="aligncenter" width="620"]20151202_134934 bangunan resto[/caption]

Yang pasti ruang makannya terbagi menjadi 2 section. Satu yang berada di dalam pendopo, dan satu yang berada di luar dalam bentuk selasar yang dijadikan tempat lesehan. Setelah bingung nyari tempat duduk - yang sebetulnya banyak yang kosong, tapi kondisinya kotor, akhirnya kami memilih kursi yang berada di dekat pintu masuk.


20151202_134816


siang itu cukup banyak tamu yang datang, dan kalau saya perhatikan sih seperti pekerja-pekerja instansi yang mampir makan siang sekalian meeting-meeting nggak penting. Ketika saya duduk seorang mbak-mbak waitress mendatangi kami dan menawarkan buku menu. Saya tanya kalau disini apa nih menu spesialnya selain bebek dan ayam. Dia menjawab nasi goreng kambing dan iga bakar.


Hmmm..menarik. tapi lagi nggak pengen makan nasi goreng kambing. Kapan-kapan aja deh, pikir saya. Akhirnya kami memesan menu yang standar-standar saja. 2 nasi putih, bebek muda bakar sambel korek, ca kangkung polos, ca taoge, balado terong dan iga bakar. Minumnya cukup es teh tawar dan teh anget tawar.


Setelah menunggu akhirnya makanan pun datang..


20151202_140353


Nah kalo makanan di atas ini balado terong. Sambelnya lumayan pedas, tastenya asin2 manis. Sebagai pecinta terong, buat saya balado terong ini bolehlah, meskipun kalau dibandingin balado terong buatan saya, masih kalah lah yang ini *dikeplak* - ya iyalah, masakan sendiri gitu lho..hehehe.


20151202_140026


20151202_135951Kalau Ca taoge sama Ca Kangkungnya so-so lah ya? Tapi taogenya lumayan enak, masih crunchy.


Nah kalo iganya, isi 3 biji. Empuk dan lumayan legit lah bumbunya. Daging iganya lepas tulang tapi nggak ambrol. Dicocol pake sambel kecap itu rasanya lebih enak. Cuma 1 sih kurangnya, kurang panas iganya. Kayaknya sih dibakar jauh-jauh waktu sebelum disajikan alias prepared. Oh iya, 1 lagi dink, taste arangnya khas makanan yang dibakar kurang kerasa. Padahal kan lebih oke ya kalo ada rasa-rasa gosongnya dikiit. Hehehe. Tapi tetep enak kok.


20151202_140118Terus gimana dengan bebeknya? Uhm...rasanya sih enak. Tidak terlalu amis. Dagingnya empuk, bumbu bakarannya cukup melimpah dan bikin daging bebeknya jadi juicy. Cumaaaa yang nyebelin adalah si bebek kurang bersih! Folikel-folikel bulunya masih banyak yang ketinggalan...huwaaaa...jadi agak jijik makannya..


20151202_140052




[caption id="attachment_2886" align="alignnone" width="620"]20151202_142437 Buluuunyaaa[/caption]

Coba tuh..kelihatan kan sisa-sisa bulunya? Iyyuuuhh...sayang deh, padahal kan biasanya bagian kulit itu yang endeuus banget meksipun kalau dimakan bisa menimbulkan rasa bersalah mendalam *halah! Jadi ga bisa disesepin kan tulang-tulangnya? Karena udah keburu ilfil duluan. Hahaha. BTW sambel koreknya sih enak. Tapi ya itu, sayang sekali yang bersihin bebek kurang telaten bersihinnya.


verdict


Waroeng'e Madjapahit sedianya adalah tempat makan yang seru buat jadi tujuan makan keluarga. Resto yang menurut keterangan dari Mbak Kasir-nya ini sudah beroperasi selama 4 tahun *lagi-lagi selama ini saya kemana?*


Meskipun berkesan adem dengan desain seperti pendopo yang menciptakan kesan rumahan, tapi suasana di dalam ruang makan cukup panas. Memang sih ada kipas angin atap yang di pasang di beberapa titik, tapi tidak semuanya dinyalakan sehingga hawa di ruang makan menjadi panas. Bisa jadi si pemilik / atau tukang desainnya berpikir kalau model bangunan atap tinggi dan terbuka macam disini bisa menghasilkan angin alami yang akan menjadi penyegar. Tapi nyatanya masih panas juga? Apa perlu dipasang AC? atau kipas angin yang lebih besar mungkin?




[caption id="attachment_2887" align="aligncenter" width="620"]20151202_134342 ceiling[/caption]

Sementara itu di bagian lesehan terkesan sangat kotor dan seperti dibiarkan tanpa dibersihkan. Tadinya mau duduk di bagian ini, tapi kok kumuh banget. Malahan ada sekumpulan ibu-ibu yang sepertinya sudah reservasi untuk kumpul-kumpul tapi tempatnya belum disiapkan dan dibersihkan. Si koordinator sampai komplain "tamunya udah pada datang kok tempatnya belum dibersihkan?"


Bisa jadi kotornya tempat itu karena memang saat ini sedang ada perbaikan talang air di atap pendopo. Karena musim hujan sudah tiba, si pemilik pun mengantisipasi dengan memperbaiki talang yang bocor, makanya debu dari rontokan atap pun kemana-mana, termasuk ke meja makan. Dan sayangnya tidak diimbangi dengan kecekatan bagian cleaning service untuk menjaga tempat itu tetap bersih. :D


Pada akhirnya saya pun maklum.




[caption id="attachment_2888" align="aligncenter" width="620"]20151202_134838 dapur ada di bagian depan bangunan[/caption]

[caption id="attachment_2889" align="aligncenter" width="620"]20151202_134827 konter kasir[/caption]

Karena bagaimanapun sebuah restoran itu tidak bisa mengandalkan hanya dari rasa masakannya saja,tapi tempat juga penting untuk diperhatikan. Itu sih menurut saya...


Apakah saya mau datang lagi kesini? Tentu saja. Siapa tahu dilain kesempatan kondisinya sudah berbeda. Tapi beneran lumayan enak kok masakannya.


Oh iya, Waroeng'e Madjapahit menyediakan juga tempat pertemuan dengan kapasitas yang lumayan dilengkapi dengan Air Conditioner dan melayani katering untuk pesta pernikahan atau ulang tahun. Tersedia juga bangku dan mainan untuk anak-anak.


Yang mau mampir silakan menuju ke TKP :


Waroeng'e Madjapahit di Jl. Majapahit no 97 Semarang. RSVP 024-6701657 / 088806531406

2 Comments

  1. Ini kan yang didepan Lotter Mart, kakak kemana aja sih?
    menu favorit disitu Gulai Kepala Kakap... hahaha... ini gak tau masih brand restoran yang dulu apa enggak..
    mas Nuno taulah, kalo usaha kuliner disemarang suka pindah/ganti brand baru... :D

    ReplyDelete
  2. Hooh..bener..haha..padahal cedak kosan...lha mbaknya bilang menu spesialnya bukan gulai kepala kakap owk..makane aku ga pesen..

    ReplyDelete

Punya uneg-uneg? Jangan disimpan. Tulis di sini.