Tidur adalah basic need manusia yang harus dipenuhi. Sama seperti makan dan minum, kebutuhan manusia akan tidur tidak bisa ditunda atau bahkan dihapus dari daftar “hal yang harus dilakukan” dalam keseharian kita. Namun seiring dengan semakin bertambahnya usia dan makin sibuknya kegiatan seseorang, secara tidak sadar jam istirahat kita pun semakin berkurang.


Kebutuhan tidur manusia memang berbeda-beda menurut tingkatan usianya. Ketika masih bayi, jumlah jam tidur yang dibutuhkan bahkan bisa mencapai hingga 9-1o jam per hari. Jumlah jam tidur yang cukup panjang ini akan memengaruhi kualitas tumbuh kembang fisik dan mental bayi yang bersangkutan. Jadi jangan heran jika kita melihat banyak bayi yang sepanjang hari hanya dihabiskan untuk tidur.


Beranjak remaja dan dewasa,  jumlah jam tidur semakin berkurang. Rata-rata antara 6-8 jam per hari. Dan tentu saja jumlah ini adalah standar istirahat yang bisa memberikan benefit bagi yang bersangkutan. Namun seperti yang sudah sedikit dijelaskan di atas bahwa berbagai faktor sering memengaruhi kuantitas dan kualitas tidur seseorang.


Bahaya Kurang Tidur

Bahkan pada kenyataannya banyak dari kita yang sudah merasa cukup dengan tidur kurang dari waktu yang disarankan. Banyak dari kita yang berpendapat bahwa kualitas adalah faktor yang lebih baik daripada sekedar jumlah. Tidak mengapa jika hanya beberapa jam saja tidur, yang penting bisa nyenyak dibanding harus memenuhi sekian jam istirahat tapi dengan kualitas yang kurang maksimal, dengan sering terbangun saat tidur misalnya.


Lalu bagaimana jika seseorang secara tidak sadar mengalami kurang tidur? Baik secara kualitas dan kuantitas? Apakah efeknya bagi tubuh?


Manusia modern seperti kita sering dihadapkan pada kegiatan yang melibatkan teknologi. Penggunaan computer dan laptop, atau bahkan smartphone disinyalir turut andil dalam berkurangnya kuantitas tidur seseorang. Menonton TV, mengerjakan tugas kantor atau kuliah, atau  berselancar di dunia maya untuk sekedar mengecek timeline di media sosial membuat kita secara tak sadar memotong jam tidur kita sendiri. Bahkan menurut polling yang dirilis oleh Gallup.com menyatakan banyak orang Amerika yang mengalami pengurangan jam tidur hingga 40% hanya karena aktifitas yang melibatkan penggunaan barang elektronik. Dan yang lebih memprihatinkan, justru usia produktiflah yang mengalami pengurangan kuantitas dan kualitas tidur dibandingkan dengan mereka yang sudah berusia lanjut.


Bahkan CDC atau Centers For Disease Control mengatakan bahwa sekitar 50-70 juta orang amerika mengalami gangguan tidur. Gangguan tidur ini disebabkan oleh banyak hal diantaranya adalah adanya gangguan kejiwaan. Gangguan kejiwaan disini bukan semacam kegilaan, tetapi masalah yang mengganggu psikis seseorang hingga membuatnya mengalami susah tidur bahkan hingga insomnia.


Bahaya Kurang Tidur


Sering kita jumpai orang-orang yang mengalami gangguan tidur parah bahkan tidak mengetahui apa sebabnya. Dan kebanyakan disarankan untuk mengunjungi psikiater untuk menjalani sesi terapi lanjutan untuk mengetahui apakah ada masalah psikis yang perlu ditangani sebelum diberikan tindakan medis, seperti pemberian obat-obatan misalnya.


Namun lepas dari apapun sebabnya, gangguan tidur sejatinya memang harus segera ditangani. Karena ternyata jika dibiarkan ada beberapa efek utama yang dirasakan oleh orang-orang yang kuantitas dan kualitas tidurnya kurang baik.



Bahaya Kurang Tidur


Berikut ini adalah 8 hal yang dirasakan oleh tubuh dan otak kita jika mengalami gangguan tidur parah. Seperti dikutip dari laporan yang ditulis oleh Samantha Lee dan Lauren F Friedman dan diterbitkan dalam artikel Yahoo Finance hal-hal tersebut antara lain :




  1. Mudah terkena flu


Studi terhadap 164 responden yang sehat menemukan bahwa mereka yang tidur kurang dari 5 jam per malam lebih rentan terhadap virus flu dibandingkan dengan mereka yang menghabiskan 7 jam untuk tidur. Hasil dari penelitian ini tidak mempertimbangkan faktor demografis dan berat badan responden.




  1. Masalah Perut


Kurang tidur dapat menyebabkan gangguan pada perut. Gangguan yang biasanya timbul adalah meningkatnya asam lambung yang akan meningkatkan resiko gangguan lambung yang biasa disebut juga dengan Inflammatory Bowel Syndrome.




  1. Sakit Kepala


Penelitian menyebutkan bahwa kurangnya kualitas tidur seseorang berhubungan dengan terjadinya serangan sakit kepala dan migraine. Keluhan ini sering muncul pada mereka yang sering terbangun dalam tidurnya.




  1. Menurunnya kualitas seks


Tidur yang cukup sangat penting untuk meningkatkan gairah seksual dan respon genital seseorang. Dan hal ini tampaknya berhubungan langsung dengan seberapa sering seseorang melakukan hubungan seks dengan pasanganya.




  1. Berkurangnya Fungsi Mata


Kurang tidur dihubungkan dengan pandangan mata yang kabur, sering melihat suatu objek secara ganda atau yang disebut juga dengan double vision. Bahkan orang yang kurang tidur menjadi sensitif dengan cahaya. Semakin lama orang terbangun semakin parah pula gangguan visual yang akan dialami.




  1. Pengaruh pada Mood


Tidak hanya gangguan fisik tetapi kurang tidur juga memberikan efek yang kurang baik pada mental seseorang. Penelitian menemukan bahwa hal-hal kecil sering membuat orang yang kurang tidur menjadi lebih sensitif terhadap masalah. Mereka akan sering tersinggung dan marah, bahkan akan mengalami mood swing karena kualitas tidur yang tidak memadai.




  1. Sulit berkonsentrasi


Kurang tidur sering dihubungkan dengan kemampuan kita untuk mengingat dan memproses sesuatu ke dalam memori akan sebuah informasi baru. Hasil penelitian merekomendasikan untuk memulai pekerjaan jam kantor dan jam sekolah lebih awal supaya kita punya cukup waktu untuk tidur di malam harinya.




  1. Meningkatnya berat badan


Satu hal yang terakhir dalam daftar ini adalah efek buruk yang mungkin tidak ingin dirasakan oleh banyak orang yaitu meningkatnya berat badan. Ketika seseorang tidak punya cukup waktu untuk beristirahat atau tidur di malam hari, mereka cenderung untuk mengudap lebih banyak, dan mempunyai pertimbangan yang buruk terhadap jenis makanan. Orang yang kurang tidur akan memilih makanan yang tinggi kalori dibanding makanan yang lebih sehat.


Dari 8 hal di atas bisa kita ambil kesimpulan bahwa kurang tidur bisa membuat tubuh dan pikiran kita menjadi terganggu. Akan tetapi bukan berarti kita harus menghabiskan lebih banyak waktu untuk tidur atau membayar hutang kekurangan jam tidur kita, karena hal tersebut tidak akan memberikan keuntungan apa-apa. Yang terpenting adalah kualitas dan kuantitas tidur yang masih masuk akal karena bagaimanapun tubuh kita punya hak untuk beristirahat dengan nyaman.

5 Comments

  1. Wahhh... saya sepertinya mengalaminya semua mas. Eh tapi nomor 4... hmmm iya gak ya...
    Keceh banget ini tampilannya sekarang. Baru ditinggal berapa lama dah keren dah. :D

    ReplyDelete
  2. Makasih mas...siapa dulu yg utak atik....*menjura* tq in advance buat bantuannya

    ReplyDelete
  3. Bermanfaat nih, dulu saya lumayan sering mengalami susah tidur..

    ReplyDelete
  4. Nah lho...sekarang sudah nggak dong ya berarti? Terima kasih sudah mampir. Salam.

    ReplyDelete

Punya uneg-uneg? Jangan disimpan. Tulis di sini.