Spoiler alert! Spoiler alert!

Mumpung masih anget dan belum ngantuk. Mari kita nulis review film James Bond. Biar kekinian. *blogger poraaaaa


Oke, jadi, setelah sekian lama nggak nonton film di bioskop - karena entah kenapa tiba-tiba kehilangan minat, akhirnya saya memaksakan diri untuk nonton lagi. Kebetulan kali ini filmnya kekinian banget nih. James Bond. Lagi jadi box office dimana-mana. Secara James Bond gitu lho? Masa iya nggak jadi box office?


Meskipun pada malam pembukaan Spectre mendapatkan angka yang lebih sedikit dari Skyfall (Spectre 73 juta dan Skyfall 88 juta dollar amerika), tapi nyatanya seri terbaru dari kisah mata-mata Inggris paling beken ini mampu menyedot penonton untuk berbondong-bondong datang ke bioskop.




[caption id="attachment_2651" align="aligncenter" width="300"]www.comingsoon.net www.comingsoon.net[/caption]

Sebagai film James Bond terbaru yang juga termasuk dalam film berbujet paling mahal dari seluruh film yang pernah dibuat di dunia sampai saat ini (posisi 1 masih ditempati Pirates Of Caribean : On Stranger Tides dengan bujet 378,5 juta dollar), nggak heran kalau ekspektasi penonton sangat tinggi. Apalagi Daniel Craig kembali lagi memerankan agen 007 dari organisasi mata-mata Inggris, MI6.


Film ini dibuka dengan adegan Festival  Orang Mati atau Dia de  Muertos di Mexico. Bond (Craig) membuntuti seorang pria bernama Marco Sciarra. Tugas tidak resmi yang dilakukan oleh Bond ini dilaksanakan atas permintaan M (Judi Dench). Sedangkan M (Ralph Fiennes) yang menjabat saat ini justru tidak mengetahui sepak terjang Bond dalam memburu Sciarra. Tugas perburuan ini menyebabkan Sciarra tewas dan terjadi huru-hara di Mexico. MI6 pun menjadi sorotan.


Posisi MI6 saat ini memang tidak menguntungkan. Organisasi agen rahasia ini sudah kacau balau sejak kisah Skyfall bergulir. Dan sekarang MI6 diambil alih oleh pemerintah Inggris dibawah supervisi dari C (Andrew Scott). Pasca kejadian di Mexico sendiri, Bond melanjutkan pencariannya hingga ke Roma, masih atas perintah M yang terdahulu.


Ketika Bond menghadiri pemakaman Marco, dia bertemu dengan janda mendiang Marco, Lucia Sciarra. Dengan memanfaatkan pesonanya Bond membuat Lucia mengaku bahwa suaminya menjadi anggota sebuah organisasi teroris ternama yang akan mengadakan pertemuan rahasia. Bond pun berhasil menyusup ke dalam pertemuan itu dan bertemu dengan pimpinan organisasi yang belakangan diketahui bernama SPECTRE.


Pemimpin Spectre adalah Ernst Stavo Blofeld (Christoph Waltz) seorang pria berdarah dingin yang mampu melakukan apa saja untuk mencapai keinginannya. Usut punya usut, ternyata dia punya sejarah yang dekat dengan kehidupan James Bond sejak kecil dulu. Dan ini akan diungkap di akhir cerita.


Pertemuan Bond dengan SPECTRE tidak berjalan lancar. Bond diketahui menyusup ke dalam organisasi dan Stavo menugaskan salah satu anak buahnya yang paling berbahaya, Mr Hinx (Dave Bautista) untuk memburunya.


Berdasarkan petunjuk dari M, Bond berhasil menemui seorang musuh yang pernah terlibat dalam kisah Casino Royale dan Quantum Of Solace, Mr White (Jesper Christensen). Mr White sendiri ternyata adalah salah satu anggota Spectre yang membelot karena tidak suka dengan cara kerja organisasi tersebut. Dan Stavo membuat Mr White sekarat dengan memberinya Thalium, sebuah zat beracun yang menyebabkan kanker. Dalam perjumpaan itu Bond membuat Mr White mengaku bahwa sebenarnya dia ingin melindungi putri satu-satunya dari kejaran Spectre. Bond pun menawarkan perlindungan asalkan Mr White memberi tahu dimana anaknya berada. Mr White pun memberitahu dimana anaknya saat ini dan kemudian menembak mati dirinya.


Bond mendatangi tempat yang dikatakan oleh Mr White dan menemukan seorang psikolog bernama Madeleine Swann (Lea Seydoux) di sebuah klinik di Austria. Begitu pula Mr Hinx. Dan Madeleine pun diculik, tapi Bond berhasil menyelamatkannya. Keduanya pun menuju ke Maroko untuk mengunjungi sebuah tempat bernama L' Americaine. Dan di tempat inilah Bond dan Madeleine menemukan sebuah rahasia yang disimpan oleh Mr white. Salah satunya adalah koordinat tempat markas besar Spectre berada.


Ketika Bond dan Madeleine pergi menuju ke tempat itu dengan kereta, mereka kembali bertemu dengan Mr Hinx dan terjadilah perkelahian sampai Mr Hinx tewas karena jatuh dari kereta.


Di markas besar Spectre, Bond dan Madeleine disambut oleh Stavo yang membeberkan kisah masa lalu dirinya, Bond, bahkan Madeleine. Bond pun ditangkap dan disiksa oleh Stavo. Tapi dia berhasil lolos setelah meledakkan bom yang ditanam dalam jam tangan ciptaan Q (ben Whishaw).


Saat mereka kembali ke London, Bond pun harus menyelesaikan tugas terakhirnya. Ternyata Stavo masih hidup dan bersama dengan Spectre mereka punya rencana jahat untuk menyusup ke dalam organisasi intelejen dunia yang diprakarsai oleh 9 negara. Dan organisasi ini akan meluncurkan program Nine Eyes yang memantau semua pergerakan manusia via satelit dengan tujuan mata-mata. Belakangan Bond dan M menemukan keterlibatan C dalam operasi ini. Mereka pun berusaha untuk menghentikan C meluncurkan program Nine Eyes dan memberantas Spectre untuk selama-lamanya.


Ya, begitulah kurang lebih alur kisah dari Spectre.




[caption id="attachment_2652" align="aligncenter" width="620"]www.screenrelish.com www.screenrelish.com[/caption]

Seperti yang kita tahu bahwa sejak Skyfall, James Bond sepertinya diperkenalkan kembali kepada publik. Jadi ketika banyak kebingungan penonton, akhirnya diketahui bahwa kisah Skyfall adalah kisah awal dari adanya James Bond. Dan Spectre sendiri merupakan rangkaian kedua dari perkenalan kembali tokoh James Bond yang selama ini kita kenal. Jadi inilah awal dari keberadaan agen 007 yang mendunia itu.


Spectre sendiri pernah muncul dalam film Bond rilisan tahun 71. Sejak film Diamonds Are Forever itulah organisasi Spectre pertama kali diperkenalkan.


Sam Mendes kembali mengarahkan Spectre setelah sukses dengan Skyfall 2 tahun lalu. Sedangkan Daniel Craig mengulangi sukses peran James Bond keempatnya setelah Casino Royale, Quantum Of Solace, dan Skyfall. Sebagai pemeran Bond yang dinilai paling garang, Craig sukses membawakan tokoh James Bond sebagai agen rahasia "paling normal" dari selama ini ada. As we know, dibanyak seri James Bond, agen 007 ini digambarkan begitu sempurna. Selalu menang dalam berkelahi, dan tak pernah sedikitpun berdarah-darah. Dalam satu statementnya ketika mempromosikan Casino Royale, Daniel berkata ingin menghilangkan stereotipe james Bond sebagai agen super yang rapi jali. Dia ingin publik melihatnya sebagai agen yang juga manusia apa adanya.


Dan Craig terbukti sukses hingga film keempat meskipun banyak yang mengolok-olok kalau mukanya terlalu cemberut. Selain Daniel Craig, beberapa tokoh juga muncul kembali di film ini. Miss Moneypenny, asisten M yang merupakan mantan agen lapangan ini kembali diperankan oleh Naomie Harris. Moneypenny memang digambarkan sebagai teman tapi mesra-nya James Bond. James selalu menggoda dan Moneypenny selalu tahu bahwa agen playboy satu ini hanya bisa memberinya sakit hati. Jadi dia menjaga jarak dengannya.


Q, jenius pencipta peralatan canggih yang pada akhirnya sering menyelamatkan Bond dari kematian diperankan kembali oleh Ben Whishaw. Tingkahnya yang kikuk dan lucu menjadi penyegar tersendiri bagi film ini. Hubungan Bond dan Q memang tidak terlalu akur, mengingat Bond selalu menghancurkan peralaratan yang diberikannya.


Spectre sendiri menurut saya berjalan dengan pace yang cukup cepat. Meksipun durasi film ini cukup panjang (2 1/2 jam), tapi alur kisahnya terasa to the point. Nggak bisa dibilang buru-buru juga sih, mengingat sebenarnya ini adalah "puncak" dari ketiga film sebelumnya. Jadi, semua penjahat yang muncul di 3 film sebelumnya, seperti La Chiffre, Dominic Greene, Raoul Silva, bahkan Mr White sendiri, adalah anggota dari Spectre. Dan film ke 24 dari seri James Bond ini memang bertujuan menjelaskan apa itu Spectre dan bagaimana James Bond bisa terlibat dengan organisasi ini.


Seperti biasa, Christoph Waltz selalu jadi villain yang menyebalkan. Sejak berkenalan dengannya di film Inglorious Bastard saya selalu berpikir kalau orang ini menyebalkan sekali dan cocok menjadi penjahat berdarah dingin. Bahkan di Spectre sendiri dia terlihat begitu kejam, tapi terkadang juga agak konyol dan penakut. Mungkin level jahatnya hampir sama dengan karakter Raoul Silva dalam Skyfall yang diperankan oleh Javier Bardem.


Beberapa hal yang menarik dari film James Bond adalah tentang munculnya pertanyaan : Siapakah yang akan jadi Bond Girl? Mobil apakah yang akan dikendarai oleh Bond? Gadget seperti apa yang akan dipakai oleh Bond? Dan seperti menjadi magnet tersendiri bagi penonton, gimmick-gimmick seperti inilah yang menjadi pusat perhatian massa.




[caption id="attachment_2653" align="aligncenter" width="620"]www.hngn.com www.hngn.com[/caption]

Kali ini terpilih Monicca belucci, artis Italia yang memerankan Lucia Sciarra. Kalau Teri Hatcher dinobatkan sebagai Bond Girl tercantik dalam film Tomorrow Never Dies, Belucci menyandang gelar sebagai Bond Girl paling tua, dan pastinya tak kalah seksi dengan yang lain. Meskipun kemunculannya hanya sedikit saja di awal film tapi tak pelak lagi kalau namanya menjadi salah satu daya tarik tersendiri.


Sementara itu Lea Seydoux, aktris berwajah sendu asal Perancis kebagian peran sebagai Madeleine Swann, anak dari Mr White, musuh James Bond. Seydoux sebelumnya kita kenal sebagai pembunuh bayaran Sabine Morreu di film Mission Impossible Ghost Protocoll dan Bella dalam adaptasi Beauty And The Beast. Seydoux menggambarkan karakternya sebagai seorang wanita independen yang sebenarnya tidak membutuhkan Bond untuk melindunginya. Tapi pada akhirnya dia menjadi satu-satunya wanita yang mampu membuat Bond memutuskan untuk pensiun dari tugasnya.




[caption id="attachment_2654" align="aligncenter" width="620"]www.people.com www.people.com[/caption]

Soal mobil, orang sering membicarakan apakah Bond akan memakai Aston Martin lagi atau tidak. Dan nyatanya ini masih menjadi kendaraan favorit Bond, meskipun BMW pernah muncul juga di film Tomorrow Never Dies. Tapi sepertinya Aston martin masih jadi favorit. Mungkin karena bentuknya yang klasik dan elegant, seperti karakter Bond sendiri. Sedangkan Mr Hinx menggunakan Jaguar sebagai kendaraannya saat mengejar Bond di Roma.


Tahun ini Sony membekali Bond dengan handphone canggihnya. Ada rumor kalau Bond menolak tawaran Sony untuk menampilkan handphone android experia Z4. Padahal bayarannya luar biasa gede. Baik Craig maupun Mendes setuju kalau Android tidak sesuai dengan karakter dan kelas Bond sebagai agen rahasia. Meksi begitu saya masih melihat Bond menggunakan Smartphone Sony saat adegan kejar-kejaran antara Bond dengan Mr Hinx dan Bond menghubungi Moneypenny lewat selulernya. Dan tentu saja, kali ini Bond masih setia menggunakan jam tangan Omega seri Seamaster 300 yang canggih.


Bicara soal fim james Bond, salah satu yang selalu jadi favorit saya sejak dulu adalah opening sequence-nya. Adegan pembuka yang kemudian diikuti dengan lagu tema yang dinyanyikan oleh penyanyi-penyanyi kelas dunia menjadi salah satu yang saya tunggu-tunggu. Saya akan sangat jengkel jika sampai melewatkan bagian yang satu ini. Dan kali ini, Sam Smith dengan bangga mempersembahkan suara emasnya lewat lagu Writing's On The Wall. Sebuah karya megah, yang meskipun banyak orang bilang kurang oke dibanding Skyfall milik Adele, tapi menurut saya, lagu ini mewakili film Spectre yang pada akhirnya menunjukkan "perasaan yang sebenarnya" dari seorang James Bond. Lagu ini punya sisi sentimentil yang pas untuk karakter James Bond dan kisah dalam Spectre. Sejak rilisnya lagu ini berhasil mendapatkan penghargaan Guinnes World Of Record untuk lagu tema James Bond tersukses.


https://www.youtube.com/watch?v=8jzDnsjYv9A

Secara keseluruhan saya sendiri lebih menikmati 3 film James Bond yang sebelumnya. Tapi untuk sebuah konklusi awal, Spectre cukup bisa menjadi akhir dan awal dari petualangan agen rahasia 007, James Bond.


Kabarnya Daniel Craig tidak akan kembali memerankan karakter ini di film mendatang (yang mana sangat disayangkan). Tapi sudah banyak kasak-kusuk tentang siapa yang dinilai paling cocok memerankan karakter agen rahasia asal Inggris ini. Bahkan ada wacana, Idris Elba akan pantas mengisi kursi yang akan ditinggalkan Craig. Dan kalau itu benar, Elba akan menjadi Bond pertama yang berkulit hitam.


So, i cant give you a stars for this movie. You should watch it by your self. But if you insist, i'll give Spectre 3 1/2 stars for the pack of action & humor. Cast is good and the story line is fine.

0 Comments