Sepulang dari tamasya ke Negeri Singa..bertahun-tahun yang lalu, saya jatuh cinta dengan makanan India. Kenapa bisa begitu? Ceritanya begini...


Waktu itu sudah diwanti-wanti "Jangan lupa bawa mie instant, kalau-kalau bingung nyari makanan di Singapura. Ati-ati babi...". Saya pikir mana mungkin sih ga ada makanan halal disana? Masa iya susah nyarinya? Tapi ternyata memang susah (buat saya) waktu itu. Kesana-kesini nemunya "Pork Lard". Masih mending dikasih tanda, yang mencurigakan malah banyak.


Ditanya "pork? pork?" dianya malah bingung antara jawab "iyes" apa "no" secara dia pengen dagangannya laku mungkin. Waktu muter-muter nyari makan, ketemunya masakan Padang. Yasalam, masa iya jauh-jauh kesana ketemunya rendang lagi? Suka sih, tapi tetangga kosan juga buka rumah makan Padang. *LOL*


Tapi malam kedua nyari makan beruntung bisa ketemu sebuah tempat makan yang menjual masakan India. Dan ya Tuhan, saya jatuh cinta! Nasi Biryani nya enak..dengan potongan daging kambing yang ukurannya gede-gede, ada saus kunyitnya, sambel yang pedes, dan porsi yang aduhai, jadi makanan saya selama 3 hari disana. Pokoknya cinta!


Pulang ke Semarang dan kemudian sedih kalau pas lagi kangen pengen makan masakan India. Disini nggak ada. Seingat saya dulu ada resto India di Simpang 5, tapi entah kapan tutupnya. Pokoknya sebelum saya jatuh cinta deh sama masakan mereka.


Makanya ketika temen saya ngasih tahu kalau ada warung makan yang menjual masakan india baru buka, saya excited banget! Apalagi letaknya nggak jauh dari kos-kosan. Jalan kaki aja nyampe! Seneng banget dong saya?


Segeralah saya datangi warung tersebut, Namanya Kedai India. Tempatnya nggak terlalu besar. Hanya ruang depan yang diubah menjadi dapur dan tempat makan. Ada sekitar 3 meja di depan, sementara ruangan dalam terisi 2 meja lesehan.




[caption id="attachment_2613" align="aligncenter" width="620"]Kedai India Kedai India[/caption]

Awalnya sih agak skeptis. Paling-paling orang Indonesia yang mencoba jual masakan India, tapi meskipun begitu saya nekat datang. Selain ingin tahu, sedikit banyak ingin menuntaskan rasa kangen saya pada Biryani.


Dan ternyata saya cukup senang ketika mengetahui penjualnya adalah seorang India asli yang sudah menetap di Indonesia karena istrinya orang kita juga. Paling tidak masakannya sudah pasti otentik nih, begitu pikir saya waktu itu. Dan ternyata benar, saya bahagia!


Menu pertama dihari pertama saya datang ke tempat itu adalah Nasi Biryani Kambing.




[caption id="attachment_2614" align="aligncenter" width="620"]Biryani Kambing Biryani Kambing[/caption]

Oh my Goat! Ini enak bangeeeeeet! Bau harumnya tercium sejak dimasak hingga disajikan. Saya suka bau rempah-rempahnya. Pokoknya suka! Nasi biryani ini dijual seharga 25 ribu. Ada 2 pilihan sih, untuk yang nggak suka kambing bisa pilih Biryani Ayam. tapi apalah artinya Biryani kalau lauknya ayam...hahaha.Biryani ini disajikan dengan kacang mete dan kismis sebagai pelengkap.


Biryani ini dibuat dari beras Basmati. Seperti yang kita tahu bahwa bentuk beras ini memang berbeda dibanding beras lokal. Bentuknya panjang kecil dengan tekstur yang tidak mudah hancur. Buat saya pribadi sih penggunaan beras ini benar-benar melengkapi status Nasi Biryani itu sendiri. Seingat saya, Biryani yang saya makan di Singapura bahkan tidak menggunakan jenis beras ini. Hanya saja, memang perlu disesuaikan untuk lidah orang lokal. Beras Biryani yang cenderung keras (tidak mudah hancur) ini sebaiknya dimasak dengan seksama sehingga teksturnya lebih empuk. Kenapa? Karena kebanyakan orang akan menyangka bahwa berasnya masih mentah. Saya pernah melihat sih dihari kedua saya datang ke Kedai India, salah satu pengunjung mengeluarkan ekspresi yang aneh ketika menyantap hidangan ini. Sedikit banyak kebaca sih kalau dia agak "keberatan" dengan nasinya (sotoy banget ya saya, hehe). Dan ujung2nya nggak dihabisin tuh nasi. Kan sayang ya? Walaupun saya sendiri tidak keberatan dengan tekstur Basmati, tapi mungkin perlu disesuaikan tingkat kematangannya supaya lebih bisa diterima oleh sebagian besar pengunjung. Kalau soal rasa? laziz lah...nggak pakai penyedap rasa lho? Ini kata yang jual...


Lalu menu kedua yang saya pesan dimalam pertama kunjungan saya adalah Chicken Tandoori.




[caption id="attachment_2615" align="aligncenter" width="620"]Chicken Tandoori Chicken Tandoori[/caption]

 

Ini adalah ayam bakar khas India. Direndam dengan berbagai macam bumbu dan yoghurt, tanpa penyedap rasa, lalu dibakar mentah-mentah hingga matang tanpa diungkep terlebih dulu. Warnanya memang merah, dan menurut keterangan penjualnya, pewarna makanan digunakan dalam masakan ini. Tapi pewarna ini tentu saja food grade dan tidak digunakan dalam jumlah yang terlalu banyak. Rasanya? Gurih-gurih asem. tekstur ayamnya empuk dan masih juicy. Duh..kok saya jadi ngiler sih saat menulis bagian ini? by the way harga seporsi ayam tandoori adalah 18 ribu rupiah.


Kunjungan pertama saya berjalan dengan sukses. Saya pulang dengan bahagia dan berniat untuk datang lagi sore hari berikutnya. Lalu saya dan teman saya memesan menu ini di hari kedua.




[caption id="attachment_2616" align="aligncenter" width="620"]Pratha Kare Kambing Pratha Kare Kambing[/caption]

Ini adalah Roti Pratha Kare Kambing. Roti gandum ala India ini dibuat dari awal lho. Istilahnya made from the scratch. Jadi bukan roti pratha beku, tapi dibuat dari adonan yang diuleni sendiri. Rasanya enak, gurih agak manis dikit, teksturnya lembut, disajikan dengan kare kambing. Cara makannya sih suka-suka, tapi saya suka yang macam di film-film India itu. Disobek, lalu dicelupin ke karenya. Hehehe. Cuma menurut saya kuah karenya encer. Padahal saya membayangkan bisa nyolek kuah karenya yang kental dengan roti pratha ini. Tapi overall rasanya enak kok. Harganya juga murah. Untuk kare kambing 20 ribu rupiah, sementara kare ayam 15 ribu.


Selain roti Pratha, saya juga memesan ini nih...




[caption id="attachment_2617" align="aligncenter" width="620"]Kebab India Kebab India[/caption]

Sebenarnya sih penasaran sama namanya. Kebab India. Apa bedanya sama Kebab Turki ya? Ternyata kebab india ini mirip dengan daging burger. Dibuat dari daging kambing giling dicampur dengan bawang bombay dan rempah-rempah, lalu dibentuk seperti patty dan digoreng dengan sedikit minyak di wajan. Rasanya? Laziz. Dagingnya juicy banget, lembut, dan nggak prengus. menurut keterangan yang jual, di India makanan ini disebut Shami, yang artinya Sore Hari. Ini adalah camilan yang biasa dimakan disore hari. CMIIW, tapi memang menurut keterangan beliau sih seperti itu. Harga kebab ini 20 ribu rupiah saja.


Lalu sebagai penutup makan malam dihari kedua kunjungan ke Kedai India, saya memesan Teh India.




[caption id="attachment_2618" align="aligncenter" width="620"]Teh India Teh India[/caption]

Seperti bajigur ya? hehehe. tapi lebih seperti teh lemak sih. Hampir sama seperti teh tarik, tapi yang ini lebih lite. Teh yang digunakan adalah jenis teh Taj Mahal (menurut keterangan penjual). Saya dikasih lihat bentuk tehnya. Bulir-bulir tehnya kecil-kecil seperti gilingan kopi yang kasar. Baunya harum. Masih kata yang jual, 2 sampai 3 bulir daun teh Taj Mahal ini bisa membuat segelas teh pekat. Dicampur susu dan sedikit gula pasir, teh ini bisa dinikmati hanya dengan 7 ribu rupiah saja.


akhirnya kerinduan saya terobati. Senang rasanya bisa menemukan tempat makan yang nggak fancy tetapi enak. Karena urusan makan itu kan juga urusan hati, nggak cuma perut. Jadi kalau bisa kelar makan dan bahagia itu rasanya luar biasa.


Kedai India bisa menjadi pilihan untuk Anda pecinta makanan berempah. Dan kebetulan masih belum banyak yang postingan Open Snap yang memberikan info tentang tempat makan india di Semarang. Nggak ada malah. Dan saya cukup senang bisa membaginya dengan pengguna Open Snap yang lain, yang mungkin butuh referensi tentang tempat makan yang menyediakan menu Bollywood. Jadi jika Anda pengguna Open Snap dan sedang berada di Semarang, Anda bisa menggunakan app ini untuk mencari referensi tempat makan favorit. Nggak pake bingung.


Kedai India bisa Anda temukan di Jalan Sompok II/ 10 Lamper Lor (setelah jembatan jika dari arah Jalan Sompok Baru Semarang).

4 Comments

  1. Namaste, di Pujasera Simpang 5, dekat Living Plaza, ada warung Little India. Baru dibuka sejak Des 2015. Sudah ada menunya, bisa lihat via Gojek apps, Gofood. Buka jam 17:00-23:00, Selasa-Minggu.

    ReplyDelete
  2. Namaste,

    Thank you infonya yaaa...iya..saya udah pernah liat. Tapi emang jarang ke daerah situ sih. Kapan2 mampir deh...

    ReplyDelete
  3. Terimakasih infonya bang, kpn" mau mampir deh.

    ReplyDelete

Punya uneg-uneg? Jangan disimpan. Tulis di sini.