Beberapa hari yang lalu di tempat saya bekerja, ada audisi untuk mencari bintang sinetron GGS. Tahu kan GGS? Itu lho sinetron anak muda yang lagi banyak diomongin anak-anak SMP kalo pas lagi duduk manis di dalam angkot. Mereka ini kalo cerita sampai segitunya. Saya sih nggak suka nonton, tapi tahu apa itu GGS, dan pernah sekelebatan nonton sinetron ini pas malem-malem mampir makan di warteg deket studio.


Yang ikut audisi bejibun. Tentu saja kebanyakan adek-adek unyu kinyis-kinyis yang bermimpi bisa berakting di depan kamera, dan siapa tahu, bisa jadi generasi Aliando dan Prilly yang berikutnya. Siapa tahu ya kan ya? Nggak ada salahnya dicoba. Namanya juga usaha. Kalau berhasil dan jadi terkenal kan namanya luar biasa. Ya kan ya?


Nah kalo semalam saya nonton Nat Geo, ada cerita soal food blogger dari berbagai negara. Ada yang dari vietnam (aslinya bule juga sih), terus ada juga yang stay di paris, blogger taiwan yang sering pake nama anonim kalo pas lagi ngeposting hasil makan-makan di blog pribadinya. Terus saya pengen dong ya? apalagi temen saya yang ikut nonton kasih komen, "Tuh, bikin blog yang kayak gitu. Kamu kan suka masak, suka makan. Kenapa nggak coba?"


Lhaaaaa...tanpa kamu bilang saya juga pengen dari dulu-dulu. Tapi kan..tapi kan...




  1. Saya ndak punya kamera yang bisa bikin makanan jadi keliatan cus di blog

  2. Saya ndak pinter2 banget ngereview soal makanan

  3. Saya ndak bisa (banget-banget) nulis pake bahasa inggris

  4. (paling penting) saya ndak punya cukup duit buat sering jalan-jalan, jajan-jajan, makan-makan, atau masak

  5. (paling parah) saya ndak punya cukup nyali untuk memulai blog saya sendiri dan mengkhususkan diri dengan jadi seorang food blogger


Itu tuh yang sering jadi hambatan (yang saya ciptakan sendiri) hihihihi...Tapi jujur memang begitulah adanya.


Siapa sih yang nggak pengen terkenal (atau setidaknya dikenal banyak orang)? Saya rasa hampir semua orang pengen, walaupun dalam melakukan sesuatu awalnya bukan karena itu. Banyak yang bilang "Saya melakukan apa yang saya suka,kalaupun banyak orang yang mengapresiasi dan saya jadi dikenal, itu hanya bonus."


Omong kosong! Karena belakangan kita pasti akan menikmati semua perhatian yang diberikan oleh orang lain kan? Sampai ada yang rela melakukan apapun demi tetap mendapat perhatian.


Nggak salah juga sebenernya. Pengakuan akan eksistensi menjadi sebuah kebutuhan. Karena dalam hidup kita memang perlu melakukan sesuatu. Dan belum cukup hanya sekedar melakukan sesuatu, tapi bisakah sesuatu itu dilihat, dirasakan, didengar, dan diakui oleh pihak lain? Karena jika iya, pada akhirnya kita akan merasa menjadi manusia yang berdaya. Setidaknya, selama hidup, ada sebuah karya yang bisa kita banggakan (kalau tidak mau dibilang disombongkan lho ya?). Walaupun balik lagi ke pertanyaan "Lalu, semua itu untuk apa?"


Kesampingkan pertanyaan di atas. Karena bahkan saya yang selalu ingin berada di bawah radar, selalu ingin berada di luar lingkaran dan berusaha menghindari sorotan, sangat menikmati "spotlight". Karena saat itulah saya merasa hidup saya berharga. Berharga karena bisa bikin orang seenggak-enggaknya "ngasih jempol" di postingan facebook, mencet "love" di instagram dan juga path, atau ngeretweet kicauan di twitter. Lalu saya akan berusaha untuk kontinyu memberikan apa yang orang-orang mau. Sampai saya kelelahan dan bosan.


Setiap orang dikenal dengan caranya masing-masing. Ada yang memang fokus pada prestasi dan hal-hal baik yang bisa dilakukan. Tapi ada juga yang saking frustasinya, akhirnya malah milih cara-cara kontroversial, yang penting masuk TV, diberitakan di radio, jadi bahan gosip tabloid dan mak-mak kompleks perumahan, dan kemudian mendadak tenar. Apapun caranya, tak ada yang salah dan berhak menyalahkan, karena bagaimanapun juga masing-masing orang punya caranya sendiri.


*dan kemudian mikir, kira2 apa yang bisa bikin saya terkenal ya?


...ah, dikenal saja sudah cukup lah, nggak usah pake terkenal segala... :D  nanti malah susah mau ngapa-ngapain....hihihihihi


- tulisan nggak mutu, dibuat cuma biar otak agak mikir, udah lama nggak nulis - :D

2 Comments

  1. intinya harus berani kak. Kaya aku yang sampe 11 tahun ngeblog ngga mau mengkhususkan diri jadi traveler blogger itu lebih karena aku yang ngga mau mengungkung diri pada satu bahasan. Tapi aku selalu salut sama orang yang blognya mengkhususkan diri membahas sesuatu seperti makanan, traveling, tekno, otomotif, dsb...

    ReplyDelete

Punya uneg-uneg? Jangan disimpan. Tulis di sini.