Hehehe...sekalian aja, abis baca bukunya, nonton filmnya via online. Yang terakhir itu jangan ditiru ya? :D Soalnya musti nunggu lama sampai filmnya nongol di bioskop. Jadi yaaaa....terpaksa deh. :P


Oke, mari kita mulai dengan bukunya dulu ya...


IMG_2892

 

The Giver ini bercerita tentang seorang anak berusia 12 tahun bernama Jonas. Dia tinggal bersama dengan ayah, ibu, dan adik perempuan bernama Lily. Mereka adalah bagian dari sebuah komunitas tertata yang diceritakan hidup dimasa depan, jauh setelah terjadinya perang.


Komunitas ini dipimpin oleh para Tetua. Diatur dengan peraturan ketat yang memastikan bahwa kehidupan disana berjalan dengan sempurna. Tata bahasa harus digunakan dengan tepat, hubungan antar penghuni komunitas juga diatur sesuai norma. Di tempat itu tak ada rasa sakit, tak ada kesedihan, Tak ada kebohongan, tak ada pertengkaran. Semuanya berjalan begitu harmonis.


Begitulah hidup Jonas sampai dia berusia 12. Di komunitas itu,usia 12 adalah salah satu tingkat menuju ke masa dewasa. Disana anak yang termasuk dalam kelompok 12 akan menerima penugasan sesuai dengan bakat dan minat masing-masing. Penugasan adalah sebuah pekerjaan yang diberikan oleh para Tetua untuk kelompok 12 dimana penempatannya sendiri sudah diatur berdasarkan pengamatan selama setahun ketika mereka berusia 11.


Dalam sebuah upacara, semua anak kelompok 12 sudah menerima Penugasan, termasuk kedua teman Jonas, Asher dan Fiona. Kecuali Jonas yang membuat semua orang kebingungan. Sampai pada akhir upacara, Tetua mengatakan kalau Jonas terpilih sebagai penerima ingatan. Sebuah tugas yang sebenarnya tidak termasuk dalam Penugasan, tapi merupakan sebuah keistimewaan.


Penerima Ingatan adalah sosok terpilih yang diberi beban untuk menerima ingatan dari sang pemberi. Ingatan ini adalah kenangan-kenangan yang dulu dimiliki oleh masing-masing orang yang hidup di komunitas. Selama ini ingatan tersebut ditanggung oleh seseorang yang disebut sebagai Pemberi (The Giver). Pemberi ini sudah berusia lanjut dan akan segera mengakhiri masa tugasnya sebagai Penerima Ingatan. Untuk itulah dipilih Jonas sebagai penerima ingatan selanjutnya.


Jonas berlatih bersama dengan Penerima setiap hari. Dimulai dari hal-hal ringan hingga yang paling berat. Setiap hari The Giver memindahkan kenangan dari dirinya ke Jonas. Dari situlah Jonas menemukan sedikit demi sedikit tentang kebenaran dalam hidup. Mulai dari warna yang tak pernah dilihatnya, hingga kenangan-kenangan baik yang indah maupun yang tidak. Jonas pun merasakan semua hal sempurna yang ada di komunitas itu adalah palsu belaka.


Diapun menyusun rencana untuk melarikan diri dari komunitas itu menuju ke Tempat Lain yang ada di luar dari dunianya. Tekad Jonas semakin besar terlebih ketika seorang anak bernama Gabriel yang diasuh oleh Ayah dan Ibunya hendak "dilepaskan". Pelepasan adalah kata lain dari dibunuh karena beberapa hal. Dalam kasus Gabriel, dia akan dilepas karena dinilai tak berkembang sesuai standar dari komunitas.


Dalam sebuah perjalanan kabur diam-diam Jonas keluar dari komunitas menuju Tempat Lain. Berbekal pengetahuan dari Sang Pemberi Jonas berusaha untuk mencari Tempat Lain dan menyingkap semua kebenaran yang selama ini tersembunyi.


TheGiverPoster1-900px-×-1333pxNah, seperti biasa, kalo abis baca bukunya dan kebetulan sudah ada filmnya,langsung nonton deh. Yaaaa..kurang lebih alurnya sih sama. Hanya saja ada banyak perubahan, diantaranya :




  1. Saat penugasan, dalam buku disebutkan Fiona ditugaskan sebagai pengasuh Lansia dan Asher sebagai wakil direktur rekreasi, sedangkan difilm Fiona ditugaskan sebagai pengasuh anakbaru, sedangkan Asher sebagai pilot.

  2. Setiap pagi masing-masing warga komunitas diharuskan untuk meminum pil yang akan menekan perasaan yang disebut sebagai "dorongan", dimana ini adalah semacam obat untuk menekan nafsu seks. Itu di buku, nah kalau di film, masing-masing warga harus melewati injeksi obat dengan tujuan yang sama.


3. Dalam buku Asher tidak diminta oleh Tetua untuk mengejar Jonas yang kabur dari komunitasnya. Tapi dalam film Asher dgambarkan memburu temannya itu, meskipun pada akhirnya dia melepaskan Jonas dan gabriel dan berbohong pada Tetua bahwa misinya berhasil.




  1. Kisah dalam buku berakhir menggantung, tapi dalam film digambarkan bahwa misi Jonas untuk mencapai tempat lain berhasil melepaskan semua ingatan masa lalu warga komunitas dan merubah kehidupan disana.


Dan beberapa lainnya juga berubah, seperti metode pemindahan ingatan dari The Giver ke Jonas. Kalau dibuku digambarkan Jonas berbaring dan The Giver menempelkan kedua tangannya di punggung Jonas, tapi di film, mereka duduk berhadapan dan saling berpegang tangan. Sementara di buku nggak ada proses Pelepasan Fiona yang dianggap sudah membantu Jonas kabur, karena memang tidak diceritakan peran Fiona disini, tapi dalam film, Fiona membantu Jonas kabur dan dihukum oleh Tetua.


Hal wajar sih kalau cerita di buku dan film berbeda. Apalagi kalau bukan demi alasan dramatisasi dan twist yang tentu saja bertujuan supaya mereka yang sudah membaca bukunya mendapatkan sedikit kejutan karena beberapa hal yang sudah mereka baca, jadi berbeda ketika diangkat ke layar lebar.


Saya sendiri tidak terlalu puas dengan filmnya karena filmnya sendiri seperti kehilangan unsur "kesenangan" dan kesan "relijius" seperti yang saya baca. Entah kenapa buku ini seperti buku filosofi tentang kehidupan. Sedangkan filmnya seperti film petualangan remaja kebanyakan yang akhir-akhir ini beredar di pasaran.


Tentu saja akan ada banyak kekecewaan ketika apa yang dibaca tidak sama dengan apa yang ditonton lewat film. Entah kenapa rasanya ada yang hilang dari filmnya dan saya jadi agak kurang suka. Tapi entahlah, kamu perlu nonton sendiri.


Selain soal saya yang sudah baca bukunya, Meryl Streep adalah satu-satunya alasan saya menonton filmnya. :P

0 Comments