Gimana kalau manusia menggunakan 100% kapasitas otaknya? Apakah dia akan menjadi manusia super yang akan menguasai dunia? Dan mungkinkah itu terjadi?

lucyItulah yang ingin disampaikan oleh film terbaru garapan sutradara asal Perancis Luc Besson. Bercerita tentang seorang mahasiswa asal Amerika bernama Lucy yang sedang menuntut ilmu di Taiwan. Ketika suatu malam dia bertemu dengan seorang cowok bernama Richard di sebuah klub malam, Lucy terlibat dengan perdagangan narkoba tingkat tinggi. Richard meminta Lucy untuk membawakan sebuah koper kepada Tuan Jang yang menginap di sebuah hotel. Awalnya Lucy menolak, tapi kemudian Richard memborgol koper itu ke tangan Lucy dan menyuruhnya untuk bertemu dengan Tuan Jang.


Lucy yang terlambat menyadari kalau dia terlibat dalam kesulitan harus melihat Ricrahd mati ditembak di depan hotel. Dan dia pun diseret masuk ke ruangan yang disewa oleh Tuan Jang. Jang sendiri adalah bos mafia asal korea yang terlibat dalam bisnis obat bius. Di ruangan hotel itu Lucy baru tahu kalau di dalam koper tersebut ada 4 paket butiran berwarna biru yang belakangan diketahui bernama CPH4. Obat bius sintetis ini dibuat berdasarkan sebuah senyawa yang dihasilkan oleh ibu hamil untuk membangun jaringan dan tulang yang akan memberikan kekuatan pada janin.


CPH4 itu diceritakan sebagai varian obat bius baru yang akan diselundupkan ke berbagai negara melalui kurir manusia, dimana paket tersebut dimasukkan ke dalam tubuh sang kurir. Ada 4 orang kurir termasuk Lucy dengan 4 negara tujuan yang berbeda. Sebelum Lucy diterbangkan ke luar negeri, sebuah kejadian mengubah hidupnya. Saat ditahan di sebuah ruangan bawah tanah, Lucy mendapatkan kekerasan oleh salah satu anak buah Jang. Tak diduga, paket yang ada di dalam tubuh Lucy pun bocor dan larut ke dalam darahnya. Sedikit demi sedikit Lucy mengalami perubahan dalam tubuhnya. Dia jadi bisa bela diri, dan kemampuan otaknya pun berkembang dengan sangat pesat, bahkan dia mampu menggerakkan benda dan memengaruhi orang lain dengan otaknya.


Lucy pun segera mengambil tindakan dengan menhubungi interpol untuk mencegah beredarnya CPH4 yang telah dibawa oleh kurir. Satu persatu kurir yang digunakan oleh Tuan Jang pun ditangkap oleh pasukan polisi yang dikoordinir oleh kepala polisi Pierre Del Rio.


Sementara itu di Perancis, seorang profesor bernama Samuel Norman sedang memberikan ceramah tentang apa yang terjadi dengan evolusi manusia dalam menggunakan otaknya. Samuel menjelaskan tentang bagaimana jika manusia menggunakan lebih dari 10% kapasitas otak mereka. Lucy yang mencari tahu tentang apa yang terjadi pada dirinya menemukan profesor Samuel melalui pencarian diinternet dan mereka sepakat untuk bertemu dan meneliti apa yang sebenarnya terjadi.


Tuan Jang yang kesal dengan kegagalannya mencoba merebut kembali paket yang sudah ditahan oleh polisi. Paket itu hampir didapatkan oleh anak buah Jang, tapi Lucy berhasil merebutnya kembali. Jang yang kepalang marah bertekad untuk membunuh Lucy dengan tangannya sendiri.


Lucy yang berhasil bertemu dengan Profesor Samuel merelakan dirinya untuk menjadi subjek penelitian, tepat ketika kapasitas otaknya mencapai 100% Lucy pun berubah menjadi komputer super yang mengunduh semua pengetahuan yang didapatnya ke dalam sebuah flashdisk super yang diciptakan oleh dirinya. Tapi Jang tidak tinggal diam, dan terjadilah baku tembak di tempat penelitian yang dilakukan oleh Profesor Samuel. Jang pun berhadapan langsung dengan Lucy dan menembaknya. Tapi Lucy menghilang dan adegan ditutup oleh ucapan Pierre Del Rio, "Dia ada dimana-mana".


...


Salah satu daya tarik film ini tak lain dan tak bukan adalah Scarlet Johansson dan Morgan Freeman. Sebenarnya nama Luc Besson juga menjadi jaminan dari film aksi yang tidak termasuk kacangan, tapi terus terang saya bukan fans dari karya Luc Besson, meskipun film aksinya lumayan asyik buat ditonton. Tapi personally saya lebih tertarik untuk menonton Scarlet beraksi sebagai heroine diluar karakternya sebagai Black Widow di The Avengers.


Premisnya sih menarik, tentang bagaimana jika kita menggunakan kapasitas otak kita secara maksimal. Dan membayangkan kita bisa melakukan banyak hal dengan otak kita rasanya menyenangkan. Seru kali ya kalau bisa jadi orang jenius. But anyway, kombinasi aksi dan fiksi ilmiah seperti ini menjadi hal yang menarik bagi kebanyakan orang. Terbukti perolehan film ini sendiri cukup mencengangkan. Dengan bujet "hanya" 40 juta dollar, prestasi box office film ini sudah lebih dari 200 juta dollar dari edaran tiket seluruh dunia. Peluang dibuatnya sekuel pastinya bakal cukup besar.


Kesan saya setelah menonton film ini sendiri adalah film ini cukup membingungkan. Uhm, mungkin bukan membingungkan, tapi lebih ke konyol dan agak aneh. Terutama dibagian aksinya. Buat saya sama sekali nggak masuk akal dan justru merusak esensi dari filmnya sendiri. Lihat saja ketika komplotan Jang hendak menyerbu universitas tempat diadakannya penelitian oleh Profesor Samuel. Komplotan itu datang berbarengan dengan rombongan pasukan polisi. Udah jelas-jelas komplotan itu menyiapkan senjata otomatis, pasukan polisi cuma lewat saja dan membiarkan mereka. Sepertinya adegan tembak-tembakan sudah disiapkan di dalam gedung alih-alih dilakukan diluar.


Tapi karakter Lucy sendiri cukup bagus diperankan oleh Scarlet Johansson. Sepertinya Luc Besson memang sengaja membatasi gerak Lucy untuk melakukan adegan berkelahi dengan tangan kosong, mengingat itu adalah kelebihan dari Black Widow. Mungkin Luc tidak ingin penonton bingung dengan kedua karakter yang berbeda ini.


Bukan jenis film favorit saya. Hampir mirp dengan Transcendence dengan lebih banyak darah.

0 Comments