Udah lama nggak ngereview film...hehe. Mumpung banyak waktu, yuk mari nonton dan menuliskan sesuatu di sini.


Into_the_Storm_2014_filmIn To The Storm adalah sebuah film bertema bencana karya Steven Quale, sutradara yang berada di balik film Final Destination 5 dan asisten sutradara film Avatar milik james Cameron. Terus terang, satu-satunya film bencana dengan angin puyuh sebagai tokoh utamanya yang saya tahu adalah Twister. Padahal kalo menurut banyak informasi di internet, ada cukup banyak film dengan tema serupa. Hanya saja sampai sekarang, Twister masih yang paling OK menurut saya.


Sudah menjadi rahasia umum kalau sebuah film bencana hanya menarik di visual saja. Secara story line paling ya cuma gitu-gitu saja. Lihat saja The Day After Tomorrow, kemudian 2012, apalagi sih...? Paling ya cuma 2 itu yang publikasinya gede-gedean, dan nyatanya jeblok secara kritik, meski jadi box office. Dan kebanyakan menyoroti dari segi cerita. Buat saya pribadi sih maklum, soalnya : apa yang mau diceritakan dari sebuah bencana kalau bukan usaha orang-orang untuk menjadi survivor dari bencana tersebut. Dan hanya sedikit sekali yang kemudian jadi menarik. Salah satu yang paling OK adalah The Impossible karya Juan Antonio Bayona dan dibintangi oleh Naomi Watts & Ewan McGregor.


Dan ditahun 2014 ini muncullah 1 film bertema bencana yang diberi judul Into The Storm. Rilisan Warner Bros yang bekerja sama dengan New Line Cinema dan Village Roadshow ini terlihat menjanjikan lewat trailer yang beredar yang saya lihat melalui channel Youtube. Meskipun visualnya mengingatkan saya pada The Day After Tomorrow, tapi nostalgia pada Twister bikin saya jadi tertarik untuk nonton.


Secara cast sih cukup menjanjikan. Ada Richard Armitage [pemeran Thorin Oakenshield di The Hobbit] dan Sarah Wayne Callice [pemeran Lori Grimes di serial The Walking Dead] Into The Storm bercerita tentang seorang peneliti cuaca bernama Alison Stone yang bekerja sama dengan Pete  The Tornado Chaser yang diperankan oleh Matt Walsh. Sebenarnya hampir sama seperti yang dilakukan oleh karakter Helen Hunt dan Bill Paxton di Twister, Alison ingin mengetahui karakteristik dari masing-masing angin puyuh untuk kepentingan penelitian. Beda dengan Pete yang lebih komersil dan ingin berada di tengah-tengah pusaran demi kepentingan publikasi.


Mereka berdua terjebak di Silverton Oklahoma sebagai setting tempat terjadinya bencana, ketika Gary Morris [Ricahrd Armitage] harus berjuang menyelamatkan anak didiknya dari terjangan tornado saat dilakukan upacara kelulusan di sekolah tempat dia bekerja. Selain itu dia harus kehilangan kontak dengan anak sulungnya Donnie yang saat kejadian sedang berada di sebuah bekas pabrik kertas bersama dengan salah saeorang gadis tercantik di sekolah yang ditaksirnya. Keduanya terjebak di sebuah lubang tempat pembuangan air dan tertimpa reruntuhan pabrik.


Gary dan Alison kemudian bekerjasama untuk menyelamatkan orang-orang dan mengungsikan mereka setelah tornado berskala F5 terbentuk di aera tersebut. Ada yang bertahan hidup, ada juga yang mati karena salah langkah, semuanya jadi formula yang pasti ada di setiap film bencana.


intothestormTerus terang, film ini memang tidak seburuk yang banyak dibilang orang. Maksud saya, oke, secara alur dan story line, pasti berlubang parah dimana-mana. Hampir tak makna, dengan karakter yang sama sekali nggak kuat dan memorable. Hanya saja CGInya bisa diacungi jempol, ditunjang dengan sounds yang digarap cukup total pada akhirnya membuat karakter angin puyuh di Into The Storm terasa "sangat jahat". Untuk sebuah tontonan, Into The Storm memang memberikan kenikmatan buat para pecinta film tentang bencana. Tapi dari segi cerita, sama sekali lemah.


Tapi sekali lagi buat saya pribadi film ini cukup bisa dinikmati dan ketika saya keluar dari gedung, saya bisa tersenyum.


Itu yang penting.


0 Comments