[caption id="attachment_1724" align="alignleft" width="500"]copyright @PS copyright @PS[/caption]

Buku ini saya terima jam 3 pagi. Sebenarnya sih sudah dianterin sejak sore, tapi karena jadwal tugas siaran baru jam 3, saya baru ngelihatnya ya jam segitu. Dan sambil siaran saya nyambi baca. Kebetulan si penulis (rencananya) akan datang ke studio untuk taping program Buka Buka Buku. Walaupun bukan sama saya nanti, tapi perlu juga donk tau apa isinya. *wink*


Kebetulan juga kalo tiap bulan kantor selalu beli majalah ini secara ketengan - bukan langganan, hehehe, makanya saya penasaran pengin tahu gimana sih GoGirl! diramu.


Dan ternyata memang lumayan bikin merinding ya?


Walaupun selama ini saya tahunya kalo kerja dunia media itu menyenangkan,tapi nggak pernah ngebayangin gimana seseorang memulai bisnis di bidang ini. Karena ya saya tahunya tentang media yang sudah established, sudah settled, and the bla and the bla. Tapi ternyata dibalik itu ada sebuah cerita pahit getir dan perjuangan keringat serta darah.


Mungkin beberapa kisah tentang awal mula kerajaan media, saya pernah baca. Macam Reader's Digest yang dimulai dari garasi sebuah rumah, atau bagaimana Femina Group sebesar sekarang, dikit-dikit udah pernah baca lah ya? Tapi kalo yang sedalam, sepahit sekaligus manis, sepertinya baru saya baca di buku ini.


Si penulis - yang ah sayang sekali nanti saya tak bisa ketemu sama beliau - sepertinya memang lebih ke curhat dengan menulis buku ini. Tapi curhat yang benar-benar punya pesan dibalik cerita. Bukan sekedar curhat tentang usaha dan pamer akan kesuksesan. Bukan curhat yang panjang kali lebar kali tinggi, tapi padat berisi.


Bisa jadi, ada banyak orang yang akan bilang kalo Nina Moran terlalu awal menulis cerita tentang "anaknya" yang relatif masihlah anak-anak yang beranjak remaja. 8 tahun mungkin belum cukup untuk mengatakan kalo GoGirl! adalah majalah yang mapan. Mungkin kalo kita ngomongin soal Aneka, Gadis, Kawanku atau yang lebih tua lagi, Bobo, lain cerita. Tapi GoGirl! yang baru 8 tahun?


Saya sendiri melihatnya sebagai "tidak apa-apa". Mau 8 tahun kek, atau 80 tahun, perjuangan tetap saja perjuangan. Dan saya rasa Nina berhak membaginya kepada para pembacanya. Karena seperti yang diakuinya bahwa majalah yang didirikan bersama 2 orang saudaranya ini memang telah menyentuh kehidupan banyak orang, terutama remaja putri yang menjadi sasaran pembaca mereka. Sebagai majalah asli Indonesia, bukan franchise, yang punya tampilan premium layaknya majalah remaja "beli merk", kelahiran GoGirl! punya kisah yang layak untuk diceritakan.


Jujur saja, saya tidak bisa berhenti membaca buku ini sampai 2 atau 3 jam berikutnya hingga selesai. Meski tidak banyak yang diceritakan oleh Nina, tapi bagian-bagian tersulit dari membidani lahirnya GoGirl! membuat saya penasaran. Ada cerita pahit apalagi di lembar berikutnya? Saya jadi tahu kalo kadang-kadang dunia bisnis itu kejam dan diperlukan sosok dengan pribadi yang kuat dan berhati baja. [pantes saya nggak pernah bisa berbisnis, luruh hati mulu kalo sama orang] :D


Apalagi kalo bicara soal uang dan uang, kepala dingin dan strategi dalam memecahkan masalah menjadi modal utama. Kalo gampang stress ngitung kerugian dan tekanan, mungkin sudah berakhir dengan titel Almarhum atau Almarhumah. Paling untung juga berakhir di Rumah Sakit Jiwa. Makanya saya salut juga dengan perjuangan 3 bersaudara Moran, yang saling mendukung dan benar-benar serius pada bisnis yang mereka mulai.


Membaca buku ini bikin saya jadi pengin ketemu sama penulis. Tapi sayang, tanggal 24 saya sedang tidak ada di Semarang buat nemenin taping. Karena sedikit banyak buku ini memberikan saya sesuatu. Terutama di bagian tentang kepemimpinan. Banyak hal yang dialami oleh Nina, juga sedikit saya alami. Memimpin sekelompok orang dengan banyak tantangan. Kadang saya nggak enakan, terlalu demokratis, agak kurang tegas, dan begini begitu, yang bikin grup ini statis, bahkan terancam mandeg. Lebih parahnya, saya jadi nggak punya wibawa di depan anggota yang usianya jauh lebih muda. Karena mungkin saya terlalu lunak dalam menghadapi situasi. Dan setelah membaca buku ini, saya kok jadi ngerasa disentil dan bilang "Iya juga ya?".


Ini bukan buku tentang strategi memulai bisnis, juga bukan buku self improvement. Sekali lagi buat saya pribadi ini lebih cenderung ke "curhat". Tapi lebih dari sekedar curhat. Nina seperti ingin menyalurkan kekuatannya dengan cara yang fun. Tidak banyak teori dan membiarkan pembacanya untuk memikirkannya sendiri. Dan yang paling penting adalah buku ini punya kekuatan untuk membangkitkan letupan-letupan kecil dalam diri seseorang.


..dalam hal ini adalah saya sebagai salah satu pembacanya.


Lebay banget ya? Hehehehe. Tapi itulah yang saya rasakan.


Agak lucu juga sih ketika kemarin pagi seorang teman bilang "Idih! Cowok kok baca GoGirl!"


Dan saya pukulkan buku ini ke kepalanya dan saya bilang "Ilmu itu nggak ada hubungannya sama jenis kelamin, Nyet!"


So, you should read this book, girls....boys...or...in between. Cause it's pretty good one. 


*wink*


Oh, oh, yang lebih oke lagi, kamu bisa dapat banyak cerita tentang pebisnis yang usahanya masih terbilang muda juga. Setidaknya bisa jadi bahan referensi kali aja mau startup bisnis kamu sendiri.


Hanya satu yang kurang buat saya dari buku ini. Halaman yang isinya foto nggak dibikin glossy dengan real picture and real color. Jadi agak kurang gimanaaa gitu. Tapi sepertinya, Nina Moran memang sengaja membuat buku ini lebih bersahabat di kantong kali ya?

2 Comments

  1. […] mulai sepi peminat. Entahlah. Yang namanya bisnis percetakan kan memang keras katanya. Pernah baca bukunya si Nina Moran, CEO nya GoGirl yang cerita soal jatuh bangunnya dalam bisnis penerbitan majalah. Jaman dulu saja […]

    ReplyDelete
  2. Majalah mulai ditinggalkan jaman sudah berubah update info melalui internet mulai dari berita politik,kriminal,teknologi n mode,siapapun bisa jd fotomodel skrg dg adanya media sosial apalagi yg punya bisnis clothing Line sangat membantu, tapi menurut saya majalah mode semacam gogirl tetap menarik karena dapat info ttg mode drpd browsing di internet.

    ReplyDelete

Punya uneg-uneg? Jangan disimpan. Tulis di sini.