ATree


 

Akhirnya...tepat 20 hari saya menyelesaikan juga buku ini. Yup! 20 hari! Saya tahu-saya tahu. Saya memang bukan pembaca cepat. Tapi bagian terakhir yang semalam itu adalah salah satu waktu tercepat saya. Hampir lebih dari 300 halaman dalam 2 jam! ~ bukan prestasi yang mencengangkan ya? hihihi.


20 hari, mungkin termasuk hari-hari dimana saya malas membaca. [semoga Tuhan mengampuni saya karena itu termasuk malas membaca kitab suci-Nya]. Tapi yang semalam itu memang menggoda sekali. A Tree Grows in Brooklyn memang menuntut saya untuk diselesaikan sesegera mungkin. Beruntung bahwa buku ini memang buku yang bagus.


Buku ini saya beli sepaket dengan The Yearling. Kalau The Yearling mungkin agak-agak berbau Yankee, koboi dengan setting ranch and forest, tapi A Tree Grows In Brooklyn lebih urban. Latar ceritanya di kota Brooklyn, dan sebuah keluarga yang miskin, sama seperti keluarga yang digambarkan di The Yearling.


Adalah keluarga Nolan yang tinggal di sebuah rumah susun di salah satu sudut kota Brooklyn di tahun 1900-an. Johny Nolan, seorang pria langsing tinggi dengan rambut ikal pirang dan tampan, adalah seorang keturunan imigran asal Irlandia. Sedangkan Katherine Rommely, adalah wanita langsing cantik dengan rambut coklat yang indah keturunan Jerman. Dia adalah anak bungsu dari 3 anak wanita keluarga Rommely. Kakaknya, Evy dan Sissy adalah 2 wanita Rommely lainnya. Ayahnya adalah pria dengan ras Jerman yang kental, sedang kan Mary Rommely istrinya, adalah wanita bijak lemah lembut yang religius. Mereka adalah keluarga Katholik.


Johny dan Katie menikah di usia yang sangat muda. Ruth Nolan, ibu Johny sebenarnya tidak menyetujui pernikahan keduanya, tapi Johny sangat mencintai Katie. Begitu juga sebaliknya. Dengan penghasilan yang seadanya, dalam 2 tahun pasangan muda Nolan dikaruniai 2 anak. Frances Nolan dan Cornelius Nolan.


Francie dan Neeley, begitu mereka dipanggil tumbuh di salah satu sudut lingkungan Brooklyn yang kumuh. Mereka harus melakukan beberapa hal untuk bisa mendapatkan uang atau makanan gratis. Bukan mengemis, hanya melakukan sesuatu yang mereka sebut sebagai bisnis. Katie Rommely melarang anak-anaknya untuk meminta-minta. Bahkan dia sendiri bersikeras untuk tidak menerima derma.


Katie adalah seorang pekerja keras. Setiap hari dia membersihkan gedung flat dimana dia tinggal dengan balasan sebuah ruangan dimana dia bisa tinggal disana bersama keluarga kecilnya. Sementara Johny bekerja serabutan. Kadang sebagai pelayan dan penyanyi di sebuah bar milik temannya, Mr. McGarrity. Sayang sekali Johny suka mabuk. Meskipun begitu, sosok Johny Nolan adalah suami dan ayah yang baik bagi istri dan kedua anaknya, terutama Francie, yang lebih dekat pada Papa dibanding Mama. Francie merasa mama lebih sayang pada Neeley. Tapi Francie tak pernah iri karena Papa selalu bisa memberikan kasih sayang yang dia butuhkan.


Walaupun miskin tapi Katie selalu mengutamakan pendidikan. Dia dan kedua kakaknya selalu berusaha membuat Francie dan Neeley mendapatkan pendidikan yang baik. Francie adalah salah satu murid yang pintar. Dia punya bakat menulis. Keluarga Rommely percaya bahwa kelak Francie akan jadi penulis terkenal.


Keadaan tidak pernah begitu mudah bagi keluarga kecil Nolan. Terlebih ketika Francie dan Neeley beranjak remaja dan Papa meninggal dunia karena pnemonia. Saat itu Katie hamil tua, anak ketiga dari Johny Nolan. Francie yang ingin terus sekolah harus merelakan diri bekerja demi keluarganya. Neeley lebih beruntung karena Mama lebih memilihnya kembali ke sekolah dengan berbagai alasan.


Francie tidak pernah mengeluh. Sebagai anak tertua dia rela melakukan apa saja demi Mama dan adik-adiknya. Keadaan membaik ketika Francie dan Neeley bahu-membahu bekerja dan menghasilkan uang untuk kelangsungan hidup mereka.


Kehidupan membaik ketika Letnan McShane, salah seorang pejabat polisi yang kemudian menjadi politisi setempat melamar Katie untuk menjadi istrinya. Saat itu Mr. McShane sudah menjadi duda karena istrinya meninggal dunia. Dan sejak saat itu kehidupan keluarga Nolan berubah.


...


A Tree Grows in Brooklyn adalah buku karangan Betty Smith. Konon kabarnya, novel ini adalah autobiografinya, dimana dia pernah mengalami masa-masa susah seperti yang dialami oleh Francis Nolan. Berubahnya A Tree dari buku autobiografi menjadi novel fiksi dikarenakan permintaan dari penerbitnya.


Tidak ada konflik yang "terlalu" disini. Bagi sebagian orang plot novel ini digambarkan begitu datar dan tidak menarik. Tapi buat saya pribadi, cerita tentang keluarga Nolan cukup menarik untuk diikuti. Ditambah lagi dengan karakter-karakter yang ada dinovel ini.


Selain Johny dan Katie, ada Francie, seorang anak perempuan yang cerdas dan lugu. Francie adalah anak yang berani dan kritis. Dia tidak takut menyampaikan pendapatnya pada orang lain. Sementara Neeley, digambarkan sebagai anak lelaki yang mirip Katie. Sayang pada keluarganya, tapi tak bisa demonstratif menunjukkan perasaannya.


Masih ada Sissy Rommely, wanita cantik yang digambarkan sebagai bibi kesayangan keluarga. Sikapnya yang blak-blak-an dan selalu ceria menjadi sosok yang merekatkan keluarga Nolan disaat-saat susah. Walaupun menjadi wanita penggoda, tapi Sissy adalah wanita yang baik. Dia hanya menginginkan suami yang baik dan keluarga kecil dengan anak-anak yang lucu. Belakangan dia mengadopsi seorang anak perempuan dan melahirkan sendiri anak lelaki lucu setelah hampir 10 kali melahirkan dan semuanya tak mampu bertahan hidup.


Sementara Evy Rommely adalah seorang wanita lembut dan pernah jadi seorang biarawati. Hampir sama dengan Mary Rommely, Evy adalah wanita yang sabar.


Bisa dibilang A Tree Grows In Brooklyn adalah cerita tentang Wanita-Wanita Rommely yang bertahan di tengah kerasnya hidup dengan cara-cara yang positif. Rencana dan kerja keras untuk mewujudkan mimpi menjadi agenda dari keluarga Rommely dan keluarga kecil Nolan. Dan pelan-pelan mereka mampu mencapai satu persatu mimpinya.


Betty Smith membagi kisah dalam novel ini menjadi 5 bab. Mulai dari Francie dan Neeley kecil hingga mereka berusia 16 dan 15. Gaya penulisan Smith apa adanya. Cukup indah. Kadang lucu, kadang juga mengharukan. Caranya menggambarkan kumuhnya lingkungan Brooklyn dan susahnya hidup keluarga Nolan kadang membuat trenyuh.


Bahkan ketika buku ini difilmkan [sempat lihat klipnya] gambaran di film terasa jauh lebih baik...kurang kumuh, kurang lusuh, kurang kotor, dibandingkan apa yang digambarkan dibuku.


Yang pasti ini adalah tema-tema yang saya suka. Tentang kemiskinan dan perjuangan seseorang untuk keluar dari masa-masa susah, sangat menginspirasi. Dan pesan penting dalam buku ini adalah tentang betapa pentingnya pendidikan. Bagaimanapun susahnya anak-anak harus mendapat pendidikan yang lebih baik dari orang tuanya demi masa depan mereka. Dan sudah jadi tanggung jawab orang tua untuk memberikan pendidikan yang terbaik.


Buku ini bisa membuat saya menangis terharu dan bahkan tertawa keras karena humornya. This book is good!


[yang selanjutnya adalah buku Dunia Sophie. Sebuah buku filsafat yang bikin kepala saya cenat-cenut. Tapi saya akan berusaha untuk menyelesaikannya ya?]


2 Comments

  1. wah lama juga bacanya ampe 20 hari :D emang bukunya tebel banget?? sepertinya seru

    ReplyDelete
  2. Heehe...bukunya si menarik...sayanya yang malas... ^^...oh ya...tebelnya lebih dari 600 halaman...

    ReplyDelete

Punya uneg-uneg? Jangan disimpan. Tulis di sini.