the-impossible-posterSebenarnya saya tidak berharap bisa menonton film ini di bioskop, entah jaringan bioskop yang mana, karena akhir-akhir ini selera dan jalur distribusi para pelaku bisnis sinema suka aneh. Banyak film-film bagus yang nggak nongol di teater Semarang.


Agak terkejut juga nemu poster dan jadwal dan tayangnya di bagian jadwal bioskop - satu-satunya bagian yang selalu saya cek pertama kali, bahkan mengalahkan posisi headline sebagai attention gather :D


Kebetulan malam tadi saya harus ke Parcy buat belanja CD library buat radio dan spontan saya pun membeli tiket untuk pertunjukan paling akhir.


Dari trailernya, film ini mengingatkan kita pada satu kejadian dahsyat yang terjadi tahun 2004 silam. Ya tsunami aceh yang luar biasa itu. Hanya saja film ini mengambil setting di Thailand, dimana negara itu juga merasakan dampak masiv dari gempa dan tsunami yang mengguncang beberapa bagian Asia Tenggara.

The Impossible diangkat dari kisah nyata keluarga Henry dan Maria. Bersama dengan ketiga anaknya Lucas, Thomas dan Simon mereka menjadi saksi kedahsyatan kekuatan alam yang merubah catatan sejarah dunia. Awalnya mereka ingin menikmati liburan natal di Thailand, tapi yang mereka temui kemudian adalah sesuatu yang tidak mereka harapkan. Gempa yang mengguncang wilayah aceh dengan kekuatan besar ternyata menimbulkan gelombang Tsunami yang melanda banyak wilayah di samudera India, termasuk Thailand.


Pagi saat natal keluarga Henry dan Maria yang sedang bersantai di kolam renang hotel tempat mereka menginap tersapu gelombang tsunami setinggi pohon kelapa bersama dengan ratusan tamu dan penduduk sekitar.


Walaupun sempat terpisah tapi kemudian Henry bertemu kembali dengan kedua anaknya Thomas dan Simon. Sementara Maria dan Lucas harus berjuang untuk tetap bersama setelah terhempas gelombang sebanyak dua kali. Maria terluka parah sementara Lucas berusaha untuk tetap bersama ibunya karena takut akan terpisah lagi.


Dan adegan-adegan berikutnya adalah berisi tentang usaha Henry untuk berkumpul kembali dengan keluarganya hidup atau mati.


...


the-impossible1


Menonton The Impossible benar-benar menggetarkan. Saya tidak berhenti "gasping" melihat adegan demi adegan yang ditampilkan di film ini. Saya benar-benar memuji usaha Juan Antonio Bayona dan timnya yang membuat adegan bencana dengan sedemikian detil dan real-nya. The Impossible membuat film "2012" jadi seperti film animasi garapan disney. Buat saya ini adalah film bertema bencana yang LUAR BIASA!!


Anda tidak akan menemukan sesuatu yang terlalu dibuat-buat. Bahkan jika ini adalah spesial efek, saya mengacungkan semua jempol saya - termasuk jempol kaki untuk memuji kerja keras mereka. Adegan dimana ombak berwarna keruh menyapu tempat menginap Henry dan keluarganya membuat saya menahan napas. Dan saya terus-terusan menahan napas saat Maria terbawa arus yang deras bersama dengan Lucas.


the-impossible-naomi-watts-maria-mother-son-mattress-scene


NAOMI WATTS and TOM HOLLAND star in THE IMPOSSIBLE


Saya juga bertanya "Ini bikin settingnya gimana ya? Keren banget!!!"


Yang patut dipuji dari film ini adalah akting para pemainnya. Demi melihat film ini saya jadi menasbihkan bahwa Naomi Watt adalah aktris favorit saya!! Ah, dia memang benar-benar aktris yang total dalam setiap filmnya. Dan di film ini kemampuan aktingnya benar-benar diuji sampai ke tingkat yang paling tinggi. Ada saat dimana dia begitu terlihat kuat, tapi sekaligus lemah. Emosinya sebagai seseorang yang menahan sakit luar biasa benar-benar bisa membuat saya ikut merasa nyeri.


Ewan McGregor juga patut diberi pujian. Dia berhasil membawakan karakter sebagai kepala rumah tangga yang berusaha keras untuk melakukan yang terbaik demi keluarganya. Dan tentu saja pemeran-pemeran muda sebagai anak dari Henry dan Maria. Terutama Lucas, yang diperankan oleh Tom Holland, banyak mendapatkan pujian untuk perannya ini.


Saya rasa The Impossible adalah film dengan tema bencana dengan penyajian terbaik sejauh yang saya tahu. Plotnya memang sederhana, tidak ada sesuatu yang terlalu rumit. Kita hanya akan dibawa pada babak dimana bencana terjadi dan aftermath.


Usaha tim dalam membuat setting senyata mungkin benar-benar patut diacungi jempol. Sebagai penonton saya merasa terbawa emosi demi melihat daerah yang luluh lantak karena gelombang tsunami dan mereka-mereka yang kehilangan keluarganya. Saya yang tidak mengalaminya sendiri pun merasa bahwa film ini membangkitkan kenangan yang tidak menyenangkan tentang bencana alam yang masuk dalam 10 bencana paling dahsyat yang pernah tercatat di muka bumi dengan jumlah korban lebih dari 1,5 juta orang di seluruh dunia dan terbanyak dari Indonesia.


Bahkan menurut kabar, ketika pemutaran trailer perdana film ini banyak keluarga korban yang emosional dan merasa "terganggu" dengan penggambaran film ini. Produser The Impossible pun tidak bisa melakukan apa-apa selain meminta maaf pada keluarga korban, tetapi adegan yang ada memang dibuat senyata mungkin. Demi mengurangi dampak psikologis pada penonton, terutama mereka yang berhubungan langsung dengan kejadian ini, sebuah grup pendukung menyarakan untuk menyertakan sebuah peringatan yang bertujuan untuk memberi tahu bahwa adegan dalam film ini mungkin saja menimbulkan efek psikologis yang tidak diharapkan.


The Impossible - menjadi gambaran dari kehidupan ini. Sering kita meributkan hal-hal kecil yang kita anggap menganggu, padahal diatas semuanya, masih ada yang lebih berharga dibandingkan hal-hal tak penting tadi. Keluarga dan orang-orang tercinta menjadi sebuah harta yang tak ternilai harganya, dan kehidupan, seburuk apapun memang seharusnya disyukuri. Semangat manusia untuk saling membantu disaat-saat sulit, bahkan ketika identitas diri menjadi tidak penting lagi, menjadi salah satu yang ingin ditampilkan dalam film ini.


The Impossible juga menyampaikan pesan bahwa keajaiban itu ada. demi melihat kehancuran yang begitu masiv, dan ketika akal sehat mengatakan bahwa tidak mungkin ada sebuah keluarga yang terpisah karena gelombang dahsyat bisa berkumpul kembali dalam keadaan hidup. Tapi itulah yang terjadi. Apa yang manusia pikirkan tidak mungkin, menjadi sangat mungkin untuk Tuhan.


Tidak ada dialog yang terlalu rumit, The Impossible menampilkan banyak hal dengan subtle melalui kemampuan akting para pemerannya yang menguras emosi, maka tak heran banyak penonton film ini yang menangis di beberapa adegannya, termasuk saya :)


Keluarga Henry dan Maria sendiri sebenarnya berasal dari Spanyol, tetapi di film The Impossible mereka digambarkan berasal dari Inggris, meski tidak secara jelas menyebutkan dari negara mana mereka berasal. Menurut Bayona dan Sergio Sanchez sebagai penulisnya, karakter Henry dan Maria memang ditujukan untuk mewakili banyak orang, tidak dari warga negara tertentu agar semua orang mampu merasakan emosinya tanpa memandang asal usul.


Pesan saya : Bawa tisu dan please, jangan nonton film ini di VCD. :')


gambar diambil dari beberapa situs yang muncul lewat pencarian mesin pencari Google.

0 Comments