Cengoh, nggak ada kegiatan, perlu sebuah spontanitas untuk bisa mengisinya dengan sebuah kegiatan yang menyenangkan. Pulang kerja, disambut kejadian yang tidak menyenangkan - tapi kemudian masalahnya beres, saya punya ide untuk pergi nonton. Bareng sama sodara satu kos, saya gerak cepat mewujudkan ide saya..hahaha.


Padahal semalem itu udah jam 9 lebih 15 menit, filmnya main jam setengah sepuluh. Ditambah lagi situasi jalan raya seputar Simpang Lima macet dan ditutup karena sedang ada acara besar, saya dan @syakirachyar mencari jalan tikus untuk bisa masuk ke parkiran gedung. Belum beli tiket pula, sempet khawatir kalo filmnya udah main, atau parah-parahnya kehabisan tiket padahal sudah susah payah.


Eh tapi, kami cukup beruntung, dapet spot nonton yang enak dan nggak telat pula. Pas nyampe didalam teater, trailer film-film lawas itu sedang diputer. Teeeettt!! Tidak tertarik. Udah nonton di Star Movies. Dan film utamanya pun dimulai.


I'm not a big fans of Hugh Jackman, but i can say he's good. :)








Real Steel is a movie about robot, boxing, family, and love. Ngeliat traillernya tempo hari saya jadi pengen nonton film ini. Hugh Jackman, dapet peran sebagai pensiunan petinju bernama Charlie Kenton. Sama seperti para penonton yang senang bertaruh pada pertandingan tinju yang mereka nikmati, hidup Charlie sendiri penuh dengan pertarungan dan pertaruhan. Punya hutang disana-sini, dikejar-kejar debt collector, udah jadi santapan sehari-hari.


Suatu waktu di tahun 2020, manusia sudah tidak lagi menikmati pertandingan tinju Konvensional. between man to man, but there's a robo boxing in that time. Baja-baja tebal itu beradu kekuatan dengan pengendali jarak jauh yang dimainkan oleh tuannya. Dan Charlie pun terlibat dalam bisnis Robo Boxing ini.


Saat nasibnya sedang tidak baik, Charlie harus menghadapi kenyataan bahwa mantan pacarnya - yang ditinggalkan dengan seorang anak, meninggal. Anak semata wayangnya, Max Kenton, pun menjadi tanggung jawab si ayah biologis. Hubungan mereka kemudian berlanjut dengan sangat cepat dan ternyata Max juga punya ketertarikan yang sama dengan Charlie.


Disuatu malam, ketika mereka berdua menyelinap ke sebuah gudang penyimpanan bangkai suku cadang Robot, Max menemukan sesosok robot yang terkubur dalam tanah. Max percaya bahwa robot ini bisa menjadi robot yang hebat. Namanya Atom. Dan benar saja, meski Atom adalah bukan robot tipe petarung, tapi dengan niat dan kegigihan Max, Atom bisa menjadi robot yang luar biasa.


Ceritanya sampai juga ke pertarungan robot, drama pertandingan diatas kanvas, dan menang-kalah kemudian jadi hal yang seru.


Real Steel is an AWESOME movie! Digarap dengan kesederhanaan cerita, kecepatan alur, dan kemampuan mengaduk-aduk emosi, membuat film ini menjadi luar biasa dimata saya. Tidak ada yang istimewa dari desain robot di Real steel ini. Robot juga tidak menjadi tokoh utama, lain halnya dengan Transformer. Saya pikir, Real Steel akan jadi seperti film satu itu. Yang penuh dengan adegan blegedar-blegeder. But this is different.


Bisa jadi karena Shawn Levy yang duduk di kursi sutradara. Dia memang sudah terbiasa dengan film bergenre drama fantasi keluarga. Masih inget Night At The Museum? Nah..itu salah satu karyanya. begitu pun Real Steel. Nuansa film drama keluarganya tetap terasa. Terlebih lagi tokoh Max yang cerdas, dan cenderung cocky dan percaya diri seperti ayahnya, mampu menjaga emosi penonton, ehm..saya maksudnya. Nggak tahu dengan yang lain :)


Nonton film ini saya jadi inget sama film Champ yang pernah saya tonton di Metro TV bertahun-tahun yang lalu. Kalo nggak salah film itu dibintangi sama John Voight, ayah dari Angelina Jolie dan Ricky Schoerder. Wuih, nonton film itu bikin saya nangis sengguk-sengguk. Eh tapi, Real Steel nggak sampai bikin saya segitunya. Walau iya juga bikin saya terharu.


Hubungan ayah dan anak, tinju, dan drama keluarga, adalah ramuan yang hampir mirip dari keduanya. hanya saja Champ minus robot tentunya.


Yang pasti spesial efeknya lumayan mumpuni. Ada Steven Spielberg dikursi produser juga, saya rasa film ini memang A Real Deal To Watch!


and please...nonton di Cinema aja..lebih seru!


update : saya kasih clip film The Champ - ini ending scene-nya..kasih tahu ya...anda nangis nggak lihat scene ini?






0 Comments