Masih inget sama film ini kan? Saya pernah posting kalo saya pengen nonton, tapi berhubung distributor film Indonesia tidak melihat The Help sebagai film yang cukup komersil untuk bisa mendatangkan penonton dan mendatangkan untung, akhirnya berlalu begitu saja tanpa sempat nongol di bioskop, terutama di Semarang.


Nggak nyalahin sih...dizaman susah begini, dibutuhkan dari sekedar review dan pujian-pujian kritikus untuk bisa membawa penonton berbondong-bondong datang ke bioskop dan membeli tiket. Apalagi The Help ini mungkin termasuk film Drama yang dinilai cukup membosankan bagi banyak orang. Nggak nyalahin lagi nih, penonton bioskop indonesia sekarang - kalau menurut penilaian pribadi - lebih menginginkan film yang kolosal, heboh, penuh dengan adegan action, atau kalo yang romantis, sekalian model Twilight. Itupun karena ketolong euforia dari mulut  ke mulut. Semakin trendi, semakin bikin orang penasaran. Padahal makin kesini, makin membosankan. Saya saja, yang menonton 2 instalment sebelumnya, sama sekali tidak tertarik melihat kisah Bella dan Edward. Saya tahu filmnya akan lebih membosankan dibanding yang sudah-sudah...


Sebenarnya saya malu mengakui kalau saya menonton film ini lewat DVD bajakan. Tapi percayalah, saya rela membeli orisinilnya kok kalau desember nanti rilis. Menurut info sih begitu... :) Ini lebih karena penasaran dan nggak sabar aja sih, akhirnya saya melanggar ucapan saya tempo hari kalau saya akan  berhenti membeli DVD bajakan karena kalau dipikir-pikir, barang yang satu ini jatuhnya nggak collectible. Menurut pengalaman, ternyata data yang ada di DVD bajakan akan hilang pelan-pelan dalam jangka waktu tertentu. Alih-alih ingin mengoleksi, membeli DVD bajakan justru tindakan yang buang-buang duit. Mending beli yang orisinil, bisa lebih tahan lama.


Kecuali kalo kepepet...hihihihi. *ngeles*


Yang ini juga bikin saya mepet. The Help adalah film yang diangkat dari novel karya Kathryn Stocket yang dicetak pada tahun 2009. Ceritanya sendiri berlatar belakang era segregasi antara kulit putih dan hitam di Jackson Missisipi disekitar tahun 60-an. Settingnya sih mengambil waktu deket-deket perjuangan Hak Asasi oleh Martin Luther King Jr, jadi pembauran antara kulit putih dan hitam sudah hampir terjadi, meskipun disana-sini masih ada tindakan-tindakan diskriminasi.


The Help adalah sebutan bagi para "maid" atau Pekerja Rumah Tangga. Waktu itu banyak wanita kulit hitam bekerja sebagai pembantu di rumah orang-orang kulit putih. Ini adalah pekerjaan yang bisa dibilang hanya satu-satunya pilihan, dan menjadi profesi yang diturunkan dari generasi ke generasi. Para PRT ini termasuk juga Aibileen Clark dan juga Minny Jackson yang bekerja di keluarga kulit putih yang berbeda. Aibileen mengasuh anak perempuan dari keluarga Leefolt dan Minny bekerja pada Hilly Holbrook, perempuan muda yang tidak pernah menyukai kulit hitam dan hanya memandang mereka sebagai budak.


Hilly Holbrook termasuk keluarga terpandang disana, jadi apapun yang menjadi keinginannya adalah sebuah titah yang tidak bisa ditolak oleh banyak orang, termasuk keluarganya sendiri. Hilly punya sebuah ide untuk semakin menjauhkan warga kulit hitam dari kesetaraan. Para pembantu tidak boleh melanggar banyak aturan termasuk menggunakan toilet keluarga karena dikhawatirkan menularkan penyakit tertentu. Hilly pun membuat sebuah petisi  yang salah satu isinya adalah bahwa PRT harus menggunakan toilet yang terpisah dengan toilet keluarga.


Adalah Eugene Phelan atau yang biasa dipanggil Skeeter, teman Hilly Holbrook yang tidak melihat ini sebagai sesuatu yang positif. Dia melihat ada banyak tindakan yang melanggar hak asasi manusia. Skeeter yang seorang jurnalis mulai mengumpulkan banyak cerita dari Aibileen dan Minny tentang bagaimana kehidupan mereka sebagai seorang The Help. Tujuannya adalah supaya orang melihat sisi lain dari hidup pembantu rumah tangga sekaligus menunjukkan sikap salah dari banyak keluarga kulit putih terhadap warga kulit hitam.


Awalnya Aibileen dan Minny tidak setuju dengan ide ini mengingat ada banyak kejadian buruk karena isyu persamaan hak ini. Tapi kemudian mereka berdua berani untuk mengungkap kebenaran dan banyak skandal yang terjadi, meski dengan satu syarat, bahwa ini akan menjadi sebuah cerita fiksi demi alasan keamanan. Bahkan kemudian tidak hanya mereka, tapi banyak dari Pembantu Rumah Tangga yang berani untuk buka mulut dan mengungkap cerita mereka masing-masing.


Cerita-cerita sedih dan lucu pun terkumpul, termasuk cerita masa kecil Skeeter bersama dengan "maid" tercinta keluarga mereka Constantine yang juga mengalami diskriminasi. Dan akhirnya, Skeeter mengirimkan kumpulan kisah ini ke penerbit dan buku berjudul The Help pun dirilis, termasuk di Jackson. Dan terungkaplah skandal warga kulit putih, termasuk skandal Hilly Holbrook. Apakah itu?


you better watch this movie by your self...


The Help mungkin akan masuk ke dalam ajang Oscar tahun depan. Selain karena sukses secara komersil, dimana bujet 26 juta dollar berbuah 196 juta lebih, secara cerita dan kualitas akting dari pemerannya pun tidak perlu diragukan. Emma Stone, tetep kelihatan tengil dan lucu disini, meski saya cuma suka scene terakhirnya pas lagi bertengkar dengan ibunya. Yang jadi spotlight adalah Viola Davis dan Octavia Spencer yang chemistrynya pas banget. Sahabat yang punya kisah sedih yang sama dan saling menjaga, betul-betul kerasa banget. Dan, oh i love Minny...she's a real BIG MOMMA!


Dan saya juga suka dengan karakter Hilly Holbrook, seharusnya dia juga dapet kredit tersendiri. Bryce Dallas Howard mampu memerankan Hilly Holbrook yang meski wajahnya sendu merayu tapi dia mampu menampilkan sosok Hilly yang kejam sekaligus rapuh dengan cukup baik.


Saya yakin The Help akan berjaya di Oscar tahun depan. Setidaknya ada 1 yang bisa dibawa pulang. Kalau nggak supporting actress, ya best movie lah ya? secara tahun ini kayaknya nggak banyak ya film-film yang bertema drama yang cukup menarik dan sukses secara komersil dan kritik juga. Mungkin Moneyball atau Tree Of Life bakal jadi saingan. Tapi kans The Help saya rasa lebih besar. Kita lihat saja nanti.

4 Comments

  1. I wish I could understand this, but I bet this is a great and in-depth review of the film. Have a read at my review,

    http://pgtipsonfilms.com/2011/11/08/the-help-review/

    What do you think?

    ReplyDelete
  2. ariefiandy.richardDecember 3, 2011 at 5:25 AM

    waaah... lagi rame2 baca, ga taunya disuruh nonton sendiri... ckckck. :P spoiler dong! hahaha.
    btw, it's a great review :)

    ReplyDelete
  3. yg ane suka dri film ini tuh enak dinikmati- apa yah..temanya berat tapi nyampeinnya enak,komikal tapi bermutu

    pengen ngikut tepuk tangan pas di ending si Aibileen menghardik Hilly…awesome!

    ReplyDelete

Punya uneg-uneg? Jangan disimpan. Tulis di sini.