Agak bingung memilih film untuk ditonton di sabtu siang ini. apakah saya memutuskan untuk menonton film thriller, horror dan sebangsanya? atau saya butuh untuk menonton sesuatu yang  ringan dan bisa membuat saya tertawa. Komedi drama misalnya.


Dan saya berakhir pada pilihan keduanya. Satu film drama, satu film thriller suspense dan satu lagi komedi kulit hitam.


Lagi, saya kesulitan memilih mana yang ingin saya nikmati terlebih dulu. Anda tahu, terkadang ketika anda menyewa film di penyewaan video, secara tidak sadar anda memilih film yang sesuai dengan mood Anda? Kalau masih bertanya-tanya benar apa tidak, mungkin lain kali ketika Anda pergi ke penyewaan video, teliti lagi mood anda saat itu, apakah sesuai dengan film yang dipilih? ;)


Disiang yang panas ini saya memilih sebuah film drama serius. Drama kulit hitam. Geez- sepertinya saya memang punya sedikit darah "black people". Sekarang saya baru tahu darimana kemampuan meniru "big momma" itu datang. Hehehe.


For Colored Girls menjadi pilihan saya. Sebuah drama karya Tyler Perry yang diangkat dari naskah panggung Ntozake Shange yang berjudul "For Colored Girls Who Have Considered to Suicide When The Rainbow Is enuff" di tahun 75. Di Jamannya drama ini begitu sukses dan memberikan penulisnya 2 Toni Award. Just as you know piala ini diberikan kepada mereka-mereka yang konsen di pertunjukkan panggung teater.


Terus terang saya tidak tahu tentang apa film ini. Yang saya tahu ini adalah drama kulit hitam. Itu saja. Oh ya, drama wanita kulit hitam. Salah satu hal yang membuat saya tertarik menonton filmnya. Deretan cast-nya yang menjanjikan juga menjadi salah satu alasan berikutnya. Mungkin kalau berbicara sang penulis naskah dan sutradaranya, saya masih tidak terlalu excited. Meski nama Tyler Perry mungkin sudah menjadi jaminan mutu dari apa yang dihasilkannya.


Mari kita lupakan soal kritik dari para pengamat film yang muncul di beberapa surat kabar atau majalah di Amerika sana. Orang bisa berpendapat berbeda tentang satu hal. Tapi yang pasti, buat saya film ini menarik. Berhasil menjadi sebuah omnibus dengan beragam cerita dimana kemudian mampu mengumpulkan banyak karakter dengan plot yang berbeda menjadi satu kesatuan utuh pada akhirnya.


For colored Girls mengangkat banyak karakter dalam satu latar belakang tempat yang sederhana. sebuah apartemen. Seorang wanita single yang bijak, seorang wanita dengan "abusive relationship" dan wanita lainnya mencari cinta melalui sex dengan banyak pria. sementara ada yang begitu relijiusnya dibalik semua masa lalu yang kelam, dengan anak yang hamil diluar nikah.


Masih ada lagi lainnya. Wanita karir dengan suami yang ternyata gay tetapi menolak untuk disebut sebagai gay. Pekerja sosial yang menjadi "rebound girl" untuk pasangannya serta wanita lain korban perkosaan berkumpul menjadi satu. Terlibat dalam satu kisah yang terkoneksi antara satu dengan lainnya.


Saya tidak akan mengangkat plot disini. Karena anda tahu, sebuah omnibus biasanya memang tidak mempunyai plot yang runut, tetapi pada akhirnya banyak karakter yang ada didalamnya berkumpul dan menyimpulkan sesuatu. Begitu juga dengan For Colored Girls.


Kepiawaian pemeran For Colored Girls tidak perlu saya ragukan. Dan kredit saya berikan pada Kimberly elllise yang di film ini memerankan tokoh wanita yang terjebak dalam sebuah hubungan penuh kekerasan dimana pada akhirnya kekerasan itu merenggut kedua buah hatinya.


Drama kulit hitam seperti ini selalu menarik buat saya. Entah apanya, tapi ya, film-film seperti ini selalu menarik. Karena dibalik cerita tentang hidup yang terlihat pahit dan suram terseimpan sebuah semangat yang mampu membangkitkan. Ada sebuah pesan. saya tidak bilang bahwa drama kulit putih tak bisa begini, tidak. Tapi buat saya, ada kesan yang berbeda ketika saya menonton genre serupa antara drama kulit putih dan kulit hitam. Saya bukan rasis, tapi saya boleh bilang, black people is the winner kalau urusannya sudah sama film drama seperti ini. Hehehehe.


Ini bukan review berdasarkan wikipedia. Ini adalah kesan saya seusai menonton filmnya. Jadi entah anda terpengaruh atau tidak, yang pasti film ini BAGUS!


buat saya ;) tidak tahu dengan Anda. Mungkin selera kita berbeda?

0 Comments