Kisah Nona Incess dan Laptop ASUS E202

Siapakah Nona Incess?

Namanya Nyahrini, hampir mirip dengan nama seorang seleb langganan gossip si Lambe Turah. Rupanya sama cantik dan badannya sama bantetnya dengan si seleb. Tapi bedanya kalau si seleb berkulit putih susu, Nyahrini berkulit hitam manis khas gadis pesisir pantura. Meski begitu Nyahrini tetep pede luar dalam.

Karena namanya yang mirip, dia juga punya panggilan Incess, seperti sebutan si seleb terkenal itu. Nyahrini sih nggak keberatan. Dia malah bangga dengan panggilan yang membuatnya makin terkenal seantero desa. Incess pantura ini terkenal ramah pada siapa saja. Centilnya mirip-mirip si seleb, meskipun suaranya lebih cempreng dan medok dibanding si seleb. Tapi sekali lagi, si Incess tetep aja pede. Read More

ASUS E202 : Teman Serius Dan Santai Yang Sempurna

Sebagai pekerja kreatif di sebuah perusahaan media informasi, aku cenderung setuju dengan pendapat bahwa kerja nggak harus selalu di belakang meja. Nggak harus selalu disini bukan berarti kita nggak ngantor, tapi ada kalanya kita bisa menyelesaikan beberapa item tugas di luar.

Sebagai penyiar sekaligus penata musik di radio tempatku bekerja saat ini, aku merasa bahwa gaya versatile dibutuhkan supaya tidak membosankan. Tentu saja kalau saatnya siaran, aku harus berada di studio dan memandu program yang sedang berjalan. Pun ketika aku mengerjakan beberapa tugas yang berkaitan dengan jabatanku sebagai music director atau penata musik. Tapi beberapa tugas lainnya juga bisa diselesaikan di luar tempat kerja. Read More

Aku Ingin Siaran Seribu Tahun Lagi!

Salah satu hal yang paling menyenangkan dalam hidup adalah melakukan sesuatu yang kita suka dan kemudian dihargai. Ngerjain hobi terus dibayar, kurang lebihnya begitu. Aku sih setuju. Aku adalah salah satu bukti hidup dan ngerasain sendiri gimana enaknya melakukan sesuatu yang kita sukai dan malah dibayar untuk itu.

Ya, pekerjaan yang juga jadi salah satu passion-ku adalah menjadi seorang penyiar radio. Aku sudah mulai berkenalan dengan dunia broadcasting sejak 12 tahun lalu. Saat itu aku baru lulus SMA. Dari sejak aku duduk di bangku sekolah dasar aku sudah seneng dengerin radio. Lalu nggak hanya sebatas dengerin, tapi aku mulai berinteraksi dengan mereka. Ikutan kuis, rekues lagu, kirim-kirim salam, bahkan main ke studio radio favoritku.

Nggak nyangka juga hobiku dengerin radio bisa ngebawa aku ke pekerjaan ini. Berawal dari iseng-iseng rekues, eh, tawaran datang untuk jadi penyiar. Seperti mimpi yang jadi kenyataan! Ya gimana nggak mimpi jadi nyata kalau selama ini cuma bisa ngebayangin enaknya jadi penyiar. Suara kita bisa didengerin sama siapa aja sampai ke mana aja. Dari mulai sejak aku dengerin radio emang udah punya keinginan buat jadi salah satu penyiarnya. Dan sekarang, aku udah menjalaninya selama 12 tahun. Read More

Setrika Black & Decker Beberapa Bulan Kemudian

Seneng banget sih pake judul itu? #TerusAkuMerongos Iya, aku emang paling nggak pinter bikin judul yang ekstravaganza dan berbunga-bunga. Judul gini aja mikirnya semalem suntuk. Ya habisnya ini tulisan ini dibuat berdasarkan pengalaman menggunakan barang setelah beberapa lama. Katanya kalo mau ngereviu paling enggak pake barangnya dulu dan nunggu sampe lawas baru nulis? Hehehe. Yak! Kalo kemarin aku udah nulis soal kamera Nikon Coolpix L840 (baca di sini), sekarang aku mau ngereviu setrika listrik kepunyaanku yang udah aku pake kurang lebih 3 atau 4 bulan belakangan. Mereknya adalah Black & Decker. Read More

Samsung Galaxy A3 : Nyaman Digenggam dan Bertenaga

Semua orang tahu, menjelang lebaran seperti ini adalah waktu yang tepat untuk ganti gadget! Tawaran menarik sering datang melalui berbagai promosi. Gerai handphone pun punya strategi sendiri untuk menggaet calon konsumennya. Mulai dari diskon gede sampai beli handphone berhadiah menarik.

Biasanya kalau sudah begini konsumen sendiri yang bingung memilih mau beli yang mana. Dan semakin lama nyari, baliknya ya ke merek yang sudah terpercaya sama urusan beginian. Kalau aku pribadi, kadang penasaran pengen coba-coba. Tapi nggak tahu kenapa baliknya ke merek semula.

Dari awal punya smartphone aku udah kadung suka sama Samsung. Sekarang pun pake hape yang mereknya sama. Buatku interface-nya sederhana, jadi gampang digunakan. Ku akui Samsung emang merek yang cukup cepat ngeluarin varian dan seri smartphone baru. Tapi kupikir, ini semata-mata untuk ngasih pilihan ke calon konsumennya. Harganya pun beragam sesuai dengan kebutuhan. Read More

Nikon Coolpix L840 : Setahun Kemudian

Aku nggak pernah ngereviu gadget. Jarang-jarang aku tertarik nulis tentang gawai yang aku pake. Nggak tahu, mungkin karena nggak ga-pe kali ya? Tapi kali ini aku tertarik buat nulis sedikit soal gadget yang kupakai. Ini adalah sebuah kamera prosumer yang udah nemenin aku kemana-mana selama setahun belakang. Oke, inilah tulisan tentang Nikon Coolpix L840.

Sejarah Nikon Coolpix L840 Milikku

Jujur dulu aku adalah pengguna Canon karena 2 kamera sakuku yang sebelumnya adalah keluaran Canon. Tapi entah kenapa aku pengen nyoba kamera produksi Nikon. Emang sih, kedua merek ini punya die-hard-fans yang diem-diem bersaing dengan kelebihannya masing-masing.

In my Humble Opinion, Canon terkenal dengan kualitas gambar dan warnanya yang halus sementara Nikon lebih tajam dengan warna yang pop-out. Walaupun nggak begitu ngerti kamera tapi aku sendiri ngerasain kalo keduanya emang punya perbedaan yang cukup signifikan dengan hasil jepretannya. Dan buatku keduanya sama-sama bagus. Read More

Copyright Nuno Orange 2017
Tech Nerd theme designed by Siteturner